• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Keanehan di Antara Dua Sosok Figur yang Memporakporandakan Peradaban Manusia Dunia

Ali Syarief by Ali Syarief
July 13, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Tokoh/Figur
0
Trump : Netanyahu Tidak Siap Menghadapi Serangan Hamas
Share on FacebookShare on Twitter

Dunia ini memang aneh. Tapi yang lebih aneh dari keanehan itu adalah ketika Benjamin Netanyahu—perdana menteri dengan tangan berlumur debu Gaza dan darah anak-anak Palestina—mencalonkan Donald J. Trump, seorang taipan New York yang hobi membuat cuitan lebih banyak dari keputusan presiden, untuk Hadiah Nobel… Perdamaian.

Tunggu sebentar. Mari kita berdiri sejenak dan bertepuk tangan. Bukan untuk menyambut perdamaian, tentu, tapi untuk absurditas tingkat tinggi yang bahkan Kafka pun akan kesulitan menuliskannya dalam novelnya.

Dua manusia, dua mulut, dua sejarah yang saling berkelindan dalam urusan mengobrak-abrik dunia—secara literal dan simbolik—tiba-tiba berdandan seperti nabi-nabi zaman kiwari yang ingin menyelamatkan dunia dengan cara mereka sendiri: membakarnya terlebih dahulu.

Netanyahu: Sang Arsitek Amnesia Kemanusiaan

Netanyahu, politisi veteran yang menjadikan penderitaan sebagai panggung politik, tampaknya ingin mengukir namanya di buku sejarah sebagai pelayan setia penindasan. Ia menyebut Trump sebagai “sahabat sejati perdamaian” — tentu saja perdamaian versi dirinya: yang berarti, diamnya dunia saat satu bangsa dimusnahkan dengan senjata canggih atas nama “hak untuk bertahan hidup.”

Ia lupa bahwa dalam kamus kemanusiaan, membela diri tidak berarti menginjak kepala anak-anak hingga tak bersuara. Tapi, ya sudahlah. Ini dunia pasca-kebenaran. Di mana narasi dibangun bukan dari nurani, melainkan dari kuasa dan koalisi senjata.

Trump: Sang Juru Damai yang Gemar Menjual Senjata

Donald Trump, pria jingga dari Manhattan, pernah mencetak sejarah dengan memboyong duta besar Amerika ke Yerusalem. Ia menyebutnya “langkah besar untuk perdamaian.” Tapi dunia tahu: itu adalah pemantik api yang membakar reruntuhan perjanjian lama.

Namun, dengan percaya diri bak tokoh drama Yunani, ia menerima pencalonan dari Netanyahu—seolah yang telah ia lakukan selama masa jabatannya bukanlah memecah belah, melainkan menyatukan. Ia membela supremasi kulit putih di satu sisi, menutup pintu bagi pengungsi Suriah di sisi lain, dan menjual senjata miliaran dolar kepada para diktator di Timur Tengah atas nama stabilitas.

Kalau ini disebut perdamaian, maka Hitler pun layak dinominasikan atas keberhasilannya menertibkan Eropa—setidaknya selama beberapa tahun.

Dunia Terbalik: Nobel, Mana Nuranimu?

Pertanyaannya sekarang, di mana letak moralitas dalam pencalonan ini? Apakah Nobel Perdamaian sudah kehilangan maknanya dan berubah menjadi semacam piagam penghargaan untuk “prestasi politik yang menguntungkan para pemilik senjata”? Ataukah ini bagian dari lelucon besar dunia modern, di mana ironi menjadi roti harian dan absurditas adalah minumannya?

Ketika Obama yang penuh senyum pun bisa menang Nobel sambil tetap melanjutkan serangan drone di Pakistan dan Yaman, kita tahu bahwa penghargaan itu bukan lagi soal perdamaian, tapi permainan.

Dan sekarang, dua pria dengan sejarah paling berdarah mencalonkan satu sama lain untuk perdamaian. Dunia ini benar-benar seperti sirkus besar—dan kita semua adalah penontonnya, tertawa dalam kebingungan, menangis dalam keterpaksaan.

Akhir Kata: Kita yang Waras Adalah Minoritas

Mungkin kita tidak bisa melawan kekuasaan mereka. Tapi kita bisa menuliskan. Kita bisa bersaksi. Kita bisa menjadi lilin kecil yang menolak mati di tengah gelapnya kepalsuan global.

Karena kalau Netanyahu dan Trump bisa dinominasikan untuk perdamaian, maka jangan salahkan kami bila suatu saat nanti, kami mencalonkan badut kampung sebagai rektor universitas, dan maling ayam sebagai Menteri Kehakiman.

Toh, sekarang segalanya sudah menjadi mungkin—di dunia yang tidak lagi waras.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Promethean Shame dalam Politik Dinasti: Ketika Jokowi Tumbang oleh Ciptaannya Sendiri

Next Post

Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp63,4 Triliun untuk 2026, Naik 58 Persen dari Pagu Indikatif

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
27 Tersangka  Tindak Pidana Terorisme  Ditangkap Densus 88 Di Tiga Wilayah

Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp63,4 Triliun untuk 2026, Naik 58 Persen dari Pagu Indikatif

Satire Di Alam Kubur – Kau Masih Bohong, Jok!

Satire Di Alam Kubur - Kau Masih Bohong, Jok!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...