• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Jokowi, Berhentilah Berdusta — Publik Semakin Muak

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
June 17, 2025
in Crime, Feature
0
Kasmujo – Artifak Terakhir dan Telak: Potret Kebohongan yang Sempurna
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Damai Hari Lubis

Narasi kepalsuan yang terus dipelihara pada akhirnya akan runtuh oleh bobot kebohongannya sendiri. Inilah yang tampaknya sedang terjadi pada Joko Widodo. Setelah lebih dari satu dekade menjabat sebagai pejabat publik, pertanyaan tentang keabsahan ijazah sarjana strata satu (S-1) yang dia miliki kembali mencuat—kali ini dengan nada lebih tajam dan sinis.

Pemicunya adalah pengakuan mengejutkan dari Kasmujo, akademisi Universitas Gadjah Mada, yang selama ini disebut-sebut sebagai dosen pembimbing skripsi Jokowi. Dalam sebuah wawancara, Kasmujo menyangkal pernah menjadi dosen pembimbing Jokowi. Ia hanya asisten dosen pada tahun 1985—tahun yang disebut-sebut sebagai masa akhir studi Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM.

Apa respons Presiden? Ia buru-buru melakukan klarifikasi bahwa Kasmujo bukan dosen pembimbing skripsi, melainkan pembimbing akademik. Pergeseran narasi ini bukan saja mencurigakan, melainkan menyinggung nalar publik. Jika memang demikian, adakah Surat Keputusan (SK) dari universitas yang menunjukkan bahwa Kasmujo resmi sebagai pembimbing akademik Jokowi? Lalu, mengapa dalam pidato kenegaraan yang sangat formal—seperti yang dilakukan Jokowi beberapa waktu lalu—ia secara eksplisit menyebut Kasmujo sebagai dosen pembimbing skripsinya?

Jika bukan alogia—kemampuan berpikir yang terganggu akibat tekanan kognitif—lalu apa istilah yang tepat untuk menyebut inkonsistensi ini? Dalam tradisi akademik, menyebut nama dosen pembimbing skripsi adalah penghormatan yang mendalam, bukan sekadar formalitas. Maka menjadi ganjil ketika Presiden Republik Indonesia mengucapkan terima kasih kepada orang yang bukan dosen pembimbingnya. Bahkan bisa dibilang, ini tindakan yang tidak beradab dalam konteks akademik. Setidaknya, Jokowi telah merendahkan dosen pembimbing sesungguhnya—siapa pun orang itu—yang hingga kini justru tak pernah disebut secara eksplisit.

Publik pun bertanya-tanya: apakah Jokowi tidak memiliki dosen pembimbing ketika menyusun skripsinya? Ataukah dia lupa? Jika benar lupa, mengapa ingatan hanya muncul pada nama Kasmujo—yang justru bukan orang yang berwenang membimbing skripsi? Keterputusan memori seperti ini mencurigakan. Apalagi kini mencuat kembali informasi bahwa “ijazah Jokowi dibuat di Pasar Pramuka, Matraman.” Sebuah isu lama yang kembali menguat seiring melemahnya kredibilitas penjelasan resmi dari pihak Istana maupun UGM sendiri.

Saatnya publik meminta kejujuran, bukan dongeng. Presiden sebagai tokoh publik, apalagi negarawan, tak boleh memperlakukan rakyatnya seolah massa bodoh yang gampang dibungkam dengan klarifikasi setengah hati. Kepemimpinan bukan hanya soal pembangunan fisik dan pencitraan media, tapi juga tentang keteladanan moral dan integritas personal.

Sudah waktunya Bareskrim Polri, khususnya Direktorat Tindak Pidana Umum dan Reskrimum, bersikap tegas. Cukup sudah sandiwara pembelaan yang hanya mengandalkan pembenaran verbal. Penyelidikan ijazah Presiden harus dilakukan dengan pendekatan ilmiah. Gunakan teknologi forensik digital dan pakar-pakar independen. Bandingkan ijazah Jokowi dengan milik para alumni UGM seangkatannya. Periksa rekam administrasi akademik, investigasi ulang pihak rektorat dan dekanat. Jangan ada lagi ruang kompromi untuk kebenaran.

Negara ini terlalu besar untuk dipimpin oleh narasi-narasi fiktif. Terlalu banyak harapan rakyat yang dikhianati jika kita menutup mata demi menjaga simbol. Jokowi harus menyebut dengan jelas siapa sebenarnya dosen pembimbing skripsinya. Bila tak ada, maka publik berhak mencurigai bahwa gelar kesarjanaannya patut dipertanyakan.

Kita telah cukup bersabar. Saatnya mengatakan dengan lantang: berhentilah berdusta, Pak Jokowi—bangsa ini sudah terlalu muak.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jebakan Kultus Individu: dari Bung Karno Hingga Prabowo

Next Post

Trio Tak Berkawan – Sedang Menulis Bab Yg Sama Tentang Jokowi

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan
Crime

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Next Post
Trio Tak Berkawan – Sedang Menulis Bab Yg Sama Tentang Jokowi

Trio Tak Berkawan - Sedang Menulis Bab Yg Sama Tentang Jokowi

Sindrom Bar Eskrim dan Budaya Buzzerisasi

Setelah Gatal-Gatal, Munculah Ruam Ruam - Lanjut Ada flu logika Atau Diare Integritas.

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...