• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jebakan Kultus Individu: dari Bung Karno Hingga Prabowo

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
June 17, 2025
in Feature, Pojok KSP, Tokoh
0
Paradox Dua Era: Kolonial Belanda Membangun dan Kepemimpinan Jokowi Menghancurkan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Mengapa Soekarno jatuh di tengah jalan? Salah satunya karena ia terjebak kultus individu. Proklamator RI sekaligus Presiden I RI ini terlena dan terninabobokkan oleh puja-puji para pendukungnya yang mengultuskan bahkan menjilati dirinya. Misalnya, Bung Karno digelari presiden seumur hidup. Bung Karno digelari pemimpin besar revolusi.

Akibatnya, ayah dari Megawati Soekarnoputri ini lupa daratan. Lupa pula mengurus ekonomi negara. Krisis ekonomi kemudian bercampur dengan krisis politik. Lalu terjerembablah si Bung.

Soharto pun setali tiga uang. Ia terjerembab di tengah jalan. Mengapa? Salah satu sebabnya adalah ia terjebak kultus individu. Banyak orang-orang di sekelilingnya yang menjilat dia.

Ketika pada 1997, Harmoko, Ketua DPR/MPR RI sekaligus Ketua Umum Golkar, melaporkan kepada Pak Harto bahwa setelah dirinya “anjajah desa milang kori” (blusukan ke desa-desa dan keluar masuk dari pintu ke pintu) mayoritas rakyat mendukungnya, maka Pak Harto bersedia dicalonkan kembali menjadi Presiden RI dalam Sidang Umum MPR 1998. Kali ini untuk periode ke tujuh. Pak Harto terbuai. Pak Harto terlena. Akhirnya, hanya berselang dua bulan sejak dilantik pada 11 Maret 1998, tiba-tiba Pak Harto dipaksa rakyat untuk mundur. Penguasa rezim Orde Baru ini pun menyatakan berhenti dari jabatan Presiden pada 21 Mei 1998 setelah 32 tahun berkuasa.

Presiden-presiden berikutnya pun tak luput dari jebakan kultus individu meskipun tak sampai jatuh dari singgasana kekuasaan.

Sebut saja Joko Widodo. Masyarakat Kabupaten Karo, Sumatera Utara, membangun patung Presiden ke-7 RI itu di Liang Melas Datas tahun 2023 lalu. Patung setinggi 7,5 meter ini merupakan wujud rasa terima kasih masyarakat Karo karena Jokowi telah mempercepat pembangunan di kabupaten penghasil buah jeruk ini.

Tidak itu saja. Para pendukungnya juga melontarkan gagasan Jokowinomics atau mazhab ekonomi Jokowi.

Jokowinomics menggambarkan gaya kebijakan ekonomi wong Solo itu. Jokowi hendak menciptakan kesejahteraan ekonomi yang lebih merata melalui pembangunan infrastruktur fisik.

Ah, seandainya Jokowi tidak menikmati kultus individu itu, niscaya ia akan melarang masyarakat Karo membangun patung dirinya. Ia mestinya berpesan, silakan bangun patung saya, tapi setelah saya meninggal dunia, ya?

Prabowo Subianto pun sepertinya terjebak kultus individu sebagaimana Jokowi. Presiden ke-8 RI ini berjanji akan menggunakan mazhab Jokowinomics dalam pemerintahannya.

Tidak itu saja. Prabowo juga membiarkan para pendukungnya seperti Fahri Hamzah menjilat dirinya. Fahri bersama murid-murid Soemitro Djojohadikusumo lainnya, misalnya, awal bulan Juni ini melakukan soft launching Soemitro Institute. Tujuannya, menghidupkan kembali pemikiran ayah Prabowo yang dikenal sebagai begawan ekonomi Indonesia ini.

Adapun mazhab Soemitronomics adalah sosialisme-nasionalis. Mazhab Soemitro ini kini banyak dipakai Prabowo dalam kebijakan-kebijakan ekonominya. Misalnya, Makan Bergizi Gratis (MBG)!

Senyampang masih berkuasa, Prabowo juga mencoba mengultuskan keluarganya. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau tidak gue, siapa lagi?

Dalam kunjungan kerjanya ke Singapura, Minggu (15/6/2025), misalnya, Prabowo mengabadikan nama ibunya sebagai nama bunga Anggrek di Singapura. Bunga Anggrek itu kemudian menjadi bernama “Paraphalante Dora Sigar Soemitro”. Dora Sigar adalah nama ibu kandung Prabowo dalam pernikahannya dengan Soemitro.

Penamaan Anggrek itu menjadi salah satu rangkaian kunjungan kenegaraan Prabowo di Parliament House, Singapura.

Diplomasi Anggrek ini menjadi tradisi Singapura untuk menandai hubungan bilateral dengan pemimpin-pemimpin negara lainnya.

Pertanyaanya, kalau para pemimpin sibuk narsis sedemikian rupa, dan terjebak kultus individu atau mengultuskan orang lain, lalu bagaimana nasib bangsa ini, apakah tidak akan “terlantar”?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Setelah HoaX BuzzerRp didiamkan, Kini Ujian Kedua ada Statemen Ijazah dibuat di Pasar Pramuka ?

Next Post

Jokowi, Berhentilah Berdusta — Publik Semakin Muak

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Next Post
Kasmujo – Artifak Terakhir dan Telak: Potret Kebohongan yang Sempurna

Jokowi, Berhentilah Berdusta — Publik Semakin Muak

Trio Tak Berkawan – Sedang Menulis Bab Yg Sama Tentang Jokowi

Trio Tak Berkawan - Sedang Menulis Bab Yg Sama Tentang Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...