• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Indonesia di Persimpangan: Ketika Negara Menggenggam Ekonomi dan Demokrasi Dipertaruhkan

Analisa Pengamat Asing

fusilat by fusilat
March 14, 2026
in Feature, Politik
0
Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Pasar keuangan Indonesia sedang gelisah. Indeks merosot, investor mulai ragu, dan pertanyaan yang beredar di ruang-ruang diskusi ekonomi maupun politik terdengar sama: sebenarnya ke mana arah negara ini sedang dibawa?

Selama ini banyak orang berasumsi bahwa pemerintahan baru akan melanjutkan arah kebijakan sebelumnya—melanjutkan stabilitas, menjaga kesinambungan reformasi, dan mempertahankan keseimbangan antara negara, pasar, dan demokrasi. Namun asumsi itu tampaknya keliru sejak awal.

Jika dicermati secara jujur, pemimpin baru Indonesia tidak pernah benar-benar berbicara tentang continuity. Selama lebih dari satu dekade, ia justru secara konsisten mempromosikan visinya sendiri tentang bagaimana negara ini harus diatur. Sebuah visi yang dibangun di atas lima pilar besar—pilar-pilar yang bukan sekadar kebijakan ekonomi biasa, tetapi berpotensi mengubah keseluruhan sistem politik dan ekonomi Indonesia.

Dan di situlah kegelisahan mulai muncul.


Negara sebagai Mesin Pertumbuhan

Pilar pertama adalah gagasan tentang pertumbuhan yang digerakkan negara.

Menurut pandangan ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran lima persen tidak cukup untuk membawa negara ini menjadi negara maju. Targetnya jauh lebih ambisius: pertumbuhan dua digit, minimal 10 persen.

Dalam logika ini, pasar tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Negara harus masuk secara aktif sebagai motor penggerak ekonomi. Karena itu muncul proyek-proyek besar yang dibiayai negara—mulai dari program makan gratis nasional hingga berbagai proyek pembangunan berskala raksasa.

Gagasan dasarnya sederhana: negara harus menjadi lokomotif yang menarik gerbong ekonomi nasional.

Namun sejarah juga menunjukkan bahwa ketika negara menjadi terlalu dominan dalam ekonomi, efisiensi sering kali menjadi korban.


Demokrasi yang “Disederhanakan”

Pilar kedua menyentuh jantung demokrasi: sistem pemilihan kepala daerah.

Dalam pandangan ini, pemilihan langsung dianggap terlalu mahal. Biaya kampanye yang tinggi membuat kandidat mencari dana dari berbagai sumber. Setelah terpilih, mereka dituding mencari cara untuk mengembalikan modal tersebut—sering kali melalui praktik korupsi.

Solusi yang ditawarkan cukup radikal:
Gubernur dan wali kota tidak lagi dipilih langsung oleh rakyat, melainkan oleh DPRD.

Jika diterapkan, perubahan ini akan menggeser pusat kekuasaan dari jutaan pemilih kepada segelintir elite partai politik.

Demokrasi yang lahir dari reformasi 1998—yang memberi rakyat hak langsung memilih pemimpinnya—akan mengalami penyederhanaan drastis.


Menahan Uang Agar Tidak Keluar Negeri

Pilar ketiga adalah nasionalisme ekonomi.

Argumennya: Indonesia kaya sumber daya, tetapi keuntungan besar justru dinikmati negara lain. Terlalu banyak bahan mentah diekspor tanpa diolah, sementara laba perusahaan besar sering mengalir ke luar negeri.

Solusi yang diusulkan antara lain:

  • Melarang ekspor bahan mentah agar diproses di dalam negeri
  • Mewajibkan perusahaan menyimpan keuntungan di bank domestik
  • Menekan konglomerasi besar untuk menanamkan kembali investasinya di Indonesia
  • Mengarahkan dana swasta untuk membiayai program negara

Tujuannya jelas: menjaga uang tetap berputar di dalam negeri.

Namun kebijakan semacam ini juga berisiko membuat investor internasional merasa tidak nyaman.


