• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Para Purn. TNI Menolak Jokowi dan Gibran

Ali Syarief by Ali Syarief
April 21, 2025
in Birokrasi, Health, Politik
0
Para Purn. TNI Menolak Jokowi dan Gibran
Share on FacebookShare on Twitter

Jejak langkah kekuasaan yang terlalu panjang itu akhirnya menyulut kemarahan para penjaga republik. Bukan sekadar peringatan, ini sinyal keras dari mereka yang pernah bersumpah rela mati untuk negeri.

Dalam barisan yang rapi, mereka berdiri—penuh wibawa, berseragam safari atau jas abu-abu, namun sorot mata mereka tetap tajam seperti saat berdinas. Para purnawirawan TNI itu bukan sedang mengenang masa lalu. Mereka datang untuk menyatakan sesuatu yang tak bisa lagi ditahan: kekesalan pada arah republik yang dianggap menyimpang, terutama terhadap dua nama yang dalam beberapa tahun terakhir mendominasi lanskap kekuasaan: Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka.

Tak ada yang ditutup-tutupi dalam pernyataan sikap mereka. Di hadapan publik, melalui media dan forum resmi, suara-suara perlawanan itu dilontarkan. Mereka, yang pernah berdiri di garis depan pertahanan negara, kini angkat suara atas apa yang mereka sebut sebagai “bayang-bayang kekuasaan lama”—sindiran tajam kepada Presiden Jokowi yang dianggap masih berusaha mengendalikan pemerintahan, meski secara formal telah lengser.

Poin kedua dari pernyataan mereka berbunyi tegas: “Menolak bayang-bayang kekuasaan lama.” Ini bukan retorika kosong. Para purnawirawan menilai bahwa transisi kekuasaan yang seharusnya menjadi momentum pembaruan justru terperangkap dalam jaringan kepentingan yang sama, dengan aktor-aktor lama masih bercokol, dan bahkan lebih kuat lewat jalur informal.

Namun, kritik tak berhenti pada sang ayah. Poin ketiga adalah ledakan yang lebih frontal: “Mendesak pemberhentian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.” Nama Gibran memang menjadi simbol dari keretakan etika dalam demokrasi Indonesia. Putra sulung Jokowi itu melesat cepat—terlalu cepat menurut banyak pihak—dari Walikota Solo ke kursi RI-2 dalam tempo yang bahkan tak sempat diendus oleh sejarah.

Purnawirawan TNI melihat ini bukan sekadar pelanggaran etika, tetapi bentuk degradasi serius dalam praktik demokrasi. Proses pencalonan Gibran yang dipayungi putusan Mahkamah Konstitusi, yang kemudian terbukti penuh konflik kepentingan, dianggap sebagai bentuk pembajakan konstitusi. Di mata mereka, Gibran bukan hanya anak presiden, tapi simbol dari politik dinasti yang terang-terangan merusak institusi.

“Ini soal moral dan kelangsungan republik. Jika proses lahir dari pemaksaan hukum dan keberpihakan, maka hasilnya pun cacat,” ujar salah satu mantan perwira tinggi yang turut menandatangani pernyataan sikap.

Bagi para purnawirawan, Gibran adalah produk dari kekuasaan Jokowi yang terlalu jauh merambah ke segala lini, termasuk lembaga tinggi negara yang semestinya independen. Mereka menilai pengaruh Jokowi tak berakhir di tanggal pelantikan Prabowo, melainkan terus berdenyut lewat kekuatan jaringan dan simbolisasi politik keluarga.

Esai perlawanan ini bukan yang pertama. Tapi baru kali ini, suara dari korps tentara yang telah purna ini terdengar nyaring dan menyatu. Mereka tak lagi hanya mengingatkan. Mereka menuntut. Mereka mendesak. Dan di balik kata-kata mereka, ada ketegangan yang belum sepenuhnya meledak, tetapi mengintai: bahwa jika negara terus dikelola secara serampangan oleh mereka yang tak menghormati etika dan aturan main, maka legitimasi kekuasaan itu sendiri akan keropos dari dalam.

Jika Prabowo Subianto, presiden terpilih yang juga berlatar belakang militer, tak segera mengambil jarak dari bayang-bayang itu, bisa jadi sinyal kekesalan ini akan menjelma menjadi perlawanan yang lebih luas—bukan hanya dari para pensiunan, tapi dari hati nurani republik itu sendiri.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi: Anomali Konstitusi dan Demagogi Kekuasaan

Next Post

Kekaburan Ijazah Jokowi dan Gibran: Menggugat Integritas Kepemimpinan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo
Birokrasi

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Next Post
Kekaburan Ijazah Jokowi dan Gibran: Menggugat Integritas Kepemimpinan

Kekaburan Ijazah Jokowi dan Gibran: Menggugat Integritas Kepemimpinan

Pesan Ma’ruf Amin : Situasi Tidak Baik-baik Saja

Pesan Ma'ruf Amin : Situasi Tidak Baik-baik Saja

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...