• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Cross Cultural

Indonesia Kaya SDA, Tapi Dikelola Pejabat “Pelarian dari Neraka”: Saatnya Belajar dari “The Power of Kepepet” Iran

fusilat by fusilat
March 15, 2026
in Cross Cultural, Feature
0
Indonesia Kaya SDA, Tapi Dikelola Pejabat “Pelarian dari Neraka”: Saatnya Belajar dari “The Power of Kepepet” Iran
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana

Di tengah embargo ekonomi selama hampir setengah abad, Iran berhasil membalik tekanan menjadi kekuatan. Sanksi bertubi-tubi dari Amerika Serikat dan sekutunya tidak membuat Teheran ambruk, melainkan justru memicu loncatan inovasi dan kemandirian. Dari program nuklir mandiri, pengembangan drone Shahed yang diekspor ke Rusia, produksi vaksin COVID-19 sendiri, peluncuran satelit Noor, hingga penemuan cadangan lithium yang signifikan di Danau Garam Qom (dengan konsentrasi hingga 144 PPM di wilayah utara danau, sebagaimana dilaporkan Kementerian Perindustrian, Pertambangan, dan Perdagangan Iran pada Februari 2026), Iran menunjukkan prinsip sederhana: semakin ditekan dari luar, semakin tinggi daya lentingnya.

Seperti pir yang ditekan, semakin kuat tekanan maka semakin tinggi dan jauh daya lentingnya, himpitan eksternal memaksa Iran membangun solidaritas vertikal—ideologi revolusi, peran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), rakyat yang terlatih bertahan, serta ekonomi non-minyak yang terus berkembang. Tekanan luar menjadi bahan bakar kebangkitan, bukan malah menjadi penghancur.

Bandingkan dengan Indonesia, negara yang kerap disebut “serpihan surga” dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) melimpah: minyak Blok Rokan, nikel dengan produksi yang mendominasi lebih dari 60% pasokan global (dan cadangan sekitar 42% dunia), emas dan tembaga di Freeport Papua, serta gas Natuna. Indonesia bahkan resmi menjadi produsen nikel terbesar di dunia, dengan output mencapai jutaan ton metrik per tahun, meski produksi bijih dipangkas menjadi 250–260 juta ton pada 2026 untuk menjaga cadangan dan stabilitas harga.

Namun, kekayaan ini dikelola oleh apa yang bisa disebut “pelarian dari neraka”: pejabat yang rakus secara eksponensial. Kontrak-kontrak jangka panjang dengan raksasa asing terus berlanjut—Freeport-McMoRan diperpanjang hingga 2061 dengan komitmen investasi US$20 miliar (sekitar Rp337 triliun), sementara ExxonMobil di Blok Cepu (salah satu ladang minyak terbesar) direncanakan diperpanjang hingga 2055 dengan tambahan investasi sekitar US$10 miliar. Kritik lama seperti “Duri jadi tanah air baru Amerika” dari era lalu masih relevan, di mana hasilnya sering kali: kerusakan lingkungan, inflasi naik, subsidi jebol, kemiskinan struktural bertahan, dan rakyat sejak 1998 seperti “autopilot”—bertahan sendiri sambil mensubsidi pejabat-pejabat negara yang hakikatnya tenaga outsourcing lima tahunan lewat pajak, PPN, harga BBM, dan penghematan hidup sehari-hari.

Iran dihimpit dari luar —> menjadi kuat dan mandiri. Indonesia dihimpit dari dalam sendiri—> menjadi lemah dan tergantung. Pemerintah saat ini sibuk dengan konsolidasi kekuasaan menjelang 2029, sementara program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan infrastruktur berisiko menjadi “mesin uang” untuk pilpres berikutnya. Anggaran bocor, tender dimenangkan oleh kroni, dan hasil bagi rakyat sangat minim. Survei Indikator Politik Indonesia (Januari 2026) menunjukkan 61% publik curiga MBG dikorupsi, meski program ini didanai dari efisiensi anggaran dan mendapat dukungan besar secara keseluruhan. Ini bukan “kepepet” yang melenting tinggi, melainkan tekanan internal yang membuat struktur malah ambruk.

Saatnya mawas diri secara brutal. Apa yang salah dengan pengelolaan SDA kita? Diplomasi luar negeri yang terlalu condong ke Barat—termasuk isu kontroversial seperti keterlibatan dalam inisiatif perdamaian yang dikaitkan dengan kepentingan AS-Israel—perlu dievaluasi ulang agar tidak menjadikan Indonesia pion dalam rebutan minyak dan mineral global. Program kampanye jangan dijadikan alat korupsi; sebaliknya, fokuskan pada kemandirian ala Iran: nasionalisasi SDA secara bertahap, pengembangan teknologi domestik, penguatan nilai gotong royong, dan kedaulatan ekonomi, bukan konsumerisme Barat yang menjebak kita dalam utang dan kontrak asing yang abadi—kontrak melebihi lima puluh tahun, maka itu sama artinya dengan penjajahan.

Kita lebih kaya SDA daripada Iran, tapi jika terus dikelola oleh pejabat “pelarian dari neraka”, kita akan tetap jadi korban selamanya: SDA habis, alam rusak, rakyat miskin, dan negara lemah. Iran bertahan 47 tahun dari embargo karena tekanan luar, justru menjadi pendorong kebangkitan. Di Indonesia, tekanan terbesar justru dari dalam—korupsi, nepotisme, dan pengkhianatan mandat rakyat—yang harus diakhiri sekarang juga.

Masih ada waktu bagi Presiden Prabowo untuk melakukan koreksi mendasar. Jika tidak, rakyat akan terus “autopilot” bertahan sendiri tanpa kehadiran negara, sementara elite berpesta pora. Bangkit sekarang, atau kita hanya akan menjadi penutup cerita sejarah—dan bukan pemain utama di panggung dunia. Waktunya berubah, atau selamanya menjadi mangsa!

Malika Dwi Ana

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Petani Menjerit, DPR Harus Berhenti Diam!

Next Post

Mencari Benang Merah Teror Andrie Yunus dengan Pernyataan Prabowo “Kita Tertibkan!”

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Mencari Benang Merah Teror Andrie Yunus dengan Pernyataan Prabowo “Kita Tertibkan!”

Mencari Benang Merah Teror Andrie Yunus dengan Pernyataan Prabowo "Kita Tertibkan!"

Serangan terhadap Aktivis KontraS: Politik Ketakutan untuk Bungkam Kritik dan Kebebasan Sipil

Serangan terhadap Aktivis KontraS: Politik Ketakutan untuk Bungkam Kritik dan Kebebasan Sipil

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...