• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Jawa Barat Tergerus Alih Fungsi Lahan: Lumbung Padi yang Kian Rapuh

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
September 7, 2025
in Economy, Feature
0
Jawa Barat Tergerus Alih Fungsi Lahan: Lumbung Padi yang Kian Rapuh
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh: Entang Sastraatmadja

Sebagaimana dirilis ANTARA, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat memprediksi produksi beras di provinsi ini pada 2025 akan meningkat hingga 40 persen, setelah pada 2024 mengalami penurunan. Peningkatan tersebut dipicu program pompanisasi lahan-lahan pertanian kritis yang memberi dampak signifikan sejak kuartal pertama 2025.

Padahal, pada 2024 produksi beras Jawa Barat tercatat hanya 4,98 juta ton, turun 5,61 persen dibandingkan 2023. Luas panen juga merosot 6,84 persen dari 1,58 juta hektare (2023) menjadi 1,48 juta hektare (2024). Produksi padi pun ikut tertekan, dari 9,14 juta ton gabah kering giling (GKG) di 2023 menjadi 8,63 juta ton GKG di 2024.

Dulu, Jawa Barat dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional. Surplus produksi bahkan dikirim ke provinsi lain yang defisit. Indramayu, Karawang, dan Subang pernah menjadi ikon produsen padi terbesar. Namun kini, kejayaan itu meredup. Produksi Jawa Barat terus tertinggal dari Jawa Timur, bahkan bisa disalip Jawa Tengah.

Lahan Sawah yang Hilang Diam-Diam

Penyebab utamanya jelas: serbuan alih fungsi lahan pertanian produktif. Sawah disulap menjadi kawasan industri, perumahan, infrastruktur, jalan tol, bandara, hingga pelabuhan. Ironisnya, program pencetakan sawah baru justru banyak yang gagal.

Perlindungan formal terhadap lahan pertanian juga datang terlambat. Undang-Undang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan baru lahir pada 2009. Akibatnya, sebelum itu alih fungsi berlangsung tanpa kendali. Kini, masalah semakin rumit dengan maraknya alih kepemilikan lahan: sawah petani jatuh ke tangan non-petani. Pertanyaan besar pun muncul: apakah lahan itu tetap digunakan untuk pertanian, atau sekadar disimpan sebagai investasi?

Tantangan Kepemimpinan Baru

Jika Jawa Barat ingin kembali berjaya sebagai lumbung padi, satu syarat mutlaknya adalah stop alih fungsi lahan. Pemerintah harus berani melakukan pengawasan ketat, bukan sekadar membuat aturan yang tak digubris.

Keberpihakan nyata justru terletak pada para kepala daerah. Gubernur, bupati, dan walikota memiliki kuasa besar dalam menetapkan tata ruang. Tanpa keberanian mereka menjaga sawah yang tersisa, seluruh regulasi akan tinggal kertas mati.

Pertanyaannya, berapa banyak kepala daerah yang benar-benar mencintai pertanian? Fakta di lapangan menunjukkan banyak pejabat lebih memilih “menyulap” sawah menjadi perumahan elit ketimbang mempertahankannya untuk pangan. Akibatnya, petani makin terpinggirkan, dan pertanian makin tersingkir dari panggung pembangunan.

Apakah kepemimpinan Prabowo–Gibran (2024–2029) akan menunjukkan keberpihakan nyata pada masa depan pertanian? Jawabannya semestinya tegas: ya. Tanpa kebijakan super-prioritas selama 25 tahun ke depan, keberadaan sawah produktif hanya akan tinggal cerita.

Lumbung Padi Bukan Sulap

Mengembalikan Jawa Barat sebagai lumbung padi nasional bukan perkara mudah. Tidak cukup dengan “sim salabim”, melainkan perlu keberanian politik, konsistensi, dan perlindungan serius atas lahan sawah. Tanpa itu, jangan harap Jawa Barat bisa kembali ke masa keemasannya.

Padahal, Jawa Barat sudah memiliki Perda No. 27/2010 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan, bahkan dilengkapi Peraturan Gubernur. Namun, seabreg aturan ini kerap lumpuh menghadapi praktik alih fungsi demi keuntungan sesaat.

Inilah pekerjaan rumah besar bagi para kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2024. Apakah mereka mau memandang lahan sawah sebagai investasi kehidupan bagi generasi mendatang, atau sekadar hambatan bagi proyek-proyek jangka pendek?

Keputusan ada di tangan mereka — dan pilihan ada di tangan rakyat untuk menentukan siapa pemimpin yang benar-benar berpihak pada pertanian.

(Penulis, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PAW Sahroni Cs: Antara Sanksi Moral dan Batasan Hukum Pidana

Next Post

Saatnya Mengevaluasi Keberadaan BUMN di Indonesia

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Perilaku Oplos: Cermin Buram bagi Masa Depan Investasi

Saatnya Mengevaluasi Keberadaan BUMN di Indonesia

Sesumbar Fahri Hamzah dan Kenyataan Korupsi di Rezim Baru

Sesumbar Fahri Hamzah dan Kenyataan Korupsi di Rezim Baru

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...