• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

IOC Tantang Indonesia Gelar Olimpiade Tandingan

fusilat by fusilat
October 24, 2025
in Feature, Sport
0
IOC Tantang Indonesia Gelar Olimpiade Tandingan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Mantan Sekjen Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN)

Jakarta – Komite Olimpiade Internasional atau International Olympic Committee (IOC) mendesak seluruh federasi olahraga internasional untuk tidak menyelenggarakan acara di Indonesia, setelah negara anggota IOC ini melarang pesenam Israel ikut bertanding di ajang Gymnastic World Championship di Jakarta bulan ini dengan tidak memberikan visa.

Sikap tegas Indonesia ini terkait serangan Israel atas Palestina di Gaza.

IOC kemudian memutuskan untuk “mengakhiri segala bentuk dialog” dengan Komite Olimpiade Nasional Indonesia “mengenai penyelenggaraan Olimpiade, Olimpiade Remaja, acara-acara terkait Olimpiade, termasuk konferensi pers di masa mendatang”.

Jika kita berkaca pada sikap tegas Bung Karno di masa lalu, sikap IOC itu merupakan tantangan bagi Indonesia untuk menyelenggarakan Olimpiade tandingan, meskipun larangan IOC itu hanya menyangkut Indonesia sebagai tuan rumah, bukan keikutsertaan Indonesia di Olimpiade.

Beranikah Presiden Prabowo Subianto bersikap tegas seperti Bung Karno? Beranikah Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir bersikap tegas seperti Maladi, Menteri Olahraga di era Bung Karno?

Lantas, sejauh ini seperti apa sikap Indonesia terhadap langkah IOC yang melarang Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade dan semua event olahraga internasional?

Erick Thohir mengatakan pemerintah Indonesia memahami keputusan IOC tersebut, tapi juga memiliki alasan untuk tidak menerima tim Israel, yakni “untuk menjaga keamanan, ketertiban umum dan kepentingan publik dalam setiap penyelenggaraan event internasional.”

Pihaknya, kata Erick, tetap berkomitmen mempersiapkan “blueprint” (cetak biru) pembangunan olahraga nasional, termasuk penguatan 17 cabang olahraga unggulan serta pembangunan pusat latihan tim nasional.

Sikap Erick itu masih terlalu lembek. Mestinya bekas Menteri BUMN itu bisa sedikit keras: Indonesia siap menggelar Olimpiade tandingan!

Dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (24/10/2025), ini bukan kali pertama Indonesia mendapat sanksi dari IOC. Pada 1963, Indonesia juga pernah dikenai hukuman dari IOC karena alasan yang sama, yakni menolak kehadiran atlet Israel. Bahkan, akibat sanksi tersebut Presiden Soekarno sampai membuat Olimpiade tandingan menyaingi Olimpiade bentukan IOC sebagai bentuk melawan Barat.

Sanksi IOC terhadap Indonesia bermula dari Asian Games ke-4 di Jakarta pada 1962. Saat menjadi tuan rumah, Indonesia menolak memberikan visa kepada atlet Israel dan Taiwan karena alasan politik.

Bagi Indonesia, mengundang Israel sama saja mengakui penjajah Palestina. Sementara Taiwan tak diakui sebagai negara karena dianggap bagian dari Republik Rakyat China (RRC).

Keputusan itu berbuntut panjang. Pada Februari 1963, IOC menilai Indonesia mencampuradukkan politik dengan olahraga dan memutuskan mencabut keanggotaan sekaligus menunda partisipasi Indonesia di ajang Olimpiade. IOC lalu menyatakan akan mencabut penangguhan tersebut jika Indonesia berjanji untuk tidak mengulanginya.

Alih-alih tunduk, keputusan IOC ramai-ramai ditentang para pejabat terkait. Menteri Olahraga Maladi mengecam langkah IOC dengan keras dan menyebut organisasi tersebut sombong dan sewenang-wenang.

“Tindakan yang dikendalikan oleh nafsu kesombongan dan haus kewenangan. Keputusan itu 100% dipengaruhi oleh oknum-oknum IOC yang menjadi kaki-tangan Taiwan dan Israel,” ungkap Maladi.

Maladi juga menilai keputusan IOC jauh dari semangat Olimpiade yang sebenarnya. Dia menuding lembaga tersebut menerapkan standar ganda.

Indonesia mencontohkan Olimpiade 1948 di Inggris ketika Jepang dan Jerman tidak diundang karena dendam Perang Dunia II. Amerika Serikat pun pernah menolak atlet Jerman Timur bertanding di negaranya.

Namun, dalam dua kasus itu, IOC tidak memberikan sanksi apa pun, berbeda dengan perlakuan terhadap Indonesia.

“Komposisi IOC jelas menunjukkan kepincangan di mana wakil-wakil negara imperialis bercokol kuat di dalamnya,” ungkap Maladi.

Buat Olimpiade Tandingan

Kabar pencabutan keanggotaan itu membuat Presiden Soekarno mengeluarkan perintah, yakni memerintahkan Indonesia keluar dari IOC dan mendirikan Olimpiade tandingan.

“Saudara-saudaraku, selain perintah untuk keluar dari IOC, saya juga perintahkan: Persiapkan GANEFO secepat-cepatnya, Games of The New Emerging Forces, untuk Asia, Afrika, Amerika Latin, dan negara-negara sosialis lainnya,” ujar Soekarno.

GANEFO merupakan ajang olahraga bagi negara-negara Nefo. Sejak 1961, Soekarno membagi dunia menjadi dua kelompok, yakni Oldefo dan Nefo. Oldefo adalah The Old Established Forces yang berisi negara-negara imperialis, terutama dari Barat. Sementara Nefo adalah New Emerging Forces yang terdiri dari negara-negara baru merdeka yang melawan imperialisme. Oleh sebab itu, GANEFO hanya diikuti oleh negara-negara Nefo di kawasan Asia-Afrika.

Dalam surat pengunduran diri dari IOC, Indonesia menilai badan Olimpiade tersebut telah melanggar Olympic Charter dan hukuman terhadap Indonesia tidak sah secara hukum.

Indonesia juga menuding IOC telah mengorbankan kepentingan besar demi manuver politik segelintir pihak.

“IOC telah mengorbankan kepentingan kurang lebih 200 juta rakyat Asia hanya untuk dapat meladeni manuver politik Israel dan Taiwan. Karenanya Indonesia merasa tidak ada gunanya menjadi anggota IOC dan memutuskan keluar dari IOC,” tulis pemerintah Indonesia.

Soekarno kemudian menepati janjinya. Pada 10-22 November 1963, Indonesia resmi menggelar Olimpiade tandingan GANEFO (Games of the New Emerging Forces) di Jakarta. Sebanyak 10 negara dari Asia, Afrika, hingga Eropa berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Keberhasilan GANEFO membuat perhatian dunia tertuju pada Indonesia. Bagi Soekarno, ajang ini bukan hanya kompetisi olahraga, melainkan pernyataan sikap politik bangsa-bangsa tertindas terhadap imperialisme internasional.

Setelah GANEFO I di Jakarta, GANEFO II digelar di Kamboja tiga tahun kemudian. Awalnya, GANEFO direncanakan menjadi ajang rutin, tetapi rencana tersebut tidak pernah terealisasi.

Meski begitu, GANEFO tetap dikenang sebagai simbol perlawanan Indonesia terhadap dominasi Barat dalam dunia olahraga dan politik global.

Jika Indonesia berani menggelar Olimpiade tandingan maka itu akan menjadi simbol perlawanan terhadap Israel yang didukung Barat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Empati yang Tersisa di Balik Tameng Polisi

Next Post

Bulog: Dari Raksasa Tidur BUMN ke Lembaga Pangan yang Berdaulat

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Jokowi Menyerah, Produksi Beras Tak Mampu Penuhi Kebutuhan Beras, Indonesia Sulit Hentikan Impor Beras

Bulog: Dari Raksasa Tidur BUMN ke Lembaga Pangan yang Berdaulat

14 Abad Lalu Muhammad Kirim “Surat Cinta” kepada Umat Akhir Zaman

14 Abad Lalu Muhammad Kirim "Surat Cinta" kepada Umat Akhir Zaman

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...