• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

KEKUASAAN DINASTI CUKUP SAMPAI DISINI! 220824

M.Yamin Nasution by M.Yamin Nasution
August 26, 2024
in Feature, Politik
0
KEKUASAAN DINASTI CUKUP SAMPAI DISINI! 220824
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ishak Rafick, – POSKO Penyelamatan NKRI

Berbagai elemen perguruan tinggi, mahasiswa dan aktivis perubahan menggelar Protes massal di depan gedung DPR-RI (220824: 10.00 – ). Mereka merangsek dan menjebol beberapa bagian pagar. Dinasti Jokowi dijadikan musuh bersama. Akankah berkembang jadi People Power yang memporandakan semua?

Hampir seluruh elemen perguruan tinggi, mahasiswa, aktivis gerakan perubahan dan masyarakat protes thd Badan Legislasi (Baleg) DPR-RI. Mengapa? Karena Baleg bersidang kilat pagi itu guna menganulir Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) no 60 dan 70 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Mereka seperti kebakaran jenggot, dan karena itu perlu bersidang kilat demi membela penyanderanya. Tidak masuk akal? Memang.

Keputusan MK tsb memang terang-terangan mengurangi batas electoral threshold. Ini diyakini bisa bikin karam Dinasti Jokowi, yang akibat kepongahan Bahlil, dapat gelar Raja Jawa. Di Jakarta, misalnya, electoral threshold diturunkan MK dari 20 – 25 persen ke 7,5 persen. Ini memungkinkan PDIP mengajukan cagub/cawagub tanpa berkoalisi dg partai lain. Artinya juga PDIP bisa mengajukan Anies Baswedan, yg disenangi warga Jakarta, berdampingan dg kader PDIP Hendrar Pribadi atau yg lain. PDIP Megawati dan tim, yang smart dan berpengalaman, tentu akan meraup peluang ini. Scenario tim Dinasti Raja Jawa, yang ingin melumpuhkan PDIP di pilkada, pupus.

Lalu dalam urusan usia, Keputusan MK tsb mengembalikannya pada aturan awal, yaitu 30 tahun pada saat penetapan calon. Bukan 30 tahun saat dilantik seperti diubah MA. Ini melemparkan Kaesang Pangarep dari arena Pilkada. Orang menilai ini sebagai kemenangan akal sehat. Indonesia mesti kembali ke alam demokrasi. Politik sandera ketum parpol stop, kecuali bagi mereka yang masi ingin membudak. Mereka ini bisa pasang badan untuk dapat ridho presiden di sidang baleg atau cari aman di bangku penonton. Alasan bisa dicari-cari.

Sidang kilat Baleg tsb sekaligus membuktikan DPR-RI menolak mewakili rakyat dan memilih memperjuangkan kepentingan pemerintah yang dikendalikan oligarki. Untuk apa? Demi melicinkan jalan Kaesang Pangarep si putra bungsu Presiden Jkw nyagub/nyawagub. Jadi bukan tidak mungkin badai protes ini akan berlangsung lama.

Beberapa kelompok kecil dari BEM-UI, BEMSI dan Alumni Perguruan Tinggi (PT)SI mendatangi saya di depan gd DPR/MPR. Mereka menanyakan: bagaimana selanjutnya? Beberapa minta saya orasi. Beberapa lagi teriak ‘arahan bang isak. Arahan!’

Saya bilang kehadiran kalian di depan gedung wakil rakyat ini sebagai antisipasi terhadap sidang Baleg DPR, yang mau membatalkan Keputusan MK no 60 dan 70 atau membuat UU Pilkada baru, menunjukkan bahwa kalian tidak butuh arahan. “Kalian generasi muda Indonesia sudah tau apa yang harus dilakukan,” jawab penulis.

Saya memang tidak mengada – ada. Apalagi bila dilihat spanduk-spanduk, poster-poster yang dibentangkan adik-adik mahasiswa dan alumni PTSI ini. Juga orasi mereka di atas mobil komando. Mereka berteriak tangkap Raja Jawa! Hentikan perampasan tanah-tanah rakyat untuk diberikan kepada konglomerat penghisap darah dengan stempel proyek stragis nasional (PSN).

Kepalan tangan protes juga ditujukan ke KPK yang dikendalikan rezim, UU Ominibus Law/Cipta Kerja yang membawa Indonesia memasuki era penjajahan baru. Pun hukum, perpu dan perundang2an, serta aparat yang dijadikan alat kekuasaan untuk merusak demokrasi. Itu bagi saya sungguh luar biasa. “Perampasan tanah rakyat di Rempang, Seruyan, Papua, Wadas, Kendeng, Tanjung Pasir dll semua masuk radar kalian. Kini kalian jadi garda depan pembela bangsa dan rakyat Indonesia yang sedang diplot jadi bangsa koeli dan koelinya bangsa-bangsa lewat kebijakan, perundang2an dan tindakan aparat. Selamat berjuang! Doa kami di nadi kalian,” kata penulis.

Berpijak pada semangat perubahan yang dibawa adik-adik kita itu saya yakin gerakan ini akan berlangsung lama. Sebab tim dinasti, para antek pendukungnya, dan cukong-cukong yang selama ini diuntungkan akan melawan dengan massif, terencana dan terstruktur. Sehingga ini akan berkembang jadi tsunami sosial berdarah2 seperti Reformasi 1997/1998, yg memporandakan semua. Ujungnya adalah cabut mandat presiden dan wapres sebelum 20 Oktober 2024. Sebab memang satu paket.

