• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jika ingin damai maka harus siap berperang

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han by Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han
June 26, 2023
in Feature
0
I’m independent woman

Susilawati Saras

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Dr. Susilawati Saras. SE., MM., MA, M.han – Intelektual Bela Negara

Peribahasa latin, Si Vis Pacem Para Bellum yang artinya jika menginginkan perdamaian maka bersiaplah untuk menghadapi perang yang mengandung makna bahwa untuk mewujudkan kehidupan yang damai maka harus mempersiapkan diri dalam menghadapi segala ancaman, serangan, tantangan, berbagai hal yang menghambat dari luar yang dapat melemahkan dan menghancurkan suatu negara. Istilah umum yang digunakan dalam bahasa perang militer, yang berarti jika sebuah wilayah tidak ingin dikuasai paksa oleh kekuatan negara lain maka negara tersebut harus menyiapkan kekuatan militer yang handal dengan baik agar kekuatan dari luar berpikir ulang (segan) untuk mengganggu atau menyerang wilayah tersebut.

Peribahasa tersebut masih sangat relevan dikaitkan dengan kondisi nasional Indonesia saat ini yang sedang tidak menghadapi invasi militer. Pola perang telah bergeser di masa damai, jika perang militer disebut juga dengan hard war (menguasai wilayah) maka di era kini perang berubah menjadi soft war atau smart war (menguasai pikiran) yang berarti ancaman maupun serangan yang terjadi secara perlahan dan tidak disadari telah masuk di berbagai bidang kehidupan seperti ideologi (mengubah ideologi negara), politik (politik adu domba), ekonomi (ekonomi tidak merata), sosial budaya (masuknya budaya asing yang membahayakan kehidupan seperti narkoba, korupsi, LGBT dan lain-lain) yang pada akhirnya mengganggu keamanan nasional.

Sejatinya bangsa Indonesia dalam menghadapi soft/smartwar, telah memiliki kekuatan pertahanan (menjaga dan melindungi keutuhan wilayah, kedaulatan rakyat, keselamatan bangsa dan negara Indonesia) yang baik, karena di masa damai maka seluruh warga negara adalah garda terdepan bagi pertahanan nasional.

Mengingat anggaran Pendidikan terbesar dari APBN, diikuti anggaran Pertahanan yang membangun pola pikir dan sikap Bela Negara bagi seluruh generasi bangsa apapun bidang kehidupan yang dijalankan, dengan selalu berprinsip pada nilai Pancasila sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa dan tanah air Indonesia.

Sebagai bangsa dengan ciri religi/spiritual, selain menggunakn akal sehat (pendidikan) juga hati yang tenang dan bersih (agama) untuk membangun fisik dan jiwa yang sehat, untuk sadar bahwa dalam setiap perbuatan selalu menjauhi sikap perilaku negatif yang dapat melemahkan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perkembangan teknologi digital yang semakin canggih, adalah peluang yang sangat baik untuk diberdayakan, dapat menghasilkan keuntungan dan kemanfaatan besar bagi kemajuan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia dalam memenangkan kompetisi global demi kesejahteraan hidup bersama. Dapat menyesuaikan diri dengan perubahan, setiap waktu amat berharga. Penuhi diri dengan karya dan prestasi yang memberi nilai lebih bagi kehidupan juga menginspirasi lingkungan lebih luas.

Dengan demikian terwujud situasi damai secara berkelanjutan, karena pada setiap diri anak bangsa telah terbentuk karakter kuat dan tangguh, siap dan mampu menghadapi tantangan yang terus muncul di era modern saat ini dan ke depan.

Demikian sejatinya pemahaman yang melekat dalam benak bangsa Indonesia, untuk menciptakan perdamaian (aman, tertib, nyaman, harmoni, produktif) maka harus siap menghadapi dan menyikapi dinamika yang berkembang yang dapat mengancam, melemahkan, merugikan, membahayakan keselamatan hidup dan meruntuhkan bangsa dan negara Indonesia.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

26 Tahun Peringatan Mega Bintang Solo, Wujud Bangsa Patuhi Sistim Konstitusi

Next Post

Upaya PDIP Jegal Anies, Dengan Berikan Partai Demokrat Kesempatan ‘Berkhianat’ Kepada PKS dan Nasdem

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han

Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
IKN, Jika Dipaksakan, Bahayakan Ekonomi Nasional, Jadi Ancaman Eksistensi NKRI 

Upaya PDIP Jegal Anies, Dengan Berikan Partai Demokrat Kesempatan 'Berkhianat' Kepada PKS dan Nasdem

Panji Gumilang Tuding MUI Tanamkan Kebencian Masyarakat Kepada Ma’had Al Zaitun

Panji Gumilang Tuding MUI Tanamkan Kebencian Masyarakat Kepada Ma'had Al Zaitun

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist