• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Selat Hormuz Terkunci, Indonesia Terjebak dalam Retorika “Omon-Omon”

fusilat by fusilat
March 14, 2026
in Feature, Perang
0
Selat Hormuz Terkunci, Indonesia Terjebak dalam Retorika “Omon-Omon”
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nazaruddin

Dunia sedang menahan napas. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons atas eskalasi konflik dengan Israel dan Amerika Serikat bukan lagi sekadar ancaman di atas kertas. Ia adalah lonceng bahaya bagi stabilitas energi global.

Namun di saat negara-negara di Asia bergerak cepat dengan langkah presisi untuk melindungi rakyatnya, pemerintah Indonesia justru terlihat terjebak dalam retorika diplomasi yang tidak relevan—retorika kosong, omon-omon tanpa arah kebijakan yang konkret.

Mitigasi Nyata Versus Himbauan Hampa

Mari melihat kenyataan di depan mata.

Thailand tidak sekadar menghimbau rakyatnya berhemat energi. Pemerintahnya langsung mengambil langkah konkret: membatasi operasional SPBU pada malam hari, mewajibkan kerja dari rumah (WFH) bagi sebagian birokrasi, serta menerapkan kebijakan penghematan energi secara nasional.

Filipina bahkan mengambil langkah lebih radikal dengan memangkas hari kerja menjadi empat hari dalam seminggu untuk mengurangi konsumsi BBM.

Pakistan menutup atau membatasi aktivitas sekolah untuk menekan penggunaan listrik, sekaligus memangkas jatah BBM kendaraan dinas dan menerapkan sistem empat hari kerja.

Bangladesh juga melakukan langkah serupa: membatasi aktivitas sekolah, mengurangi konsumsi listrik nasional, serta memperketat pembelian BBM.

Lalu, apa yang dilakukan Jakarta?

Presiden Prabowo Subianto dan jajarannya baru sebatas menghimbau rakyat agar “waspada”, sembari melontarkan wacana tentang energi alternatif yang infrastrukturnya bahkan belum siap menopang krisis yang bisa datang esok pagi.

Langkah diplomatik dengan meminta agar Iran berunding pun terasa naif. Di mata Teheran, Indonesia bukan lagi mitra strategis seperti Tiongkok. Posisi Jakarta yang semakin condong ke orbit kepentingan Amerika Serikat membuat daya tawar Indonesia di meja diplomasi Timur Tengah menjadi semakin lemah.

Akibatnya sederhana: kapal-kapal Indonesia tertahan di Selat Hormuz. Kita berbicara tentang perdamaian, sementara pasokan energi kita justru bergantung pada jalur laut yang sedang terbakar konflik.

Urat Nadi Energi dan Ancaman Fiskal

Ditutupnya Selat Hormuz bukan sekadar gangguan perdagangan. Bagi Indonesia, ini adalah potensi “serangan jantung” bagi fiskal nasional.

Sebagai negara net-importir minyak, lonjakan harga minyak mentah akan langsung menghantam APBN. Dalam situasi seperti ini, tekanan terhadap nilai tukar rupiah hampir tak terelakkan. Pelarian modal (capital outflow) bisa terjadi sewaktu-waktu, menyeret rupiah ke jurang pelemahan yang lebih dalam.

Tanpa langkah antisipatif yang teknis—misalnya pembatasan konsumsi energi—pemerintah hanya akan dihadapkan pada dua pilihan buruk: membiarkan subsidi energi membengkak hingga menggerus anggaran negara, atau menaikkan harga BBM di tengah daya beli masyarakat yang sudah melemah.

Efek dominonya jelas: inflasi pangan melonjak, biaya produksi naik tajam, dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi ancaman yang nyata.

Ironi Anggaran: Prioritas yang Tersesat

Di tengah ancaman krisis energi dan tekanan terhadap rupiah, keputusan pemerintah mempertahankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru menimbulkan ironi kebijakan.

Program populis yang menyedot anggaran besar itu dipaksakan berjalan tanpa evaluasi serius, padahal risiko global sedang membayangi.

Ketika harga minyak dunia berpotensi melonjak dan kurs dolar terus menekan rupiah, ketidakmauan mengevaluasi program fiskal besar seperti MBG hanya memperlihatkan satu hal: skala prioritas negara yang tidak jelas.

Bagaimana mungkin negara memaksakan program makan siang nasional ketika kepastian energi untuk memasaknya sendiri berada dalam ancaman?

Situasi seperti ini perlahan menggerus kepercayaan publik. Rakyat mulai bertanya: apakah negara benar-benar hadir melindungi mereka, atau sekadar hadir untuk menarik pajak tanpa perlindungan nyata?

Berhenti Berhalusinasi

Indonesia tidak membutuhkan pidato berapi-api jika pada saat yang sama negara tidak mampu memastikan satu liter bensin tersedia bagi rakyatnya.

Diplomasi kata-kata tidak akan mengisi tangki bahan bakar yang kosong. Retorika juga tidak akan mampu menahan jatuhnya nilai tukar rupiah.

Jika negara-negara tetangga mampu mengambil langkah konkret untuk memangkas konsumsi energi dan mengantisipasi krisis, mengapa Indonesia masih terjebak dalam wacana dan teori?

Tanpa langkah teknis yang terukur—dan tanpa keberanian memangkas program anggaran yang boros—Indonesia hanya sedang menunggu waktu untuk lumpuh di tengah badai krisis global yang semakin mendekat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indonesia di Persimpangan: Ketika Negara Menggenggam Ekonomi dan Demokrasi Dipertaruhkan

Next Post

Ketika Petani Menjerit, DPR Harus Berhenti Diam!

fusilat

fusilat

Related Posts

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi
Feature

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Next Post
Hortikultura Jawa Barat: Kaya Potensi, Miskin Keberpihakan

Ketika Petani Menjerit, DPR Harus Berhenti Diam!

Indonesia Kaya SDA, Tapi Dikelola Pejabat “Pelarian dari Neraka”: Saatnya Belajar dari “The Power of Kepepet” Iran

Indonesia Kaya SDA, Tapi Dikelola Pejabat “Pelarian dari Neraka”: Saatnya Belajar dari "The Power of Kepepet” Iran

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...