• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Kader PDIP Ramai-ramai Langgar Larangan Bicara Capres

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
September 8, 2022
in Feature, Politik
0
Ketika Kader PDIP Ramai-ramai Langgar Larangan Bicara Capres
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra – Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta.

JAKARTA – Aturan dibuat untuk dilanggar. Anekdot ini tampaknya berlaku bagi PDI Perjuangan, khususnya terkait calon presiden (capres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Ketika Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan akan memberikan sanksi bagi siapa pun kader yang bicara soal capres, setelah itu mereka justru ramai-ramai bicara capres. Mereka seakan tak hirau akan larangan Hasto.

Larangan kader bicara capres dilontarkan Hasto usai para kader PDIP dari sejumlah daerah ramai-ramai mendeklarasikan dukungannya kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres 2024.

Tercatat misalnya para pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang melakukan deklarasi dukungan Ganjar sebagai capres.

“Manakala ada anggota partai yang tidak memiliki disiplin dan ikut-ikutan dalam deklarasi calon sebelum partai menetapkan, partai akan menegakkan disiplin tersebut dengan memberi sanksi organisasi,” kata Hasto Kristiyanto dalam keterangan resminya, Selasa (21/9/2021).

Hasto menekankan PDIP telah memberikan kewenangan dan mandat terkait penetapan capres dan cawapres 2024 kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Keputusan itu berdasarkan hasil Kongres V PDIP di Bali tahun 2019.

Sesaat memang mereda. Apalagi setelah Ganjar “dipasung”, dilarang bersafari politik ke daerah-daerah kecuali atas penugasan partainya.

Di pihak lain, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnputri justru memberikan panggung ke putrinya, Puan Maharani. Puan ditugaskan melakukan safari politik ke elite-elite partai politik lain. Puan pun telah bertemu Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan akan segera bertemu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. 

Selain Ketua DPP PDIP, Puan Maharani adalah Ketua DPR RI, jabatan yang cukup strategis dan prestisius.

Sebelum Puan dapat panggung, ternyata deklarasi dukungan bagi Ganjar dari kader-kader PDIP terus bermunculan. Ketua DPC PDIP Surakarta, Jateng, FX Hadi Rudyatmo, misalnya. Mantan Walikota Surakarta ini terang-terangan mendukung Ganjar sebagai capres. Rudy juga tidak melarang para pengurus partainya mendukung Ganjar. Sekali lagi, mereka tak hirau akan larangan dari Hasto. 

Teranyar, para mantan pengurus PDIP DKI Jakarta pada 27 Juli 2022 mendeklarasikan dukungan kepada Ganjar untuk maju sebagai capres di Pilpres 2024.

Relawan pendukung Presiden Jokowi juga tak mau ketinggalan. Mereka tak segan-segan mendeklarasikan dukungannya bagi Ganjar, seperti Jokowi Mania atau Joman. Relawan-relawan pendukung Ganjar juga sudah terbentuk di sejumlah daerah seperti Sahabat Ganjar, Teman Ganjar, Ganjarist dan lain sebagainya.

Kebanyakan para relawan Jokowi dan Ganjar adalah para kader dan simpatisan PDIP.

Di pihak lain, pasca-Hasto melontarkan larangan, elite-elite PDIP justru tak segan bicara capres dari partainya. Padahal sejauh ini Megawati belum mengumumkan siapa capres yang diusung partainya. Mereka menyatakan dan mendukung Puan Maharani sebagai capres di Pilpres 2024.

Bambang Wuryanto, Trimedya Panjaitan, Masinton Pasaribu dan Utut Adianto adalah sebagian kecil elite PDIP yang menyatakan dukungannya kepada Puan sebagai capres 2024.

Teranyar, politikus PDIP Effendi Simbolon menyatakan, Puan-lah satu-satunya capres dari partainya untuk Pilpres 2024.

Standar Ganda

Ternyata sejauh ini belum terdengar PDIP menjatuhkan sanksi kepada kader yang bicara capres, baik para pendukung Ganjar maupun para pendukung Puan. 

Jika PDIP tak kunjung memberikan sanksi bagi kadernya yang bicara capres, baik bagi pendukung Ganjar atau pun pendukung Puan, padahal hingga kini Megawati belum menetapkan capres, maka anekdot “aturan dibuat untuk dilanggar” benar-benar berlaku bagi PDIP. 

