• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Kebijakan “Any Quality” yang Anyar tapi Amburadul: Saat Bulog Dipaksa Menelan Gabah Basah

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
October 21, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Bulog Karawang Serap Gabah Petani Meski Capai 136 Persen dari Target
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Kebijakan adalah serangkaian keputusan dan tindakan yang diambil oleh pemerintah, organisasi, atau individu untuk mencapai tujuan tertentu. Ia dapat berwujud:

  • Peraturan, untuk mengatur perilaku dan tindakan masyarakat.

  • Keputusan, untuk menyelesaikan masalah atau mencapai sasaran.

  • Program, guna mendorong pembangunan sosial dan ekonomi.

  • Strategi, untuk mengoptimalkan langkah-langkah mencapai tujuan.

Sementara itu, koreksi kebijakan adalah proses meninjau dan memperbaiki kebijakan yang sudah ada agar lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Langkah ini mencakup evaluasi, identifikasi masalah, perbaikan, dan bahkan pengembangan kebijakan baru yang lebih adaptif terhadap kondisi lapangan.

Dalam konteks pembangunan pangan, kebijakan bisa mencakup tiga ranah utama: peningkatan produksi, pengaturan distribusi, dan penetapan harga pangan. Namun, dalam praktiknya, setiap kebijakan baru yang tidak matang bisa menimbulkan masalah yang justru memperburuk situasi yang ingin diperbaiki.

Itulah yang kini terjadi dengan kebijakan penyerapan gabah “any quality” — kebijakan yang seolah berpihak pada petani, namun di lapangan justru melahirkan problem baru yang kompleks.

Pemerintah, melalui Keputusan Badan Pangan Nasional No. 14/2025, mewajibkan Perum Bulog dan offtaker lain membeli gabah petani dengan harga sekurang-kurangnya Rp6.500 per kilogram, tanpa memperhatikan kadar air dan kadar hampa. Sekilas, kebijakan ini tampak memanjakan petani. Namun realitasnya, ia menyeret banyak pihak ke dalam lingkar persoalan baru.

Di banyak daerah, petani kesulitan mengeringkan gabah akibat keterbatasan alat pengering. Panen kali ini bahkan bertepatan dengan musim hujan, sehingga sinar matahari yang dibutuhkan untuk mengeringkan gabah nyaris tak ada. Akibatnya, gabah basah harus tetap dijual — dan Bulog diwajibkan membeli.

Sebagai BUMN berstatus Perusahaan Umum, Bulog tidak hanya dituntut melaksanakan fungsi sosial, tapi juga harus menjaga kesehatan finansialnya. Membeli gabah dengan kualitas “apa adanya” jelas berisiko tinggi — baik terhadap efisiensi perusahaan maupun kualitas stok nasional.

Sebelumnya, harga Rp6.500/kg hanya berlaku untuk gabah dengan kadar air maksimal 25% dan kadar hampa maksimal 10%. Kini, batas itu dihapus. Pertanyaannya: bagaimana Bulog bisa menyimpan gabah dengan kadar air tinggi tanpa risiko rusak atau membusuk?

Tak heran, belum lama ini publik digemparkan oleh temuan beras berkutu di gudang Bulog. Fakta ini menandakan ada masalah serius dalam tata kelola penyimpanan. Bila penyimpanan dilakukan dengan standar mutu yang longgar, bukan mustahil kasus seperti itu akan berulang — bahkan dengan skala yang lebih besar.

Dalam situasi demikian, koreksi kebijakan menjadi keharusan, bukan pilihan. Koreksi diperlukan ketika kebijakan yang ada gagal mencapai tujuannya, ketika kondisi ekonomi dan sosial berubah, atau ketika kelemahan teknis dan manajerial terungkap di lapangan.

Langkah korektif mencakup empat hal:

  1. Evaluasi kebijakan untuk menilai efektivitasnya.

  2. Identifikasi masalah dan kelemahan dalam implementasi.

  3. Pengembangan alternatif kebijakan yang lebih realistis.

  4. Pelaksanaan perubahan berdasarkan temuan evaluasi tersebut.

Dalam konteks penyerapan gabah, koreksi yang rasional bukan berarti menolak semangat membantu petani. Justru sebaliknya: memperkuat posisi petani tanpa mengorbankan keberlanjutan sistem pangan nasional.

Pemerintah memang telah meningkatkan harga pembelian gabah menjadi Rp6.500/kg — naik dari Rp6.000/kg sebelumnya — serta menaikkan target penyerapan Bulog menjadi 3 juta ton. Pendampingan petani pun disebut dilakukan. Namun tanpa pengawasan mutu yang ketat, semua langkah itu hanya akan menjadi kebijakan populis yang gagal secara teknis dan ekonomi.

Akhirnya, perlu ditegaskan: meninjau ulang kebijakan penyerapan gabah “any quality” harus menjadi prioritas nasional. Tanpa koreksi, kebijakan yang dimaksudkan untuk menolong petani justru bisa menjadi bumerang — merugikan petani, membebani Bulog, dan mengancam ketahanan pangan kita sendiri.

Semoga ini menjadi bahan pencermatan bersama.

(Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gibran dalam Cengkeraman Gaya Prabowo

Next Post

UU Pers VS Laporan Pencemaran Nama Baik Bahlil

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Tragis Indonesia dari Negara Pengekspor ke Pengimpor Energi

UU Pers VS Laporan Pencemaran Nama Baik Bahlil

Kritik Cawapres Mahfud Atas Kegagalan Food Estate Memperoleh Penjelasan dari TPN

KPK: Seperti Lady Boy

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...