• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

KEMARAU PANJANG DI DEPAN MATA: SAATNYA WASPADA IKLIM EKSTREM

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
March 17, 2026
in Feature
0
KEMARAU PANJANG DI DEPAN MATA: SAATNYA WASPADA IKLIM EKSTREM
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Iklim ekstrem harus diwaspadai secara serius. Dampaknya tidak hanya bersifat sementara, tetapi bisa meluas dan berkepanjangan. Bencana alam, kekeringan, perubahan pola cuaca yang tidak menentu, hingga ancaman terhadap kesehatan masyarakat adalah sebagian dari konsekuensi yang dapat muncul.

Ketika iklim berubah secara ekstrem, sektor yang pertama kali merasakan dampaknya adalah pertanian, ketersediaan air, serta stabilitas kehidupan masyarakat. Tidak hanya itu, iklim ekstrem juga dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu, kesiapsiagaan dan kewaspadaan menjadi kunci untuk mengurangi risiko serta dampak yang mungkin timbul.

Belum lama ini, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau tahun 2026 berpotensi datang lebih awal di banyak wilayah Indonesia dan berlangsung lebih panjang dibandingkan dengan kondisi normal. Bahkan, sebagian besar wilayah diperkirakan akan mengalami musim kemarau yang lebih kering dari rata-rata klimatologis.

Peringatan ini tentu tidak boleh dianggap sepele. Kemarau yang datang lebih awal dan berlangsung lebih lama bisa berdampak besar pada ketahanan pangan, ketersediaan air, hingga meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.

Isu utama yang melatarbelakangi meningkatnya iklim ekstrem saat ini adalah perubahan iklim global. Perubahan ini menyebabkan meningkatnya frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem seperti banjir, kekeringan, badai, serta gelombang panas.

Perubahan iklim tersebut dipicu oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, terutama karbon dioksida. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, serta aktivitas industri yang tidak ramah lingkungan.

Dampak perubahan iklim sudah dirasakan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Fenomena cuaca ekstrem seperti banjir, kekeringan, badai, dan gelombang panas semakin sering terjadi. Selain itu, kenaikan permukaan air laut mulai mengancam wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Perubahan iklim juga menimbulkan gangguan terhadap ekosistem yang dapat mengancam keanekaragaman hayati serta keseimbangan lingkungan. Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa upaya penanganan yang serius, maka kerusakan lingkungan akan semakin sulit dikendalikan.

Lebih jauh lagi, perubahan iklim juga menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang tidak kecil. Dampak tersebut antara lain:

Pertama, kerusakan infrastruktur.
Bencana alam seperti banjir, badai, dan kekeringan dapat merusak jalan, jembatan, serta berbagai fasilitas publik yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat.

Kedua, menurunnya produktivitas.
Perubahan iklim dapat mengganggu sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat. Akibatnya, pendapatan masyarakat menurun dan ketahanan pangan terancam.

Ketiga, munculnya migrasi iklim.
Bencana yang berulang dapat memaksa masyarakat meninggalkan tempat tinggalnya. Fenomena ini berpotensi menimbulkan pengungsi iklim yang kemudian memberi tekanan tambahan pada daerah tujuan.

Keempat, ancaman terhadap kesehatan masyarakat.
Perubahan iklim dapat meningkatkan risiko penyebaran berbagai penyakit seperti malaria dan demam berdarah, serta memperburuk kondisi kesehatan mental masyarakat yang terdampak bencana.

Kelima, hilangnya keanekaragaman hayati.
Perubahan iklim dapat mengancam berbagai spesies flora dan fauna yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Menghadapi tantangan besar ini, upaya penanganan perubahan iklim tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama global yang kuat dan berkelanjutan. Beberapa langkah kolaborasi internasional yang telah dilakukan antara lain melalui Perjanjian Paris tahun 2015, yang bertujuan menahan kenaikan suhu global di bawah 2 derajat Celsius dan mengupayakan agar tidak melebihi 1,5 derajat Celsius.

Selain itu, negara-negara maju juga berkomitmen untuk menyediakan pendanaan internasional sebesar USD 100 miliar per tahun untuk membantu negara berkembang dalam menjalankan aksi mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Kolaborasi global juga dilakukan melalui pengembangan teknologi hijau, seperti energi surya, energi angin, serta kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan. Di sisi lain, kemitraan multilateral antara negara, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta juga terus diperkuat untuk meningkatkan kesadaran dan aksi nyata menghadapi perubahan iklim.

Namun demikian, upaya teknologis saja tidak cukup. Edukasi global tentang perubahan iklim menjadi faktor yang sangat penting. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dunia tentang apa itu perubahan iklim, bagaimana dampaknya terhadap kehidupan manusia, serta apa yang dapat dilakukan untuk menguranginya.

Edukasi yang efektif dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat menjadi lebih ramah lingkungan, meningkatkan partisipasi publik dalam aksi iklim, serta membangun kesadaran global bahwa krisis iklim adalah tanggung jawab bersama.

Berbagai bentuk edukasi dapat dilakukan melalui kampanye media sosial, program pendidikan lingkungan di sekolah, pelatihan dan workshop aksi iklim, hingga konferensi internasional tentang perubahan iklim.

Yang tidak kalah penting, edukasi ini juga dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi dan mengurangi risiko bencana alam yang berkaitan dengan perubahan iklim.

Perlu dipahami bahwa edukasi iklim merupakan proses panjang yang pada akhirnya bermuara pada perubahan perilaku masyarakat dalam memperlakukan lingkungan secara lebih bijaksana.

Indonesia sendiri juga berperan aktif dalam berbagai upaya kolaborasi dan edukasi global. Salah satunya melalui Muhammadiyah Climate Center yang berkontribusi dalam berbagai program penyelamatan Bumi dari krisis iklim.

Selain itu, Indonesia juga terus meningkatkan komitmen dalam menurunkan emisi gas rumah kaca melalui target Nationally Determined Contribution (NDC) sebagai bagian dari komitmen global untuk menghadapi perubahan iklim.

Pada akhirnya, menghadapi iklim ekstrem bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan masa depan peradaban manusia. Tanpa kesadaran bersama dan tindakan nyata, ancaman krisis iklim bisa menjadi bencana yang jauh lebih besar bagi generasi mendatang.

(Penulis, Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pola Sambutan Rismon oleh Gibran End Game vs Eggi Sudjana-DHL: Beda Kelas

Next Post

Israel Resmi Mulai Operasi Darat di Lebanon, Konflik Timur Tengah Memanas

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG
Economy

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara
Feature

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026
Next Post
Israel Resmi Mulai Operasi Darat di Lebanon, Konflik Timur Tengah Memanas

Israel Resmi Mulai Operasi Darat di Lebanon, Konflik Timur Tengah Memanas

Polisi Tangkap Pria. Meminta Gadis Remaja Menunjukkan Celana Dalamnya

Di Jepang, Pelecehan Gagal Jadi Berita Nasional—Di Kita, Kejahatan Besar Jadi Rutinitas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026
Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

Teater “Haqqul Yaqin” di Hambalang: Saat Data Dikalahkan Frekuensi Suara

March 26, 2026

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

Harga BBM Mahal, Rakyat Terjepit: Membandingkan Jepang dan Indonesia dari Sudut Daya Beli

March 26, 2026
Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

Japan Lepas Cadangan Minyak Negara untuk Stabilkan Pasokan Energi

March 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...