• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jargon Politik: Kata-Kata Manis yang Tak Selalu Bermakna

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
February 7, 2026
in Feature, Politik
0
Jargon Politik: Kata-Kata Manis yang Tak Selalu Bermakna
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Jargon politik adalah istilah, frasa, atau slogan yang dirancang khusus oleh aktor politik, partai, maupun gerakan tertentu untuk menggerakkan massa, membangun citra (branding), serta menyampaikan visi dan misi secara singkat, padat, dan mudah diingat. Di tangan para politisi, jargon bukan sekadar rangkaian kata, melainkan alat komunikasi yang ampuh untuk memengaruhi opini publik.

Dalam praktiknya, jargon kerap mencerminkan ideologi tertentu sekaligus menjadi sarana legitimasi politik. Ia bekerja di ruang simbolik: membujuk, menggugah emosi, dan—sering kali—menyederhanakan persoalan kompleks agar terdengar meyakinkan.

Setidaknya ada beberapa hal penting terkait jargon politik.
Pertama, tujuan utamanya adalah membentuk opini publik, memobilisasi dukungan, dan memperkuat identitas politik.
Kedua, karakteristiknya cenderung persuasif, ikonik, dan kerap digunakan dalam propaganda atau kampanye untuk menanamkan citra tertentu—termasuk label “anti-” terhadap sesuatu, seperti anti-imperialisme atau anti-korupsi.
Ketiga, jargon sering dijadikan identitas atau branding organisasi maupun figur politik. Ungkapan seperti “Politik Tanpa Mahar” misalnya, bukan hanya slogan, tetapi klaim moral yang ingin ditanamkan ke benak publik.
Keempat, dalam perspektif historis, kita mengenal jargon-jargon masa Demokrasi Terpimpin seperti “Nasakom” atau “Mandataris MPR” yang digunakan Presiden Soekarno untuk membangkitkan nasionalisme sekaligus mengonsolidasikan kekuasaan.

Dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat, jargon politik memang dibutuhkan. Ia menjadi salah satu ukuran kemampuan para “pemain politik” ketika menyampaikan, mengenalkan, dan—idealnya—membumikan gagasan serta pikiran terbaiknya demi merebut simpati rakyat.

Namun persoalannya, jargon kerap berhenti sebagai hiasan verbal. Di ruang publik, diskusi tentang jargon politik sering mengemuka bersamaan dengan maraknya baliho dan spanduk raksasa yang “memajang” potret diri demi sekadar dikenal masyarakat. Ironisnya, ketika potret itu tak sedap dipandang—baik secara estetika maupun etika—baliho dan spanduk tersebut sering kali menghilang dengan sendirinya, seiring memudarnya momentum politik.

Paling tidak, ada lima sifat yang lazim melekat pada jargon politik.
Pertama, bersifat teknis, menggunakan istilah khusus yang tidak selalu umum dipahami publik.
Kedua, ambigu, karena dapat mengandung makna ganda atau sengaja dibiarkan kabur.
Ketiga, dinamis, berubah-ubah mengikuti konteks dan kepentingan waktu.
Keempat, eksklusif, hanya sepenuhnya dipahami oleh kelompok atau lingkaran tertentu.
Kelima, persuasif, karena dirancang untuk memengaruhi, bukan sekadar menjelaskan.

Pengalaman membuktikan, jargon politik akan tumbuh subur dan menghiasi Bumi Pertiwi menjelang tibanya apa yang populer disebut sebagai “hajatan rakyat” atau Pesta Demokrasi. Setiap kali Pemilihan Presiden, Pemilihan Gubernur, Pemilihan Bupati, Pemilihan Wali Kota, hingga Pemilihan Umum Legislatif di semua tingkatan digelar, ruang publik pun dipenuhi wajah-wajah politisi lengkap dengan jargon-jargon bombastisnya—terpampang di baliho dan spanduk jumbo.

Pertanyaannya sederhana namun mendasar: sejauh mana jargon-jargon itu benar-benar menjadi janji yang ditepati, bukan sekadar kata-kata indah yang hilang bersama diturunkannya baliho?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Al-Qur’an Tidak Membuat Ibnu Sina Menjual Air Doa

Next Post

Polisi Nabrak Rakyat Cukup Minta Maaf – Rakyat Nabrak Polisi Di Penjarakan

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Polisi Nabrak Rakyat Cukup Minta Maaf – Rakyat Nabrak Polisi Di Penjarakan

Polisi Nabrak Rakyat Cukup Minta Maaf - Rakyat Nabrak Polisi Di Penjarakan

Sesat Pikir: “Yang Maha Pengasih, Penyayang, dan Pengampun—Malah Menerakan Ciptaannya”

Sesat Pikir: “Yang Maha Pengasih, Penyayang, dan Pengampun—Malah Menerakan Ciptaannya”

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...