Jika para pendukung Puan dibiarkan di satu pihak, dan di pihak lain para pendukung Ganjar dilarang bicara capres, maka patut diduga PDIP menerapkan standar ganda. Boleh bagi Puan, tidak boleh bagi Ganjar beroleh dukungan.

Pertaruhan Terakhir

Berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, elektabilitas Ganjar selalu masuk tiga besar bersama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Bahkan di kalangan milenial, elektabilitas Ganjar paling berkibar. 

Sebaliknya, elektabilitas Puan tak kunjung naik signifikan. Saat ini elektabilitas Puan dalam kisaran 2 persen.

Sebab itulah, Megawati menugaskan Puan bersafari politik demi mendongkrak elektabilias putri mahkotanya itu.

Meski elektabilitasnya jongkok, namun di mata Megawati, Puan Maharani memiliki keistimewaan tersendiri. Selain anak ideologis, Puan adalah anak biologis Megawati. Bagi siapa pun orangtua, anak adalah “kencono wingko” (pecahan gerabah yang terlihat seperti emas).

Sebaliknya, meskipun elektabilitasnya tinggi, namun Ganjar adalah sekadar anak ideologis Megawati, bukan anak biologis Presiden ke-5 RI itu. Sebab itu, jika kini Megawati terkesan lebih memprioritaskan Puan, suatu hal yang sangat wajar, manusiawi.

Apalagi, dari sisi usia, Pilpres 2024 nanti tampaknya menjadi sandyakalaning Megawati dalam percaturan politik nasional. Mau tak mau, suka tak suka, pasca-Pilpres 2024 nanti dia harus melakukan estafet kepemimpinan di PDIP. Megawati harus melakukan transisi politik, menyerahkan singgasananya kepada generasi yang lebih muda. Mungkin Puan-lah harapan terbesarnya. 

Mengapa Puan? Sebab ia menjadi pertaruhan terakhir bagi dinasti Soekarno apakah akan bertahan atau terlempar dari episentrum kekuasaan, baik di Istana atau pun di Senayan.

Jika Puan jadi presiden atau wakil presiden, maka dinasti Soekarno akan bisa bertahan di Istana. Presiden Jokowi sendiri dikonotasikan sebagai kepanjangan tangan dari Megawati yang berarti kepanjangan tangan dari dinasti Soekarno. 

Jika Puan menjadi presiden atau wakil presiden, dia juga akan lebih mulus terpilih sebagai Ketua Umum PDIP yang juga berarti dinasti Soekarno tidak terlempar dari Senayan. 

Mengingat Puan sebagai pertaruhan terakhir, maka akan dipasangkan dengan siapa pun, dan dengan posisi apa pun, apakah sebagai capres ataukah cawapres, asal probabilitas terpilihnya cukup tinggi, Megawati diyakini akan merestuinya. Apalagi dengan Prabowo, dengan Anies Baswedan yang selama ini dikonotasikan sebagai lawan politiknya pun Megawati diyakini akan merestuinya. 

Ingat, di dunia politik tak ada kawan atau lawan abadi, yang abadi adalah kepentingan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ironis!!! Swasta Jual Harga BBM Lebih Murah Masih Untung, Pemerintah Jual Lebih Mahal Masih Mengaku Rugi?

Next Post

Cosplay Indonesia Kembali Rebut Kejuaraan Dunia di Saudi Arabia

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”
Feature

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Next Post
Cosplay Indonesia Kembali Rebut Kejuaraan Dunia di Saudi Arabia

Cosplay Indonesia Kembali Rebut Kejuaraan Dunia di Saudi Arabia

Breaking News: Partai Islam Terkoyak: 3 Majelis PPP Pecat Suharso Monoarfa dari Ketum!

Breaking News: Partai Islam Terkoyak: 3 Majelis PPP Pecat Suharso Monoarfa dari Ketum!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

Media Sosial: Dari Hiburan Menjadi Candu yang Diproduksi

April 24, 2026
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bisa Membaca, Tapi Gagal ‘Iqra’: Ironi Umat di Era Informasi

April 24, 2026
Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Berbohong Itu Sulit dan Mahal Harganya

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist