TOKYO, Kaisar Naruhito dalam pidato Tahun Barunya yang dirilis pada hari Senin menyatakan harapan bahwa masyarakat akan terus saling mendukung dengan kasih sayang di tahun mendatang, sambil mencatat bagaimana dunia sedang bergulat dengan konflik dan bencana alam yang sedang berlangsung.
Menyuarakan keprihatinannya terhadap mereka yang terkena dampak gempa bumi, hujan lebat, topan, dan badai salju di Jepang, kaisar juga mencatat kesulitan yang dihadapi banyak orang terkait kenaikan biaya hidup. Ia juga mengatakan bahwa ia “berbesar hati” melihat orang-orang membantu mereka yang membutuhkan.
“Saya berdoa semoga tahun mendatang akan menjadi tahun yang cerah dan penuh harapan bagi masyarakat di negara kita dan di seluruh dunia,” kata pria berusia 63 tahun itu dalam sebuah pernyataan.
Dengan meredanya pandemi virus corona, kaisar dapat melakukan lebih banyak tugas resmi bersama istrinya, Permaisuri Masako, secara langsung pada tahun 2023.
Pasangan ini, yang merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-30 tahun lalu, melakukan perjalanan pada bulan Juni ke Prefektur Iwate untuk memperingati para korban gempa bumi dan tsunami pada bulan Maret 2011 di timur laut Jepang dan juga melakukan kunjungan persahabatan ke Indonesia pada akhir bulan yang sama.
Kaisar mengatakan “hatinya sedih atas banyaknya nyawa yang hilang” dalam perang dan konflik di seluruh dunia, dan menambahkan bahwa kejadian seperti itu “sekali lagi mengingatkan saya akan pentingnya upaya untuk saling memahami dan bekerja sama untuk membangun dunia yang damai.”
Pidatonya disampaikan ketika perang Rusia di Ukraina akan memasuki tahun ketiga, dan perang Israel dengan kelompok militan Palestina Hamas tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
Kaisar, bersama dengan anggota keluarga kekaisaran lainnya, akan mengadakan acara penyambutan Tahun Baru secara publik di Istana Kekaisaran pada hari Selasa.
© KYODO

























