• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Jangan Sampai Prabowo Dijuluki “Bapak Omon-Omon”

Ali Syarief by Ali Syarief
October 27, 2025
in Birokrasi, Feature, Tokoh/Figur
0
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam sejarah politik Indonesia, kita punya banyak “Bapak” — Bapak Proklamator, Bapak Pembangunan, Bapak Reformasi, dan entah siapa lagi yang sebentar lagi mungkin diusulkan jadi Bapak Segala Sesuatu. Tapi jangan sampai daftar kehormatan itu kelak ditambah satu gelar baru: Bapak Omon-Omon.

Istilah “omon-omon” ini bukan bahasa ilmiah. Ia bukan pula teori politik atau ideologi baru. Ia berasal dari kehidupan rakyat jelata, artinya kira-kira “banyak ngomong tapi hasilnya entah ke mana.” Dalam dunia politik, ini setara dengan “janji yang tak kunjung jadi nasi.” Dan konon, rakyat sudah kenyang dengan hidangan janji seperti itu — sudah dari zaman lontong belum dibungkus plastik.

Kini, perhatian publik sedang tertuju pada Prabowo Subianto, sang Menteri Pertahanan yang naik pangkat menjadi Presiden. Rakyat menunggu dengan mata setengah berharap, setengah mengantuk — karena sudah sering menunggu janji ditepati, tapi yang datang justru peresmian patung atau kunjungan ke kandang sapi.

Kita maklum, berpidato itu lebih mudah daripada membangun rumah sakit. Apalagi pidato yang disiarkan langsung di televisi dan dibumbui dengan musik heroik, seolah-olah setiap kalimatnya akan menyelamatkan bangsa dari kebodohan dan kemiskinan. Tapi ingat, rakyat bukan penonton sinetron. Mereka hafal pola cerita: tokoh utamanya selalu tampak gagah di awal, lalu mulai linglung di tengah jalan, dan akhirnya menyalahkan keadaan di akhir episode.

Mahbub Djunaidi pernah menulis bahwa politik di negeri ini kerap seperti dagelan, di mana rakyatnya sudah tahu siapa badutnya, tapi tetap membeli tiket pertunjukan. Kini kita menghadapi situasi yang mirip. Prabowo, yang dulu dielu-elukan karena gagasan besar dan semangatnya yang membara, jangan sampai justru terjebak menjadi pemain utama dalam sandiwara omon-omon: pidato besar, aksi kecil, dan hasil nihil.

Rakyat tidak butuh pemimpin yang pandai berbicara di podium dengan wajah bersemangat seperti memimpin pasukan perang. Mereka butuh pemimpin yang diam-diam bekerja, seperti petani yang mencangkul tanpa berorasi. Bukan pemimpin yang memelihara “narasi” tapi lupa menanam “aksi”.

Apalagi jika setiap janji disertai kalimat, “akan kita kaji,” “sedang dalam proses,” atau “nanti setelah kondisi memungkinkan.” Itu tanda-tanda dini penyakit omon-omon kronis — penyakit yang membuat pemimpin tampak sibuk berbicara tapi tak pernah bergerak. Kalau dibiarkan, rakyat akan memberi gelar baru: Bapak Wacana Abadi.

Jangan sampai sejarah mencatat, setelah semua drama dan perjuangan menuju kursi presiden, Prabowo hanya dikenang sebagai pemimpin yang pandai berpidato tapi gagal membumikan janji. Negeri ini sudah terlalu lama menjadi laboratorium kata-kata: pembangunan, transformasi, hilirisasi — semua terdengar canggih di seminar, tapi di warung kopi rakyat tetap sibuk menambal utang dan menahan lapar.

Kita masih berharap, Prabowo bukan tokoh yang akan menambah daftar panjang para pemimpin yang “berhasil bicara tapi gagal bekerja.” Rakyat sudah letih menunggu pencerahan dari langit, sementara yang mereka butuhkan sebenarnya cuma keadilan di bumi.

Jadi, sebelum semuanya terlambat, mari kita ingatkan dengan lembut tapi tegas: Pak Prabowo, jangan sampai Anda dikenang bukan sebagai Bapak Pemersatu, bukan pula Bapak Kedaulatan, melainkan Bapak Omon-Omon.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Multi Kejahatan Jokowi Melalui Whoosh – Alat Kampanye, Lahan Korupsi, dan Beban Bangsa

Next Post

Pahlawan daripada Soeharto

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo
Birokrasi

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Next Post
Pahlawan daripada Soeharto

Pahlawan daripada Soeharto

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Bayang Jokowi Masih di Atas Langit Kekuasaan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...