• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

“Iran War”: Narasi Siapa, Perang Siapa?

Ali Syarief by Ali Syarief
March 17, 2026
in Feature, Perang
0
“Iran War”: Narasi Siapa, Perang Siapa?
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam setiap perang, peluru pertama tidak selalu menentukan siapa yang akan disalahkan. Yang menentukan justru siapa yang menguasai narasi.

Konflik yang hari ini populer disebut sebagai “Iran War” menyimpan paradoks mendasar: secara kronologis, serangan militer besar justru diawali oleh Israel dan Amerika Serikat. Namun dalam konstruksi wacana global, Iran tampil sebagai aktor utama—bahkan seolah-olah pemicu perang. Di sinilah kita berhadapan bukan hanya dengan konflik militer, tetapi juga dengan konflik makna.

Fakta yang Terabaikan: Siapa yang Memulai?

Pada 28 Februari 2026, Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan udara dan rudal terkoordinasi ke berbagai target strategis di Iran.
Operasi ini bahkan disebut sebagai serangan “pre-emptive” (serangan pendahuluan) oleh pihak Israel sendiri.

Serangan tersebut bukan simbolik—melainkan menghantam fasilitas militer, infrastruktur, hingga pusat kekuasaan Iran.

Baru setelah itu Iran melakukan serangan balasan dalam bentuk rudal dan drone ke Israel dan pangkalan AS di kawasan.

Bahkan dalam beberapa laporan, konflik 2026 secara eksplisit disebut “dimulai oleh serangan Amerika–Israel terhadap Iran.”

Namun, menariknya, yang mengemuka bukan istilah “US-Israel War on Iran”, melainkan “Iran War”.

Distorsi Bahasa: Dari Agresor Menjadi Subjek

Bahasa bukan alat netral. Ia adalah alat kekuasaan.

Penyebutan “Iran War” secara halus menggeser posisi Iran dari objek serangan menjadi subjek konflik. Ini adalah teknik klasik dalam propaganda:

  • Pelaku awal dikaburkan

  • Respons dibingkai sebagai agresi

  • Korban diposisikan sebagai ancaman

Fenomena ini bukan hal baru. Pada 2024, serangan Iran ke Israel juga disebut luas sebagai agresi, padahal itu merupakan balasan atas pengeboman konsulat Iran di Damaskus oleh Israel—yang secara hukum internasional dianggap wilayah kedaulatan Iran.

Artinya, pola framing sudah berulang:
aksi Israel → reaksi Iran → narasi global menyalahkan Iran.

Propaganda: Sadar atau Struktural?

Apakah ini propaganda yang disengaja?

Jawabannya: bisa dua-duanya.

  1. Propaganda sadar (deliberate framing)
    Negara dengan kekuatan media global—terutama Amerika Serikat dan sekutunya—memiliki kemampuan untuk menentukan istilah, framing, dan angle berita. Penyebutan konflik sering kali mengikuti kepentingan geopolitik: siapa yang ingin dijadikan “ancaman global”.

  2. Propaganda struktural (systemic bias)
    Bahkan tanpa konspirasi eksplisit, media global cenderung mengikuti:

    • sumber resmi Barat

    • framing keamanan ala NATO

    • narasi “stabilitas vs ancaman”

    Akibatnya, Iran secara otomatis diposisikan sebagai “troublemaker”, sementara tindakan Israel atau AS dianggap “defensif” atau “preventif”.

Dalam konteks modern, propaganda bahkan diperkuat oleh disinformasi digital dan AI, yang memperkeruh persepsi publik tentang siapa yang menyerang siapa.

Proxy War atau Proxy Narrative?

Sering konflik ini disebut sebagai “proxy war”—perang melalui perantara (milisi, kelompok regional, dll.). Itu benar secara militer.

Namun yang lebih halus adalah proxy narrative:
narasi yang tidak langsung, tetapi membentuk kesimpulan publik tanpa perlu menyatakan fakta secara utuh.

Contohnya:

  • Tidak menyebut siapa menyerang dulu

  • Menggunakan istilah netral yang bias (“eskalasi Iran”)

  • Menonjolkan balasan, bukan pemicu

Hasil akhirnya: publik global menerima realitas yang sudah “disunting”.

Kesimpulan: Perang Dimenangkan di Dua Medan

Perang ini tidak hanya berlangsung di langit Teheran atau Tel Aviv. Ia juga berlangsung di ruang redaksi, timeline media sosial, dan pikiran publik dunia.

Secara militer, mungkin peluru pertama datang dari Israel dan Amerika.
Namun secara naratif, peluru pertama justru ditembakkan oleh bahasa.

Dan ketika sebuah perang dinamai “Iran War”, pertanyaan pentingnya bukan lagi siapa menyerang lebih dulu—
melainkan: siapa yang berhasil menentukan cerita.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Perang Israel/USA~Iran Menghapus Peta Liburan Dunia

Next Post

Efisiensi atau Ilusi? Ketika Negara Mengencangkan Ikat Pinggang Rakyat

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Pidato Prabowo yang Membuat Perut Kembung

Efisiensi atau Ilusi? Ketika Negara Mengencangkan Ikat Pinggang Rakyat

Nasib BoP di Tengah Runtuhnya Dominasi Amerika Serikat dan Peta Baru Timur Tengah

Nasib BoP di Tengah Runtuhnya Dominasi Amerika Serikat dan Peta Baru Timur Tengah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...