Protes massal tgl 22 Agustus 2024 itu tentu tidaklah ujug-ujug. Ini merupakan satu rangkaian protes panjang, yang berlangsung sejak 2015/2016 ketika gejala metamorfosis Jokowi menjadi diktator, mulai tercium.

Terutama sejak Jokowi menaikkan bbm Rp 2 ribu/liter pada 15 November 2014. Ini mendorong rakyat masuk jurang kemiskinan. Lalu disusul pengganyangan terhadap KPK, kriminalisasi ketua KPK Abraham Samad dan Bambang Wijoyanto, dan penggantian 5 komisionernya. Setelah itu ada penggarapan berbagai perpu dan rivisi UU anti demokrasi sampai RUU BPIP/HIP.

Nah sejak akhir Juli sampai Agustus 2024 ini saja, sekedar menyebut sebagian, ada 4 hajatan aktivis dan intelektual yang sangat berperan memicu perlawanan. Yang pertama, diskusi di Batik Kuring yang mengusung thema Politik Dinasti Jokowi, Sebuah Penghancuran terhadap Demokrasi dan Penegakan Hukum (31 Juli 2024). Kedua, Rembug Kebangsaan Senator ProDEM di Hotel Kaisar (13 Agustus 2024). Ketiga, Pembentukan POSKO Penyelamatan NKRI (17 Agustus 2024) dari Keluarga Besar Universitas Indonesia (UI) bersama purnawirawan dll di Kampus UI Salemba – Jakarta. Keempat, Diskusi Petisi 100 di Gedung Djoang 1945 (19 Agustus 2024) Themanya: Menanti Akhir Buruk Pemerintahan Jokowi, Tangkap dan Adili Jokowi. Jadi semuanya telah mengkristal menjadikan Dinasti Jokowi sebagai musuh bersama. Jadi unsur pertama dalam people power terpenuhi, yaitu adanya musuh bersama.

Menurut MasaDepan Institute tentu protes di depan DPR/MPR (220824) ini pun bisa berkembang jadi pencabutan mandat 575 anggota DPR 2019 – 2024. Mereka yang terpilih lagi untuk 2024 – 2029 dan wakil-wakil pengusaha yang terpilih lewat sogokan dan jual beli suara akan dikeluarkan. Syukur bila tak ditangkap dan diseret ke pengadilan rakyat bersama presiden dan kabinetnya.

Juga 30 konglomerat superkuasa atau oligarki bersama keluarga dan anak cucunya akan ditangkap dan dihukum berat. Kekayaan dan aset yg diperoleh lewat jalan manipulasi akan disita untuk negara. Konstelasi bisnis akan diatur ulang. Gurita bisnis, yang sudah menjalar kemana-mana, akan dipaksa kembali ke bisnis inti (cor)nya seperti di Korea Selatan. Para konglo inilah yang menikmati hasil penindasan, subsidi listrik, perampasan daerah-daerah strategis, tambang, dan diduga menjadi mafia di segala lini. Mereka pun piawai mengendalikan pemerintahan yang korup, wakil rakyat dan parpol. Sehingga mendapat berbagai fasilitas dan kemudahan, serta bisa memesan kebijakan, perpu atau undang-undang yg menguntungkan mereka.

Menurut catatan MasaDepan Institute dan Gerakan Perubahan tidak tertutup kemungkinan Kabinet dan dan DPR 2014 – 2019 ikut diseret, karena telah ikut menjerumuskan negara sampai berkembang seburuk ini.

Bila Prabowo, yang telah memenangi pilpres dan timnya tak pandai bermain di arus perubahan ini untuk melepaskan diri dari dinasti, bukan tidak mungkin akan terkena imbasnya. Prabowo kini punya peluang untuk mencoret mentri-mentri lama, yang dipaksakan Jokowi untuk masuk kabinet. GOLKAR dan PKS yang kehilangan nalar di ujung waktu, mesti segera putar haluan meralat arahan segelintir orang dalamnya yang telah pindah ke lain hati [IR]

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Banjir Bandang Terjang Ternate: 11 Orang Tewas

Next Post

Said Iqbal: Anies Akan Diusung Partai Buruh dan PDIP

M.Yamin Nasution

M.Yamin Nasution

Related Posts

Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya
Feature

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

June 13, 2026
Feature

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Next Post
Partai Buruh Siap People Power jika Keinginan Penundaan Pemilu Dipaksakan

Said Iqbal: Anies Akan Diusung Partai Buruh dan PDIP

Anies Ungkap Isi Pertemuan dengan DPD PDIP DKI Jakarta

Anies Ungkap Isi Pertemuan dengan DPD PDIP DKI Jakarta

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Demonstran 1998 Kampus UNS Jakarta - Maka hanya ada satu kata: lawan! (Widji Thukul, 1963-1998). Demikianlah...

Read more
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

June 13, 2026

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

June 13, 2026
Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

Nyeri Dada Bukan Sekadar Masuk Angin: Mengenali Angin Duduk dan Cara Mencegah Dampaknya

June 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist