• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jokowi: Anomali Konstitusi dan Demagogi Kekuasaan

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
April 21, 2025
in Feature, Law
0
Menuju Jogja: Misi Membongkar Legitimasi Akademik Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis — Pengamat Kebijakan Umum Hukum dan Politik (KUHP)

Ringkas cerita, pada Rabu, 16 April 2025, saya bersama dua rekan Advokat TPUA—Kurnia Tri Royani dan Rizal Fadillah—melakukan kunjungan ke kediaman pribadi mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo, di Kota Solo. Ini bukan sekadar kunjungan silaturahmi biasa. Kami membawa misi yang disebut sebagai “final attack”—puncak dari pencarian panjang dan penuh determinasi terhadap keabsahan ijazah S-1 Jokowi dari Fakultas Kehutanan UGM yang selama ini ramai dipertanyakan publik.

Kunjungan ini telah diberitahukan secara formal kepada Jokowi melalui surat resmi serta disebarluaskan kepada publik. Dua misi utama menjadi landasannya:

  1. Bersilaturahmi dengan tokoh yang selama satu dekade menjadi wajah utama kekuasaan di republik ini.
  2. Klarifikasi langsung terkait keaslian ijazah S-1 Jokowi yang hingga kini belum pernah diperlihatkan secara transparan kepada publik.

Kami bertiga adalah bagian dari tim hukum yang menangani gugatan perkara Nomor 610/Pdt.G/2023/PN JKT.Pst di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gugatan itu sendiri dinyatakan Niet Ontvankelijke Verklaard (NO), karena majelis hakim menyatakan PN Jakpus tidak memiliki kewenangan mengadili perkara tersebut, mengikuti eksepsi kuasa hukum Presiden (Otto Hasibuan). Artinya, perkara ini belum masuk ke pokok substansi, belum ada pembuktian, belum ada saksi atau alat bukti diajukan.

Namun, dalam pertemuan di Solo, kami mendapatkan fakta menarik dan penting untuk dicatat sejarah:

  1. Jokowi menerima kami secara langsung di ruang tamu rumah pribadinya.
  2. Ia mengakui ijazah S-1 yang dimaksud ada padanya, namun tidak bersedia memperlihatkannya, kecuali atas perintah hakim.
  3. Pernyataan Jokowi yang membingungkan: “Kenapa hanya ijazah S-1 saja yang diributkan, kenapa tidak S-2 atau S-3?”
  4. Pasca kami pulang, Jokowi justru memperlihatkan ijazah itu kepada sejumlah media, tapi tanpa boleh difoto—sebuah langkah absurd dalam konteks pembuktian dan akuntabilitas publik.

Pernyataan dan sikap Jokowi dalam pertemuan itu menegaskan dua hal mendasar:

  • Ia merupakan sosok yang secara psikologis dan politis memiliki karakter anomali terhadap makna hukum. Bukan hanya enggan tunduk pada prinsip keadilan dan transparansi hukum, ia juga menunjukkan penolakan terhadap tanggung jawab moral seorang pemimpin untuk menjadi teladan.
  • Jokowi menunjukkan ciri khas seorang demagog. Ia piawai membentuk persepsi publik, menggiring opini, dan memanipulasi simpati rakyat untuk membangun kekuasaan yang besar, namun minim akuntabilitas.

Pertemuan kami tidak sia-sia. Klarifikasi memang tidak terjadi sepenuhnya, tapi TPUA mendapatkan pembenaran moral dan penguatan keyakinan—bahwa ada ketidakwajaran mendasar dalam narasi ijazah Jokowi. Bahkan Ketua Umum TPUA, Dr. Eggi Sudjana, yang kami hubungi setelah pertemuan itu, menyatakan: “100% ijazah Jokowi palsu.” Pernyataan ini bukan semata-mata klaim, tapi kesimpulan dari sikap Jokowi sendiri yang menyiratkan penolakan terhadap transparansi.

Kini, kami menyerukan kepada Presiden Prabowo Subianto agar menggunakan hak prerogatifnya sebagai Kepala Negara, untuk memerintahkan Kapolri membuka kembali penyelidikan secara hukum terkait dugaan ijazah palsu yang pernah dilaporkan ke Mabes Polri.

Bangsa ini tidak boleh dibiarkan terus-menerus terjebak dalam ilusi dan manipulasi. Rakyat berhak mengetahui kebenaran. Bila benar bahwa ijazah itu palsu, maka seluruh struktur kekuasaan dan legitimasi Jokowi selama ini berdiri di atas kebohongan, dan itu adalah penghinaan terhadap seluruh sistem hukum, pendidikan, serta nilai-nilai Pancasila.

Kami, para advokat TPUA, menyatakan siap menjadi relawan hukum secara gratis untuk membongkar tragedi ini demi menyelamatkan 280 juta jiwa rakyat Indonesia yang mungkin telah dan sedang menjadi korban dari satu sosok pemimpin dengan karakteristik anomali hukum dan demagog kekuasaan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PANEN RAYA, UJIAN NYATA JANJI SWASEMBADA

Next Post

Para Purn. TNI Menolak Jokowi dan Gibran

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

daerah

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Next Post
Para Purn. TNI Menolak Jokowi dan Gibran

Para Purn. TNI Menolak Jokowi dan Gibran

Kekaburan Ijazah Jokowi dan Gibran: Menggugat Integritas Kepemimpinan

Kekaburan Ijazah Jokowi dan Gibran: Menggugat Integritas Kepemimpinan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...