• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

KDM Harus BerTanggung Jawab – Tragedi Makan Gratis: Ketika Kerumunan Menanggalkan Nalar

Ali Syarief by Ali Syarief
July 20, 2025
in Bencana, Feature
0
KDM Harus BerTanggung Jawab  – Tragedi Makan Gratis: Ketika Kerumunan Menanggalkan Nalar
Share on FacebookShare on Twitter

Pendahuluan
Fenomena sosial seperti “makan gratis” sejatinya merupakan bentuk komunikasi massa yang kompleks. Dalam kerangka komunikasi publik, kegiatan ini melibatkan pesan (makanan gratis), saluran (media sosial, poster, komunikasi dari tokoh publik seperti Dedi Mulyadi), dan audiens (massa). Namun, yang luput dari perhatian adalah bagaimana manusia sebagai makhluk sosial akan merespons secara massal ketika stimulus berupa “gratisan” dihadirkan dalam ruang yang tidak dikontrol secara ketat. Kasus tragedi makan gratis yang menelan korban jiwa di acara yang diinisiasi oleh Dedi Mulyadi menjadi cerminan dari kegagalan memahami crowd behavior dalam studi komunikasi massa.

Teori Crowds dan Deindividuasi
Salah satu pendekatan yang relevan dalam memahami peristiwa ini adalah Teori Kerumunan (Crowd Theory), yang dikembangkan oleh Gustave Le Bon. Ia berpendapat bahwa ketika individu masuk dalam kerumunan, mereka cenderung kehilangan kontrol pribadi, identitas individual melebur, dan tindakan mereka menjadi impulsif, emosional, serta tidak rasional. Dalam konteks makan gratis ini, publik berkumpul bukan atas kesadaran kolektif yang terorganisir, tetapi atas dasar impulsif: “ada makanan gratis”. Nalar individu terserap oleh atmosfer kerumunan dan berubah menjadi respons primitif: berebut.

Fenomena ini diperkuat oleh teori Deindividuasi dari Philip Zimbardo yang menjelaskan bahwa dalam kelompok besar, orang kehilangan rasa tanggung jawab pribadi dan lebih mungkin bertindak ekstrem. Ketika ribuan orang hadir dengan harapan yang sama (mendapat makanan), tidak ada cukup struktur, regulasi, atau mekanisme komunikasi satu arah yang mengelola perilaku. Dalam situasi deindividuasi, logika digantikan oleh dorongan naluriah: bertahan, merebut, memenangkan ruang dan makanan.

Komunikasi Massa dan Efek Agenda-Setting
Secara komunikasi massa, publikasi program makan gratis telah menciptakan ekspektasi yang besar. Mengacu pada Teori Agenda-Setting dari McCombs dan Shaw, media (baik media arus utama maupun media sosial) memiliki kemampuan untuk tidak hanya memberitakan sesuatu, tapi juga memengaruhi apa yang dianggap penting oleh publik. Ketika pesan “akan ada makan gratis untuk 5000 orang” tersebar tanpa batas, pesan tersebut membentuk harapan kolektif. Namun, apa yang tidak ditampilkan (seperti sistem distribusi makanan, protokol keamanan, dan batas partisipasi) menjadi lubang besar yang menyebabkan bias persepsi: semua orang merasa mereka berhak dan bisa mendapatkan makanan itu, sehingga semua datang.

Efek Bandwagon dan Psikologi Persepsi
Muncul pula efek bandwagon, di mana semakin banyak orang yang tahu dan bergabung, maka makin besar dorongan orang lain untuk ikut. Ini adalah respons khas manusia terhadap persepsi “keramaian adalah validasi”. Ketika ribuan orang sudah hadir, mereka tidak berpikir ulang, tidak menyelidiki kapasitas lokasi atau kemungkinan gagal mendapat jatah, tapi justru makin meyakini bahwa “makan gratis ini nyata dan harus saya perjuangkan”.

Kegagalan Komunikasi Risiko dan Manajemen Kerumunan
Dalam komunikasi publik, risk communication menjadi sangat penting. Ketika ada potensi kerumunan besar, pengelola pesan wajib menyampaikan risiko secara transparan. Dedi Mulyadi sebagai penggagas acara ini tampaknya terlalu menekankan aspek populisme—menarik simpati publik melalui simbol “pemimpin yang berbagi”—tanpa memperhitungkan sisi teknokratis dan risiko keamanan. Ia gagal mengantisipasi bahwa ketika massa datang dalam jumlah besar, dibutuhkan sistem komunikasi dua arah yang kuat: penyaluran informasi yang jelas, penyediaan fasilitas kontrol kerumunan, dan edukasi publik terkait protokol.

Kesimpulan
Tragedi ini bukan semata tentang makanan gratis, tetapi tentang bagaimana pesan publik membentuk perilaku massal. Ini adalah pelajaran besar tentang pentingnya memahami karakter manusia ketika berada dalam kerumunan dan pentingnya komunikasi publik yang bertanggung jawab. Dedi Mulyadi tahu bahwa ia akan memberi makan 5.000 orang, namun ia lupa bahwa 5.000 manusia bukanlah angka statis—mereka adalah individu yang, ketika berada dalam kerumunan, bisa berubah menjadi entitas yang tidak rasional, impulsif, dan berbahaya. Dalam komunikasi massa, ketika emosi dikedepankan tanpa logistik dan struktur pengelolaan, yang tersisa hanyalah bencana.

Referensi Teoritis:

  • Gustave Le Bon, The Crowd: A Study of the Popular Mind
  • Philip Zimbardo, The Lucifer Effect: Understanding How Good People Turn Evil
  • McCombs & Shaw, The Agenda-Setting Function of Mass Media
  • Festinger et al., Deindividuation Theory
  • Douglas Kellner, Media Spectacle and the Crisis of Democracy

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Nikkei: Pengangguran Akan Menjadi Bom Waktu Sosial

Next Post

Jokowi ; “Saya Akan Dukung Habis-Habisan PSI” – Lalu Prabowo Akan Diam?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Jokowi ; “Saya Akan Dukung Habis-Habisan PSI” – Lalu Prabowo Akan Diam?

Jokowi ; "Saya Akan Dukung Habis-Habisan PSI" - Lalu Prabowo Akan Diam?

Ternyata Terung, Bukan Gajah

Ternyata Terung, Bukan Gajah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...