• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Ponsel Hasto Kristiyanto Menjelma Kotak Pandora

fusilat by fusilat
June 12, 2024
in Feature, Law, Politik
0
PDI Tanggapi  Putusan PN Jakarta Pusat  Untuk Menunda Pemilu
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, Fusilatnews.- Masih ingatkah kita akan kisah Kotak Pandora dalam mitologi Yunani? Jika tidak, cermatilah kasus penyitaan telepon seluler (ponsel) milik Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (10/6/2024). Setelah itu, niscaya kita akan ingat kembali mitos Kotak Pandora.

Alkisah, seorang gadis cantik bernama Pandora, pada hari pernikahannya dengan Epimetheus mendapat hadiah dari para dewa berupa sebuah kotak yang indah, namun Pandora dilarang membukanya. Ketika dibuka karena rasa penasaran, ternyata keluarlah berbagai macam keburukan, mulai dari masa tua, rasa sakit, kegilaan, wabah penyakit, keserakahan, pencurian, dusta, kecemburuan, kelaparan, hingga berbagai malapetaka lainnya. Akhirnya yang tersisa hanya satu: harapan!

Niat dewa Zeus memberikan hadiah sebenarnya untuk memanfaatkan Pandora yang cantik dan menawan sebagai sarana untuk menghukum Prometheus, saudara Epimetheus, calon suami Pandora.

Prometheus adalah seorang Titan yang dikenal karena kecerdasan dan keahliannya, namun dia dua kali menipu, dan mencuri api Zeus lalu memberikannya kepada manusia.

Dus, kotak yang sangat indah itu pun menjadi semacam kutukan bagi Pandora. Akan tetapi, setelah semua keburukan keluar, ada yang tersisa di Kotak Pandora, yakni harapan.

Analog, ponsel Hasto Kristiyanto yang disita KPK pun ibarat Kotak Pandora yang juga akan menjadi semacam kutukan. Namun, bagi KPK akan memunculkan harapan.

Hasto diperiksa KPK sebagai saksi atas Harun Masiku, tersangka suap Wahyu Setiawan, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat itu, yang sejak awal 2020 hingga kini menjadi buron.

Wahyu Setiawan disebut meminta “mahar” Rp900 juta untuk meloloskan Harun Masiku lewat mekanisme Pergantian Antar-Waktu (PAW). Wahyu juga diduga menerima Rp200 juta dan Rp400 juta dalam pecahan dolar Singapura dari Saeful Bahri dan Donny Tri Istiqomah, melalui orang kepercayaannya, Agustiani Tio. Ketiganya, plus Wahyu Setiawan, sudah dipenjara.

Nah, di sela-sela pemeriksaan itu, staf Hasto yang bernama Kusnadi diminta penyidik untuk naik ke ruang penyidikan. Begitu tiba, tiba-tiba ponsel dan tas tangan Hasto yang dibawa Kusnadi diambil paksa penyidik KPK.

Hasto pun merasa Kusnadi, staf setianya itu, dijebak penyidik KPK. Kusnadi kemudian melaporkan penyidik lembaga antirasuah itu ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Sementara Hasto akan mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan terkait penyitaan paksa ponsel dan tas miliknya itu.

Ketua KPK Nawawi Pamolango berdalih, penyitaan ponsel Hasto Kristiyanto dilakukan untuk melacak jejak keberadaan Harun Masiku yang menyuap Wahyu Setiawan demi dilantik menjadi anggota DPR RI pengganti antar-waktu yang sedianya menggantikan Nazaruddin Kiemas dari PDIP di Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I yang meninggal dunia.

Akan tetapi, dalih untuk melacak jejak Harun Masiku ini adalah satu hal. Hal lain, patut diduga adalah untuk mengetahui keterkaitan Hasto dengan kasus suap Harun, karena keduanya berkomunikasi intensif melalui staf Hasto bernama Saeful Bahri. Harun pun nyaris ditangkap KPK namun lolos, diduga ada yang melindungi, dan kini entah di mana dia bersembunyi.

Dus, ponsel Hasto pun akan menjelma Kotak Pandora yang setelah dibuka KPK, bisa jadi akan keluarlah berbagai macam keburukan. Termasuk kasus-kasus selain Harun Masiku.

Tidak hanya komunikasi intensif antara Hasto dan Harun, yang dijembatani Saeful Bahri, dan mendapat jawaban “ok” atau “sip” dari Hasto saat Saeful Bahri melaporkan penerimaan sejumlah uang, tetapi juga antara Hasto dan pihak-pihak lainnya.

Tidak itu saja. KPK juga bisa menelisik komunikasi Hasto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait Harun Masiku. Jika ini terjadi, maka dunia persilatan politik Tanah Air akan terguncang. Bagaimana bisa seorang mantan Presiden, apalagi yang pada tahun 2003 lalu mendirikan KPK, berurusan dengan lembaga yang didirikannya itu?

Jika benar merembet sampai ke Megawati, maka kapasitas beliau diperiksa KPK tentunya sebagai Ketua Umum PDIP, bukan sebagai Presiden ke-5 RI. Apalagi hukum di Indonesia mengenal prinsip “equality before the law” (kesetaraan di muka hukum).

Diketahui, yang menandatangani surat permohonan PAW calon anggota DPR RI ke KPU lazimnya adalah ketua umum dan sekjen partai. Dalam hal Harun Masiku normatifnya adalah Megawati dan Hasto. Atau Megawati dengan salah satu wakil sekjen. Atau Hasto dengan salah satu Ketua DPP.

Ketika Harun yang perolehan suaranya di Pemilu 2019 berada di peringkat keenam, atau hanya lima ribu sekian, bagaimana bisa dia ditugaskan, mengutip ungkapan yang sering dilontarkan Megawati, menjadi pengganti caleg terpilih peringkat pertama yang meninggal dunia?

Mengapa bukan Riezky Aprilia yang jumlah perolehan suaranya tepat di bawah Nazaruddin atau peringkat kedua, yakni 44 ribu sekian?

Patut diduga ada sesuatu yang tak biasa ketika Harun Masiku yang diajukan. Sebab itu, mungkin KPK mau mendalami sesuatu yang tak biasa itu.

Alhasil, ponsel Hasto Kristiyanto pun akan benar-benar menjelma menjadi Kotak Pandora. Setelah semua keburukan keluar, yang tersisa adalah harapan. Dan harapan itu adalah ditangkapnya Harun Masiku.

Mengapa Hasto mendapat “hadiah” Kotak Pandora? Barangkali karena ia kerap mengkritik “Zeus”, dewa dari segala dewa yang ada di Istana.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hamas Minta Perubahan pada Rencana Gencatan Senjata di Gaza

Next Post

Saksi dan Keluarga Korban Kasus Pembunuhan Vina – Eky Sedang Mengalami Ancaman

fusilat

fusilat

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Saksi dan Keluarga Korban Kasus Pembunuhan Vina – Eky Sedang Mengalami Ancaman

Saksi dan Keluarga Korban Kasus Pembunuhan Vina - Eky Sedang Mengalami Ancaman

Ayah Pegi Setiawan Terancam Sangkaan Obstruction of Justice

Kasus Pembunuhan Vina - Eky Semakin Liar, Kini Muncul Kasus Tindakan Perintangan Penyidikan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...