Ekonomi yang Dikendalikan dari Jakarta

Pilar keempat adalah kontrol terpusat.

Dalam visi ini, pembangunan nasional tidak boleh dibiarkan berjalan secara acak melalui mekanisme pasar atau otonomi daerah. Negara harus mengoordinasikan semuanya dari pusat.

Konsep yang muncul antara lain:

  • Target produksi nasional di sektor pertanian dan sumber daya alam
  • Proyek besar ketahanan pangan yang dikendalikan pemerintah
  • Ribuan koperasi desa yang diorganisir negara
  • Konsep “Indonesia Incorporated”, di mana BUMN, bank, pemerintah daerah, dan konglomerasi bergerak dalam satu arah yang sama

Dalam model ini, pembangunan diarahkan dari Jakarta—bukan lahir dari dinamika pasar atau inisiatif daerah.


Kekuasaan dan Loyalitas Politik

Namun semua gagasan itu tidak mungkin berjalan tanpa satu hal penting: orang-orang yang loyal.

Karena itu pilar kelima sebenarnya bukan kebijakan ekonomi, melainkan strategi politik. Partai politik dibangun, kader dilatih, dan jaringan loyalis ditempatkan di berbagai posisi strategis—mulai dari kementerian, lembaga negara, hingga sektor keamanan.

Logikanya sederhana:
jika ingin mengubah arah ekonomi dan sistem politik negara, orang yang menjalankan sistem itu harus sejalan dengan visi yang sama.


Sebuah Reset Politik?

Di sinilah pertanyaan terbesar muncul.

Jika lima pilar tersebut dijalankan sepenuhnya, sistem politik Indonesia saat ini mungkin tidak lagi cukup untuk menampungnya. Karena itu muncul wacana yang jauh lebih besar: kembali ke Konstitusi asli 1945.

Jika itu benar-benar terjadi, dampaknya sangat besar:

  • Otonomi daerah bisa dikurangi dan kekuasaan kembali dipusatkan di Jakarta
  • Mahkamah Konstitusi bisa dihapus sehingga undang-undang tidak lagi diuji secara konstitusional
  • MPR kembali menjadi lembaga tertinggi negara
  • Presiden tidak lagi dipilih langsung oleh rakyat
  • Batas masa jabatan presiden bisa dihapus

Singkatnya, Indonesia akan mengalami reset politik terbesar sejak Reformasi 1998.


Antara Ambisi dan Risiko

Di satu sisi, visi ini menawarkan sesuatu yang menggoda: negara kuat, pertumbuhan tinggi, dan ekonomi yang lebih nasionalis.

Namun di sisi lain, pertanyaannya juga besar:
berapa harga yang harus dibayar untuk itu?

Sejarah Indonesia telah menunjukkan bahwa negara yang terlalu kuat sering kali berjalan berdampingan dengan demokrasi yang melemah. Reformasi 1998 lahir justru untuk menghindari konsentrasi kekuasaan seperti itu.

Karena itu kegelisahan pasar mungkin hanya gejala permukaan dari sesuatu yang jauh lebih dalam.

Bukan sekadar soal ekonomi.

Melainkan tentang arah masa depan republik ini: apakah Indonesia akan tetap menjadi demokrasi yang terbuka, atau perlahan bergerak menuju model negara yang lebih terpusat dan terkendali.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ada Dua Gelombang Puncak Arus Mudik 2026, Catat Waktunya

Next Post

Selat Hormuz Terkunci, Indonesia Terjebak dalam Retorika “Omon-Omon”

fusilat

fusilat

Related Posts

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi
Feature

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026
Next Post
Selat Hormuz Terkunci, Indonesia Terjebak dalam Retorika “Omon-Omon”

Selat Hormuz Terkunci, Indonesia Terjebak dalam Retorika “Omon-Omon”

Hortikultura Jawa Barat: Kaya Potensi, Miskin Keberpihakan

Ketika Petani Menjerit, DPR Harus Berhenti Diam!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

Dari Jalanan ke Kursi Kekuasaan: Ketika Aktivis Menjadi Peredam Demokrasi

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist