• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

“Incompetency” Lebih Berbahaya daripada “Kejahatan”: Celakanya Jokowi Adalah Kombinasi dari Keduanya

Ali Syarief by Ali Syarief
January 16, 2025
in Feature, Politik
0
Jokowi Dikritik; Perbaikan Jalan Propinsi Legacy Yg Buruk
Share on FacebookShare on Twitter

Ketidakmampuan (incompetency) sering kali lebih berbahaya daripada kejahatan. Jika kejahatan adalah tindakan sadar yang dilakukan dengan tujuan tertentu, ketidakmampuan merupakan ketidaktahuan atau ketidakmampuan untuk bertindak dengan benar, yang dampaknya justru bisa jauh lebih merusak. Dalam konteks kepemimpinan nasional, bahaya ini menjadi lebih signifikan karena melibatkan nasib jutaan orang. Ironisnya, era kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) di Indonesia menunjukkan kombinasi keduanya—sebuah tragedi bagi negara yang seharusnya melangkah maju.

Bahaya Incompetency dalam Kepemimpinan

Seorang pemimpin yang tidak kompeten sering kali gagal memahami kompleksitas permasalahan yang ada. Akibatnya, kebijakan yang dihasilkan tidak hanya tidak efektif tetapi juga berpotensi merugikan. Sebagai contoh, fokus Jokowi pada proyek-proyek infrastruktur besar seperti pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) menunjukkan prioritas yang tidak seimbang. Sementara itu, sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat tertinggal jauh.

Ketidakmampuan ini terlihat dari keputusan-keputusan strategis yang tidak mempertimbangkan implikasi jangka panjang. Proyek-proyek besar yang membanggakan di media sering kali tidak disertai dengan perencanaan yang matang. Hasilnya adalah pembengkakan anggaran, utang negara yang terus meningkat, dan kualitas hidup masyarakat yang tidak membaik. Ketidakmampuan seperti ini bahkan lebih berbahaya dibandingkan kejahatan karena sering kali disamarkan dengan retorika “niat baik” yang menyesatkan.

Ketika Kejahatan Melengkapi Ketidakmampuan

Lebih buruk lagi, ketidakmampuan Jokowi sebagai pemimpin sering kali berjalan beriringan dengan elemen-elemen kejahatan dalam pemerintahannya. Nepotisme yang mencolok, mulai dari penempatan keluarga dalam posisi strategis hingga politisasi lembaga negara, menunjukkan bagaimana kekuasaan digunakan untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.

Sebagai contoh, pengangkatan Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI tidak dapat dilepaskan dari narasi dinasti politik. Ini bukan hanya soal etika, tetapi juga tentang bagaimana institusi politik yang seharusnya menjadi ruang demokrasi berubah menjadi alat kekuasaan keluarga. Ketika kombinasi antara ketidakmampuan dan kejahatan ini terjadi, kerusakan yang dihasilkan menjadi jauh lebih besar dan sulit diperbaiki.

Efek Sistemik: Kehancuran yang Terstruktur

Gabungan antara incompetency dan kejahatan menciptakan efek sistemik yang menghancurkan. Ketidakmampuan menghasilkan kebijakan yang lemah dan salah arah, sementara kejahatan memperparahnya dengan mengorbankan kepentingan rakyat demi keuntungan segelintir pihak. Korupsi menjadi endemik, hukum tumpul terhadap elite, dan ketidakadilan sosial semakin meluas.

Sebagai contoh, utang luar negeri Indonesia terus membengkak tanpa diimbangi oleh peningkatan produktivitas ekonomi. Sementara itu, rakyat yang tercekik dengan kenaikan harga kebutuhan pokok tidak mendapatkan solusi nyata dari pemerintah. Situasi ini menunjukkan bagaimana ketidakmampuan dalam mengelola negara diperburuk oleh ketidakjujuran dalam menjalankan amanah.

Harapan yang Terkikis

Kombinasi antara ketidakmampuan dan kejahatan ini menghancurkan kepercayaan rakyat terhadap institusi negara. Ketika pemimpin tidak mampu memberikan solusi atas masalah yang dihadapi bangsa, sementara kejahatan terus terjadi tanpa konsekuensi yang nyata, harapan rakyat perlahan terkikis. Ini adalah kondisi yang sangat berbahaya bagi masa depan demokrasi di Indonesia.

Kesimpulan: Sebuah Seruan untuk Perubahan

Era kepemimpinan Jokowi menjadi cerminan tragis bagaimana incompetency dan kejahatan dapat berjalan beriringan dan menciptakan kerusakan yang masif. Ini adalah pengingat bahwa seorang pemimpin tidak hanya harus memiliki integritas, tetapi juga kompetensi. Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu memahami kompleksitas permasalahan bangsa, sekaligus memiliki keberanian untuk menegakkan keadilan dan kejujuran.

Jika ketidakmampuan adalah bahaya tersembunyi dan kejahatan adalah luka yang terlihat, maka kombinasi keduanya adalah malapetaka yang tidak boleh dibiarkan berlanjut. Sudah saatnya bangsa ini bergerak menuju arah yang lebih baik, dengan memilih pemimpin yang benar-benar mampu dan bersih, demi masa depan yang lebih cerah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KORUPSI PADA BANGSA YANG DANGKAL DAN ELIT DURHAKA

Next Post

Analisis: Wacana Pertemuan Prabowo dan Megawati “Apa Yang Menghambat?”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Gerindra Sedang Lakukan Pembicaraan Intensif dengan PDIP

Analisis: Wacana Pertemuan Prabowo dan Megawati "Apa Yang Menghambat?"

Perayaan Imlek, Perayaan Tahun Baru bagi komunitas Tionghoa Semarang, Momen Paling Dinanti.

Perayaan Imlek, Perayaan Tahun Baru bagi komunitas Tionghoa Semarang, Momen Paling Dinanti.

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...