• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Ini Alasan Sisingamangaraja XII Menentang Kristenisasi Belanda

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
November 14, 2022
in News
0
Islam dan Spirit Kesetaraan
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Fusilatnews.com – Salah satu tujuan kedatangan bangsa Eropa, termasuk Belanda, ke Indonesia adalah untuk menyebarkan agama Kristen atau gospel. Dalam setiap pelayaran, biasanya bangsa Belanda membawa misionaris yang bertugas sebagai penyebar agama Kristen Protestan. Salah satu daerah tujuan misionaris Belanda adalah tanah Batak, Sumatera Utara.

Dikutip Kompas.com, Kamis (10/11/2022), misionaris Belanda pertama kali menginjak tanah Batak pada sekitar tahun 1825-an, dan sejak saat itu berhasil mendapat kepercayaan sebagian masyarakat. Namun, kehadiran para misionaris Belanda yang menyebarkan agama Kristen tidak disetujui oleh Sisingamangaraja XII, hingga menjadi salah satu pemicu meletusnya Perang Batak (1878-1907).

Ya, mengapa Sisingamangaraja XII menentang Kristenisasi yang dilakukan Belanda? Sisingamangaraja XII adalah “raja” terakhir di tanah Batak yang memimpin Perang Batak atau Perang Sisingamangaraja. Hingga pertengahan abad ke-19, tanah Batak masih bebas dari kekuasaan Belanda. Struktur masyarakat di tanah Batak didasarkan pada bentuk kesatuan ikatan-ikatan kampung atau huta. Tiap kesatuan huta, yang diperintah oleh raja huta, didiami oleh satu marga.

Selain itu, terdapat horja (gabungan beberapa huta), yang di atasnya terdapat bius (gabungan beberapa horja). Dari beberapa bius, terbentuk kesatuan wilayah yang lebih luas, yakni kesatuan negeri yang dipimpin oleh Sisingamangaraja.

Masyarakat Batak memandang Sisingamangaraja tidak hanya sebagai pemimpin politik, tetapi juga sebagai seorang “raja” yang bersifat ilahi, yang memiliki kekuatan karismatik yang dapat memberi keselamatan, perlindungan, dan kesejahteraan.

Dengan adanya kepercayaan terhadap pemimpin seperti itu, masyarakat Batak yang terdiri atas banyak marga dapat disatukan dalam satu ikatan negeri.

Alasan Sisingamangaraja XII menentang Kristenisasi

Sebagai masyarakat yang masih hidup dalam alam tradisional, kehendak untuk mempertahankan tradisi-tradisi yang berlaku pada lingkungan hidupnya sangat besar. Sebaliknya, kecenderungan untuk menolak pengaruh dari luar yang dianggap dapat mengganggu tradisi itu menjadi besar pula.

Itulah yang terjadi saat Sisingamangaraja XII melihat kekuasaan Belanda semakin meluas, bahkan pengaruhnya telah sampai di tanah Batak. Sisingamangaraja XII, yang memimpin Perang Batak (1878-1907), mulai melakukan serangan terhadap pos-pos Belanda. Tuntutan Perang Batak cukup jelas, yakni mengusir tentara Belanda dari tanah Batak dan menolak kehadiran para misionaris yang menyebarkan agama Kristen.

Alasan Sisingamangaraja XII menentang Kristenisasi yang dilakukan Belanda adalah adanya kekhawatiran bahwa perkembangan agama Kristen akan menghilangkan tatanan tradisional masyarakat Batak, khususnya dalam hal kepercayaan dan bentuk kesatuan negeri yang telah ada sejak zaman dulu.

Selain itu, Sisingamangaraja XII beranggapan bahwa Kristenisasi merupakan alat pemerintah kolonial Belanda untuk menganeksasi wilayahnya. Pada sekitar 1850-an, para misionaris Belanda telah berhasil mendapat kepercayaan sebagian masyarakat Batak. Salah satu misionaris terkemuka saat itu adalah Ludwig Ingwer Nommensen, yang dianggap semacam tokoh suci oleh kalangan orang Batak Protestan.

Namun, kehadiran para misionaris di tanah Batak, khususnya di dataran tinggi Toba, tidak disetujui oleh Sisingamangaraja XII. Penolakan Sisingamangaraja XII sangat beralasan. Berdasarkan laporan resmi lembaga penginjilan Jerman Rheinische Missions-Gessellschaft (RMG) yang bergerak di Sumatera dalam majalah BRMG tahun 1869 dan 1871, para misionaris pernah membuat pernyataan yang mendukung aneksasi tanah Batak.

Bagi pemerintah kolonial, Kristenisasi memiliki fungsi yang cukup strategis. Dengan berpindah agama menjadi Kristen, orang Batak tidak akan menimbulkan masalah bagi Belanda.

Pada 1877, Sisingamangaraja XII bekerja sama dengan Aceh untuk mengusir para misionaris yang dianggap sebagai pelopor kekuasaan Belanda. Kemudian, pada Januari 1878, para misionaris diperintahkan untuk segera meninggalkan wilayah Sisingamangaraja XII. Karena peristiwa ini, para misionaris meminta bantuan tentara Belanda, yang memicu Perang Batak.

Dalam laporan resmi lembaga penginjilan Jerman Jahresberichte der Rheinischen Missions-Gessellschaft, para misionaris bukan hanya berperan mendampingi tentara kolonial, tetapi juga berupaya melemahkan semangat perjuangan rakyat Batak sekaligus memuluskan upaya penjajahan Belanda di wilayah ini. (F-2) 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Iriana Jokowi Sempat Terpeleset di Tangga Pesawat, Duh!

Next Post

Jokowi Diprediksi Segera Copot Menteri Nasdem, Imbas Deklarasi Capres Anies, Kok Bisa?

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

News

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026
Feature

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras
News

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Next Post
Bahas Cawapres, AHY dan Surya Paloh Bertemu Rabu ini

Jokowi Diprediksi Segera Copot Menteri Nasdem, Imbas Deklarasi Capres Anies, Kok Bisa?

Dari Jakarta, Medan, Terus ke Seluruh Indonesia

Hasil Survei di Jakarta: Anies Menang Telak atas Ganjar dan Prabowo!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026
China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist