• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

INDONESIA, RAKSASA BARU BERAS DI ASEAN: Mimpi Lama yang Mulai Jadi Nyata

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
May 5, 2025
in Economy, Feature
0
Terbukti Proyek Gagal dan Tak Layak, , Cak Imin Tak Berminat Lanjutkan Food Estate Jika Terpilih
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH: ENTANG SASTRAATMADJA – Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat


Kementerian Pertanian (Kementan) menyampaikan bahwa produksi beras Indonesia diproyeksikan mencapai 34,6 juta ton sepanjang tahun 2025. Proyeksi ini bersumber dari laporan terbaru Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), lembaga yang selama ini dikenal akurat dalam memberi prediksi agrikultur global. Angka ini memunculkan harapan baru: bahwa Indonesia bisa menjadi raksasa beras di kawasan ASEAN.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moh Arief Cahyono, menegaskan bahwa jumlah ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan produksi beras tertinggi di ASEAN tahun ini. Bahkan produksi nasional pada semester I/2025 melonjak tajam sebesar 11,17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) turut mendukung optimisme ini. Produksi padi Januari–Juni 2025 diperkirakan mencapai 32,57 juta ton Gabah Kering Giling (GKG)—naik 3,27 juta ton dibanding semester I/2024. Produksi beras turut terdongkrak menjadi 18,76 juta ton, atau naik 1,89 juta ton dari tahun sebelumnya. Hasilnya: pemerintah memutuskan menyetop impor beras mulai tahun 2025.

Keputusan berani ini tidak hanya berbasis pada naiknya produksi semata. Ada serangkaian pertimbangan strategis lainnya:

  1. Meningkatkan kemandirian pangan, sebagai pilar ketahanan nasional.
  2. Mendukung petani lokal, dengan memaksimalkan permintaan pasar domestik.
  3. Menghemat devisa, yang sebelumnya tergerus untuk pembelian beras luar negeri.
  4. Meningkatkan kualitas konsumsi, karena beras lokal dinilai lebih segar dan sesuai lidah rakyat Indonesia.

Namun, penghentian impor tak boleh dilakukan dengan gegabah. Peningkatan produksi dan jaminan kualitas harus konsisten, agar tidak jadi euforia sesaat yang berbalik menjadi krisis pangan.

Naiknya produksi beras dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan keseriusan pemerintahan Presiden Prabowo dalam menggenjot sektor pertanian. Pemerintah tidak lagi hanya berwacana soal swasembada, tapi mulai menghadirkan kebijakan nyata di lapangan. Betapa ironis jika negeri agraris ini, sejak merdeka 80 tahun lalu, belum pernah betul-betul mencapai swasembada pangan.

Dalam konteks ini, Prabowo dan Kabinet Merah Putih memberi angin segar. Terlebih, Presiden Prabowo bukan asing dalam dunia pertanian. Pengalamannya selama 10 tahun memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menjadi modal besar dalam memahami persoalan petani hingga ke akar rumput.

Salah satu terobosan penting adalah kebijakan “Satu Harga Gabah”. Langkah ini menyelamatkan petani dari permainan tengkulak dan mafia pasar saat panen raya. Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan di angka Rp 6.500/kg memberi rasa aman bagi petani. Alhasil, petani tak lagi was-was menanam, bahkan kini berani memproduksi lebih banyak dan menjual langsung ke Perum Bulog.

Dengan kombinasi dukungan politik, strategi ekonomi, dan kepercayaan petani, proyeksi produksi beras nasional sebesar 34,6 juta ton di tahun 2025 bukanlah angka mustahil. Indonesia resmi menyandang predikat ‘Raksasa Beras ASEAN’.

Namun, di balik euforia ini, tantangan masih menanti: bisakah kita mempertahankan bahkan meningkatkan capaian ini secara berkelanjutan? Swasembada pangan bukan hanya soal angka, tapi juga soal keadilan agraria, regenerasi petani, dan daya saing produk lokal.

Jika Pemerintahan Prabowo konsisten dan tetap berpihak pada petani, bukan tak mungkin, dalam waktu dekat, Indonesia bukan hanya jadi raksasa di ASEAN, tapi menjadi lumbung pangan Asia.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

AKBP Oloan Siahaan, Kapolres Belawan  Kondisinya  Semakin Membaik

Next Post

Bila Indonesia Bisa Swasembada: Negeri 275 Juta yang Menjadi Raksasa Setelah Cina

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Next Post
Bila Indonesia Bisa Swasembada: Negeri 275 Juta yang Menjadi Raksasa Setelah Cina

Bila Indonesia Bisa Swasembada: Negeri 275 Juta yang Menjadi Raksasa Setelah Cina

Presiden Berencana Luncurkan Sejumlah Program Pada Momen Hardiknas

Tak Punya Kandidat Kuat, Parpol Lakukan Deklarasi Dini Untuk pencalonan Prabowo Subianto Presiden Tahun 2029

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...