Kepala biro politik gerakan perlawanan Palestina, Hamas, mengutuk keras kejahatan keji Israel di Gaza, dan menyerukan ditangkapnya perdana menteri rezim Israel beserta kabinet terorisnya segera diadili.
Istanbul – Presstv – Fusilatnews – Ismail Haniyeh berbicara dalam pertemuan hari Ahad dengan cucu Nelson Mandela, Nkosi Zwelivelile Mandela, di kota pelabuhan Istanbul, Turki.
Dalam pertemuan tersebut, Haniyeh mengutuk keras kejahatan mengerikan yang dilakukan rezim Israel dalam perang genosida di Jalur Gaza yang terkepung.
Dia menyoroti tanggung jawab komunitas internasional sehubungan dengan perkembangan yang sedang berlangsung di Gaza, dan menekankan bahwa jika keadilan ingin ditegakkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan anggota kabinet terorisnya harus ditangkap karena tindakan kriminal mereka.
Haniyeh juga memuji langkah bersejarah Afrika Selatan yang mengajukan kasus hukum terhadap rezim pendudukan ke Mahkamah Internasional (ICJ), dengan menuduh Israel melakukan genosida di Gaza.
Kasus genosida Afrika Selatan terhadap Israel diajukan pada akhir Desember, setelah hampir tiga bulan agresi Israel terhadap warga Palestina di Gaza.
Sebelum mengajukan gugatan, negara tersebut menyatakan bahwa rezim pendudukan telah gagal menjunjung komitmennya berdasarkan Konvensi Genosida 1948.
Dalam keputusan sementara pada tanggal 26 Januari, pengadilan tinggi PBB memutuskan bahwa klaim Pretoria masuk akal dan memerintahkan tindakan sementara. Pengadilan yang berbasis di Den Haag mengatakan rezim Israel harus menerapkan langkah-langkah untuk mencegah tindakan genosida dan memungkinkan bantuan kemanusiaan mengalir ke Gaza.
Di bagian lain sambutannya, Haniyeh berterima kasih kepada masyarakat dan pemerintah Afrika Selatan atas dukungan mereka yang tak terbatas terhadap perjuangan Palestina.
Dia mengatakan posisi yang diambil oleh mendiang pemimpin negara tersebut, Nelson Mandela, mengenai perjuangan Palestina memiliki dimensi kemanusiaan dan moral yang tulus, dan sangat kontras dengan dukungan buta dan bias yang diberikan kepada Israel oleh Amerika Serikat dan beberapa negara Barat lainnya.
Mandela sendiri menyampaikan belasungkawa atas kesyahidan putra dan cucu Haniyeh.
Dia menegaskan kembali dukungan negaranya terhadap perjuangan Palestina hingga terbentuknya negara Palestina merdeka dengan kota al-Quds yang diduduki sebagai ibu kotanya.
























