Jakarta, Fusilatnews.– Hari Guru Nasional 2022, yang jatuh pada hari ini, Jumat (25/11/2022), juga diperingati di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 09 Kebayoran Lama Utara (KLU), Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Selain upacara dan atraksi anak-anak sekolah dari setiap kelas, termasuk penampilan seni qasidah atau marawis, acara juga ditandai dengan pemotongan tumpeng.
Istimewanya, tumpeng tersebut dibuat dari nasi kuning beserta lauk-pauknya, termasuk “urap” yang sarat akan makna. Acara pemotongan tumpeng dilakukan oleh Ketua Komite Sekolah SDN 09 KLU Karyudi Sutajah Putra di halaman sekolah setempat, dan potongan tumpeng perdana diserahkan kepada Kepala Sekolah SDN 09 KLU Hasti Asih SPd yang didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah SDN 09 KLU Tri Wulandari SPd beserta seluruh jajaran guru dan tata usaha.
“Kami ucapkan terima kasih atas perhatian dari Komite Sekolah dan Ibu-ibu Koordinator Kelas (Korlas) serta anak-anakku semua. Mohon doanya supaya kami selalu sehat sehingga bisa mendampingi anak-anak belajar di sekolah,” kata Hasti Asih usai menerima tumpeng.
Memang, sesuai Undang-Undang (UU) No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Adapun tema Hari Guru Nasional, yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), tahun ini adalah “Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar”.
Makna Tumpeng Nasi Kuning
Lalu, apa makna tumpeng nasi kuning yang tampak kemilau pada peringatan Hari Guru Nasional di SDN 09 KLU? Dikutip dari berbagai sumber, makna dan filosofi nasi kuning memiliki sejumlah versi. Namun, secara umum ada kebaikan-kebaikan serta harapan dan doa yang turut disematkan dalam sajian tumpeng nasi kuning beserta lauk pauknya itu. Simbol-simbol yang menyertai pun tak luput dari harapan-harapan baik yang dimiliki bersama, antara lain:
1. Meningkatkan Kemakmuran dan Kesejahteraan
Warna kuning menyerupai emas. Warna emas sendiri melambangkan kekayaan dan kemakmuran. Harapannya dengan membuat nasi kuning maka akan lebih banyak kemakmuran, kesejahteraan, dan kekayaan yang bisa didapatkan.
2. Mengharapkan Lebih Banyak Kemuliaan
Tumpeng yang berbentuk kerucut melambangkan gunung. Di Pulau Jawa sendiri ada banyak sekali gunung berapi. Mengingat masyarakat Jawa juga memuliakan gunung, maka dengan membuat tumpeng diharapkan akan ada lebih banyak kemuliaan yang didapatkan ke depannya. Pada acara selamatan atau tasyakuran, menikmati nasi tumpeng bersama juga bisa meningkatkan kebersamaan dan kerukunan. Bentuk tumpeng yang kerucut juga melambangkan komunikasi. Dalam acara tasyakuran pernikahan misalnya, nasi tumpeng melambangkan pentingnya komunikasi antar-pasangan sekaligus kepada Tuhan. Menghadirkan nasi tumpeng juga disertai dengan doa agar ke depannya komunikasi bisa selalu berjalan dengan baik dan semua harapan terkabul. Bentuk tumpeng yang kerucut melambangkan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
3. Makna Lauk Pauk yang Menyertai Tumpeng Nasi Kuning
Tumpeng nasi kuning dilengkapi dengan berbagai macam lauk pauk. Lauk pauk ini pun mengandung banyak simbol penting. Lauk pauk yang paling umum dan sering ditemukan dalam hidangan nasi tumeng adalah telur rebus dan urap-urap.
Telur rebus utuh yang harus dikupas dulu untuk memakannya, hal ini bisa melambangkan pentingnya etos kerja dan perlunya perencanaan yang matang atas setiap tindakan yang kita lakukan.
Bahan-bahan yang digunakan dalam sayur urap pun melambangkan sejumlah hal yang penting, seperti kacang panjang yang melambangkan pemikiran yang jauh ke depan, tauge yang melambangkan proses untuk terus tumbuh, dan sebagainya.
Bahkan cabai merah yang dibuat jadi kelopak bunga pun bukan hanya hiasan semata, tapi juga melambangkan penerangan yang bisa memberi banyak manfaat untuk orang lain. Lauk ikan teri juga bisa menjadi simbol kerukunan dan kebersamaan. Jika didalami lebih jauh, setiap jenis lauk bisa memiliki nilai-nilai luhur yang mengandung banyak kebaikan. (F-2)






















