• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Jangan Ulangi Jepang! Saatnya Indonesia Waspada Krisis Beras

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
June 13, 2025
in Economy, Feature
0
Jangan Ulangi Jepang! Saatnya Indonesia Waspada Krisis Beras
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastaatmadja – (Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Jepang kini tengah menghadapi krisis beras yang mencemaskan. Lonjakan harga akibat gelombang panas ekstrem yang menghancurkan panen membuat masyarakat menjerit. Menteri Pertanian Jepang, Taku Eto, bahkan mengundurkan diri setelah menuai kritik tajam atas lambannya respons pemerintah. Harga beras di Negeri Sakura kini menembus 4.268 yen—sekitar Rp484.000—untuk 5 kilogram. Sebuah angka yang mencerminkan kegentingan pangan.

Pemerintah Jepang pun tergopoh. Perdana Menteri Shigeru Ishiba menerima pengunduran diri Eto dan segera menunjuk Shinjiro Koizumi sebagai penggantinya. Namun, upaya ini tak banyak membantu. Tingkat kepercayaan publik anjlok ke titik terendah: 27,4 persen. Di berbagai sudut kota, antrean panjang pembeli beras 5 kg mengular nyaris setiap hari. Pemerintah terpaksa menggelontorkan 200.000 metrik ton cadangan beras nasional untuk meredam gejolak pasar.

Krisis Beras: Bukan Isapan Jempol

Krisis beras bukan hanya perkara stok yang menipis. Ia adalah cerminan dari rapuhnya sistem ketahanan pangan. Penyebabnya beragam: cuaca ekstrem, gagal panen, distribusi yang semrawut, lonjakan permintaan, hingga ulah spekulan yang bermain di tengah celah.

Dampaknya pun tak main-main:

  • Harga melambung tinggi, memukul rakyat kecil.
  • Gizi masyarakat terganggu karena akses pangan terganggu.
  • Potensi keresahan sosial dan instabilitas politik pun mengintai.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia?

Produksi beras kita memang sedang naik daun. USDA bahkan memproyeksikan produksi nasional mencapai 34,6 juta ton tahun ini. Tapi ironi tak bisa dielakkan: harga beras di pasar justru mulai merangkak naik. Aneh tapi nyata. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahkan menuding adanya permainan para “middleman” alias tengkulak yang memanfaatkan momentum untuk meraup keuntungan.

Jika logika ekonomi berjalan normal, harga seharusnya turun saat pasokan melimpah. Tapi kenyataannya tidak. Apa yang salah?

Produksi Naik, Harga Ikut Naik: Ini Penyebabnya

Ada setidaknya delapan faktor krusial yang bisa membuat harga beras tetap melonjak meski stok mencukupi:

  1. Biaya Produksi Tinggi: Harga pupuk, benih, dan upah tenaga kerja terus naik.
  2. Distribusi Amburadul: Jalur distribusi yang panjang dan tak efisien menaikkan ongkos logistik.
  3. Spekulasi Pasar: Pelaku usaha memanfaatkan ketidakpastian untuk menimbun dan mengatur harga.
  4. Permintaan Lokal Meningkat: Penduduk bertambah, pola konsumsi tak terkendali.
  5. Peran Tengkulak: Terlalu banyak perantara menambah mata rantai dan harga.
  6. Kebijakan Tak Efektif: Regulasi yang salah sasaran justru memperkeruh pasar.
  7. Cuaca Ekstrem: Perubahan iklim mengganggu pola tanam dan panen.
  8. Masalah Transportasi: Infrastruktur belum merata menyebabkan ketimpangan suplai antar daerah.

Jangan Sampai Indonesia Terlambat Antisipasi

Kita harus belajar dari Jepang: krisis pangan bisa terjadi bahkan di negara maju. Produksi yang melimpah tak menjamin harga stabil jika sistem distribusi dan tata kelola pangan buruk. Pemerintah perlu sigap, tidak cukup hanya mengandalkan angka produksi. Yang dibutuhkan adalah strategi terpadu: membenahi distribusi, menindak spekulan, menstabilkan harga, dan menjamin beras tetap terjangkau bagi rakyat.

Indonesia belum krisis. Tapi tanda-tandanya sudah mulai terasa. Jangan tunggu nasi jadi bubur—atau lebih tragis lagi, tak ada nasi sama sekali. Waspadalah!

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketegangan Memuncak di Little Tokyo, Polisi Tembakkan Peluru Tidak Mematikan ke Arah Demonstran

Next Post

JANGAN OMON-OMON, TINDAK PAK PRESIDEN

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Kapolri Siap Tindak Para Pihak Terlibat skandal Judol di Kemkomdigi Termasuk Nama Tertentu

JANGAN OMON-OMON, TINDAK PAK PRESIDEN

Uluran Tangan Diplomasi yang Ditepis – Arogansi Paspampres

Uluran Tangan Diplomasi yang Ditepis - Arogansi Paspampres

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...