• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Keumalahayati, Perempuan Tangguh,Pertama Didunia Berpangkat Laksamana

fusilat by fusilat
April 17, 2022
in Feature
0
Keumalahayati, Perempuan Tangguh,Pertama Didunia Berpangkat Laksamana

Laksamana Malahayati (dok.istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Sadarudin el Bakrie*

Keumalahayati, atau Malahayati adalah seorang laksamana pada Angkatan laut Kesultanan Aceh, yang memerintah pada abad ke-16. Dia adalah laksamana perempuan pertama di dunia modern, pasukannya diambil dari janda perang yang bernama “Inong Balee”

Markasnya berada di Benteng Inong Balee dekat kota Banda Aceh. Beberapa sejarawan memberikan tingkatan kepada Keumalahayati dengan tingkat yang sama dengan Semiramis dan Catherine the Great, sementara referensi untuk dirinya dapat ditemukan dalam beberapa literatur China dan Barat.

Malahayati merupakan putri dari Laksamana Mahmud Syah dari Kesultanan Aceh. Setelah lulus dari Pesantren, sekolah Islam, ia melanjutkan studinya di Aceh Royal Military Academy, yang dikenal sebagai Ma’had Baitul Maqdis.

Keumalahayati merupakan laksamana wanita pertama di dunia. Mempraktikkan emansipasi wanita jauh sebelum negeri-negeri Eropa dan Kartini mendengungkannya.

Keumalahayati, wanita tangguh asal Aceh lahir tahun 1585. Namanya memiliki arti istimewa: batu indah dan bercahaya. Dia merupakan laksamana perempuan pertama dalam sejarah angkatan laut Nusantara dan dunia. Sepanjang sejarah kemiliterannya, nama Malayahati sohor sebagai petarung garis depan yang memimpin 2.000 pasukan.

Merasa geram setelah suaminya meninggal di tangan armada laut Portugis dalam perang “Teluk Haru”. Keumalahayati mengajukan  permintaan pembentukan pasukan armada laut khusus yang prajuritnya terdiri dari janda perang kepada Sultan Aceh saat itu Sultan Saidil Mukammil Alaudi Riayat Syah, 

Permintaan Keumalahayati dipenuhi Sultan. Ia dipercaya memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol pemerintah. Armada pimpinan Keumalahayati dinamakan Armada Inong Balee (armada perempuan janda).

Keumalahayati, wanita tangguh asal Aceh lahir tahun 1585. Namanya memiliki arti istimewa: batu indah dan bercahaya. Dia merupakan laksamana perempuan pertama dalam sejarah angkatan laut Indonesia dan dunia. Sepanjang sejarah kemiliterannya, nama Malayahati sohor sebagai petarung garis depan yang memimpin 2.000 pasukan.

Suatu hari pada Juni 1599, Cornelis de Houtman dan Frederijk de Houtman memasuki pelabuhan Aceh. Mulanya kedatangan duo Belanda itu disambut baik oleh Sultan Aceh. Namun seiring waktu keduanya banyak membuat ulah. Mereka memanipulasi perdagangan, mengacau, dan menghasut rakyat melawan kerajaan. Sultan yang habis kesabaran memerintahkan Keumalahayati mengenyahkan para pengacau Belanda itu dari bumi Serambi Makkah.

Pertempuran sengit tak terelakan. Keumalahayati dan pasukan Inong Baleenya merangsek masuk ke atas geladak kapal de Houtman. Mereka lawan serdadu-serdadu de Houtman tanpa mengenal ragu dan takut. Hingga akhirnya Cornelis de Houtman meregang nyawa oleh tikaman rencong Keumalahayati. “Di kapal Van Leeuw telah dibunuh Cornelis Houtman oleh Hayati sendiri,sedang Frederick de Houtman ditawan,” tulis Marie van C. Zeggelen dalam Oude Glorie.

Setahun pasca peristiwa penyerbuan kapal Cornelis de Houtman, dua kapal dagang Belanda pimpinan Paulus van Caerden kembali datang ke Aceh. Mereka merompak sebuah kapal dagang Aceh yang memuat lada, menenggelamkanya, dan kemudian pergi begitu saja meninggalkan pantai Aceh. Keumalahayati gagal menangkap mereka, namun menjadi lebih waspada karenanya.

Pada 31 Juni 1601 Keumalahayati mendengar kabar kedatangan rombongan kapal Belanda di Aceh. Masih geram dengan ulah van Caerden Keumalahayati memerintahkan armada Inong Balee menahan kapal-kapal Belanda tersebut. Setelah diperiksa, rombongan kapal Belanda yang dipimpin Laksamana Jacob van Neck itu ternyata bertujuan damai. Mereka membawa surat permohonan maaf Prins Maurits yang ditujukan kepada Sultan Saidil Mukamil.

Sultan membuka diri, Keumalahayati ditunjuk sebagai diplomat resmi kesultanan Aceh. Pada 23 Agustus 1601 terjadi perundingan antara Laksamana Laurens Bicker, Komisaris Gerard de Roy dari Kerajaan Belanda, dengan Keumalahayati. Kecerdikan diplomasi Keumalahayati berhasil mendesak Belanda menyepakati empat butir perjanjian: Pertama, Kesultanan Aceh dan Kerajaan Aceh berdamai.

Kedua, Frederijck de Houtman dibebaskan dari tahanan. Ketiga, Belanda harus membayar kerugian kapal-kapal Aceh yang dibajak oleh Van Caerden sebesar 50 ribu Gulden. Keempat, Sultan Aceh Saidilmukamil mengirim tiga orang utusan, masing-masing: Abdul hamid, Laksamana Sri Muhammad, dan Mir Hassan ke Belanda sebagai balasan atas niat baik Belanda.

Pada Juni 1602, Sir James Lancaster pemimpin armada dagang East India Company (EIC) dari Inggris datang ke Aceh membawa surat ajakan kerjasama resmi Ratu Elizabeth I. Lagi-lagi Sultan Aceh mempercayakan Keumalahayati menjadi pemimpin perundingan. Sultan tidak keliru, perundingan yang dipimpim Keumalahayati membawa hasil baik. Pertukaran tanda mata antara Ratu Elizabeth I dengan Sultan Aceh berlangsung.

Sepak terjak Keumalahayati sebagai panglima perang sekaligus diplomat ulung melambungkan reputasinya. Dunia mengenalnya sebagai palang pintu memasuki Kesultanan Aceh. Apa yang dilakukan Keumalahayati menunjukkan bangsa Indonesia sudah mengenal emansipasi wanita jauh sebelum Kartini mewacanakannya. Emansipasi yang tidak hanya sekadar ide teori melainkan juga praktik kehidupan.

Sumber: Republika.
Penulis:  M Akbar Wijaya/

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

JK Buka-bukaan Soal Wacana Penundaan Pemilu 2024

Next Post

PDIP Inginkan Pembantu Jokowi Jadi Pengganti Anies Baswedan

fusilat

fusilat

Related Posts

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang
Feature

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris
Crime

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Economy

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Next Post
PDIP Inginkan Pembantu Jokowi Jadi Pengganti Anies Baswedan

PDIP Inginkan Pembantu Jokowi Jadi Pengganti Anies Baswedan

Mengenal Masjid Nasional Al-Akbar: Terbesar di Indonesia Setelah Masjid Istiqlal

Mengenal Masjid Nasional Al-Akbar: Terbesar di Indonesia Setelah Masjid Istiqlal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD
Feature

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

by Karyudi Sutajah Putra
January 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan partai politik-partai politik pendukungnya, yang mewacanakan...

Read more
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

January 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

January 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist