• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Isu Politik Identitas, Taktik Adu Domba Pemecah Bangsa

fusilat by fusilat
November 14, 2022
in Feature
0
Deklarasi Anies Sebagai Capres Dikaitkan Tragedi Kanjuruhan, NasDem Ungkap Ini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pengumuman deklarasi Calon Presiden 2024 di Nasdem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : M Chozin Amirullah

MEDIA sosial kita setiap hari dibombardir dengan isu politik identitas. Isu tersebut dilempar oleh orang-orang yang kita tahu siapa saja aktornya. Belakangan, pelempar isu identitas terpeleset sendiri oleh isu yang dia gulirkan. Dia adalah Ade Armando.

Ade dengan terang benderang menghasut dengan isu politik identitas. Dia menyatakan bila umat Kristen terbelah, Anies akan menang. Secara nyata dia mengatakan bahwa umat Kristen jangan sampai memilih Anies. Sebuah pesan hasutan entah untuk keberapa kali.

Ini tentu saja bukan yang pertama dia lakukan bersama gengnya yang tidak perlu disebutkan namanya. Bisa geer mereka. Beberapa waktu lalu, temannya juga merendahkan seorang ustazah dari Jawa Timur. Sempat ngotot, tapi akhirnya ngeper juga dan datang ke pesantren untuk meminta maaf.

Di waktu lain rekan yang lain menulis status yang menyudutkan para santri Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi Tasikmalaya. Narasi yang dia tulis pada foto santri yang sedang mengaji tersebut adalah “ADEK2KU CALON TERORIS YG ABANG SAYANG”. Sangat provokatif dan mengandung judgement tanpa dasar.

Melihat isu-isu yang dilempar kelompok tersebut, mereka dengan terang benderang memainkan politik identitas. Ibarat kata, mereka menggunakan cara “lempar batu sembunyi tangan”. Mereka melempar isu politik identitas, lalu melabelkannya pada orang lain, khususnya Anies Baswedan.

Padahal, bila mau sedikit jeli dan teliti, tidak pernah Anies Baswedan melempar isu politik identitas. Bila ada buktinya, ucapan atau tindakan Anies yang menggunakan politik identitas, silakan tunjukkan buktinya. Ingat, ucapan dan tindakan Anies ya. Bukan orang lain.

Anies selama memimpin Jakarta, terbukti jadi pemimpin yang mengayomi semua umat beragama. Semua mendapat perlakuan yang sama. Jakarta International Stadium misalnya, bisa digunakan untuk acara umat Muslim juga umat Kristiani. Tidak ada yang dibedakan.

Ruang publik di Jakarta, disiapkan oleh Anies untuk Christmas Carol. Itu inisiatif Anies sebagai pemimpin. Bukan permintaan dari pihak tertentu. Umat Hindu Bali di Jakarta, mendapatkan bantuan mesin kremasi modern untuk proses kremasi dan juga Ngaben.

Apakah kebijakan-kebijakan tersebut menunjukkan penerapan politik identitas? Sama sekali tidak. Semua diberikan haknya dengan sama. Ada keadilan dan kesetaraan dalam setiap kebijakan yang diambil dan dijalankan Anies.

Setiap kebijakan Anies selalu mengedepankan toleransi, kesetaraan, dan keadilan. Sejak maju dalam Pilkada DKI, Anies sendiri menyatakan bahwa dalam kompetisi pemilihan gubernur, dia tidak merasa berhadapan dengan musuh. Ia hanya berhadapan dengan lawan tanding. Ibarat sebuah permainan badminton. Jadi tetap dijalankan dengan penuh kegembiraan kompetisi tersebut.

Meskipun tak ada bukti sama sekali bahwa Anies menerapkan politik identitas, mengapa tuduhan itu selalu diembuskan? Rasanya ada hubungannya dengan faktor ekonomi.

Orang-orang yang melemparkan isu tersebut, kemungkinan besar mendapatkan cuan dengan melempar isu tersebut. Kemungkinan besar memang ada pihak yang memesan geng ini untuk melempar isu itu dan menciptakan polarisasi.

Entah apa tujuan mereka melempar isu yang menciptakan polarisasi dan memecah persatuan anak bangsa. Tak ada yang tahu pasti, kecuali mereka berbicara sendiri atau pihak yang mendanainya mengungkapkan alasannya. 

M Chozin Amirullah pengamat sosial dan Ketua Gerakan Turuntangan

Dikutip Rmol.id Senin, 14 November 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Elon Musk : Indonesia Punya Masa Depan Cerah

Next Post

Presiden Jokowi Minta Jepang Lanjutkan Proyek MRT Jakarta

fusilat

fusilat

Related Posts

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup
Economy

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar
Feature

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip
Feature

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Next Post
Presiden Jokowi Minta Jepang Lanjutkan Proyek MRT Jakarta

Presiden Jokowi Minta Jepang Lanjutkan Proyek MRT Jakarta

Akui Suap Pengurusan Perkara di MA, Pengacara : Moral Kami Rendah, Siap Dihukum Seberat Beratnya

Ini Hakim Agung yang Jadi Tersangka Baru KPK: Gazalba Saleh!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

April 25, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

Negara Katanya Sehat, Tapi Mengapa Terlihat Sesak Napas?

April 25, 2026
Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist