• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Ketika Petani Menjerit, DPR Harus Berhenti Diam!

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
March 15, 2026
in Birokrasi, Komunitas
0
Hortikultura Jawa Barat: Kaya Potensi, Miskin Keberpihakan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Kondisi pertanian dan kehidupan petani di Indonesia hingga kini masih memprihatinkan. Sektor yang seharusnya menjadi fondasi ketahanan pangan nasional justru menghadapi berbagai tantangan serius yang semakin kompleks dari waktu ke waktu.

Perubahan iklim menjadi salah satu ancaman nyata. Pola curah hujan yang tidak menentu serta suhu yang semakin ekstrem kerap mengganggu proses pertumbuhan tanaman. Akibatnya, risiko gagal panen meningkat dan kerugian besar harus ditanggung para petani.

Di sisi lain, keterbatasan akses terhadap teknologi modern juga masih menjadi persoalan. Banyak petani yang hingga kini tetap mengandalkan teknik tradisional karena terbatasnya akses terhadap inovasi dan teknologi pertanian. Padahal, tanpa modernisasi, produktivitas pertanian sulit ditingkatkan.

Masalah lain yang tak kalah serius adalah menurunnya kualitas air yang digunakan dalam pertanian. Air yang tercemar tidak hanya menurunkan hasil panen, tetapi juga berdampak pada kesehatan petani. Ditambah lagi, masih banyak petani yang belum memiliki akses memadai terhadap pengetahuan dan informasi mengenai inovasi terbaru di bidang pertanian.

Dalam kondisi seperti ini, pertanyaan mendasar pun muncul: di mana suara para Wakil Rakyat?

Sebagai lembaga legislatif, DPR seharusnya tampil di garis depan dalam membela petani. Suara DPR harus kuat, jelas, dan berpihak. Salah satunya melalui inisiatif pengajuan undang-undang yang benar-benar pro-petani, seperti regulasi yang memperkuat perlindungan petani, mempercepat reforma agraria, serta meningkatkan kesejahteraan mereka.

Selain itu, DPR memiliki fungsi pengawasan yang sangat strategis. Kebijakan pemerintah terkait harga gabah, subsidi pupuk, hingga asuransi pertanian harus diawasi secara ketat agar benar-benar berpihak kepada petani, bukan justru menambah beban mereka.

DPR juga semestinya menjadi advokat utama dalam memperjuangkan hak-hak petani—hak atas tanah, hak atas air, serta hak atas akses pasar yang adil. Tanpa pembelaan yang kuat di level kebijakan, petani akan terus berada dalam posisi yang lemah.

Tak kalah penting, DPR harus memperjuangkan peningkatan alokasi anggaran untuk sektor pertanian, terutama bagi program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Pembangunan pertanian tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus tercermin dalam kebijakan anggaran yang nyata.

Di samping itu, DPR perlu membangun komunikasi yang lebih intens dengan petani dan organisasi petani. Dengan begitu, kebutuhan dan aspirasi mereka dapat benar-benar dipahami dan diakomodasi dalam proses pengambilan keputusan.

Namun jika melihat kenyataan saat ini, suara DPR dalam membela petani masih terasa belum efektif. Beberapa faktor tampak memengaruhi situasi tersebut.

Pertama, fungsi pengawasan yang belum berjalan optimal. Kebijakan pemerintah terkait pertanian sering kali berjalan tanpa pengawalan yang kuat dari DPR.

Kedua, advokasi terhadap hak-hak petani masih belum cukup kuat. Persoalan akses tanah, air, dan pasar masih menjadi masalah klasik yang terus berulang.

Ketiga, adanya ketergantungan yang tinggi terhadap pemerintah dalam proses pengambilan keputusan. Kondisi ini membuat suara DPR kerap kehilangan daya tekan politik yang seharusnya dimiliki lembaga legislatif.

Lalu mengapa suara DPR dalam membela petani sering kali terdengar sayup, bahkan nyaris tak terdengar?

Ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Salah satunya adalah minimnya representasi petani dalam struktur politik. Tanpa perwakilan yang kuat, kepentingan petani mudah tersisih dalam proses legislasi.

Selain itu, dominasi kepentingan ekonomi dan politik lain sering kali membuat isu pertanian tidak menjadi prioritas utama. Akibatnya, persoalan petani tenggelam di tengah hiruk-pikuk agenda politik lainnya.

Keterbatasan akses informasi juga menjadi hambatan. Banyak petani yang tidak memiliki saluran efektif untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada para pembuat kebijakan. Ditambah lagi dengan sistem politik dan birokrasi yang panjang serta berbelit-belit.

Karena itulah, penting untuk mulai memikirkan kembali “politik petani” sebagai strategi pemberdayaan dan perlindungan yang berpihak kepada mereka.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat suara petani. Pertama, meningkatkan partisipasi petani dalam proses politik, baik melalui organisasi petani maupun melalui gerakan sosial yang konstruktif.

Kedua, meningkatkan akses informasi agar petani memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih baik dalam menyuarakan kepentingan mereka.

Ketiga, memperkuat representasi petani dalam lembaga legislatif, sehingga aspirasi mereka benar-benar memiliki saluran yang kuat di parlemen.

Sesungguhnya, tidak dapat dipungkiri bahwa berbagai pandangan dan pemikiran mengenai penderitaan petani telah disampaikan oleh DPR. Dalam banyak rapat kerja dengan pemerintah, khususnya di Komisi IV DPR RI, suara pembelaan terhadap petani kerap disampaikan dengan lantang.

Namun persoalannya adalah, mengapa suara tersebut terasa tidak sampai kepada publik?

Ke depan, DPR perlu merancang pola komunikasi yang lebih efektif dan transparan, sehingga sikap dan keberpihakan mereka benar-benar terdengar oleh masyarakat luas.

Pada akhirnya, suara DPR seharusnya lebih mencerminkan kebutuhan nyata (field need) petani, bukan sekadar mengulang narasi yang disampaikan pemerintah.

Sebab tanpa keberpihakan yang nyata, petani akan terus berada di posisi paling rentan—padahal di tangan merekalah masa depan pangan bangsa dipertaruhkan.

(Penulis, Anggota Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Selat Hormuz Terkunci, Indonesia Terjebak dalam Retorika “Omon-Omon”

Next Post

Indonesia Kaya SDA, Tapi Dikelola Pejabat “Pelarian dari Neraka”: Saatnya Belajar dari “The Power of Kepepet” Iran

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP
Komunitas

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Next Post
Indonesia Kaya SDA, Tapi Dikelola Pejabat “Pelarian dari Neraka”: Saatnya Belajar dari “The Power of Kepepet” Iran

Indonesia Kaya SDA, Tapi Dikelola Pejabat “Pelarian dari Neraka”: Saatnya Belajar dari "The Power of Kepepet” Iran

Mencari Benang Merah Teror Andrie Yunus dengan Pernyataan Prabowo “Kita Tertibkan!”

Mencari Benang Merah Teror Andrie Yunus dengan Pernyataan Prabowo "Kita Tertibkan!"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...