• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Konspirasi Jahat Menjegal Anies Baswedan: “Demokrasi yang Terkikis di Akhir Kekuasaan Jokowi”

fusilat by fusilat
August 18, 2024
in Feature, Pilkada, Politik
0
Dendam Jokowi ke Anies, Rizal Ramli Ungkap Ini
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Fusilatnews — Pemilihan kepala daerah yang seharusnya menjadi pesta demokrasi kini berisiko berubah menjadi bencana demokrasi. Di akhir masa jabatannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama sejumlah partai politik diduga melakukan transaksi dan intimidasi untuk mencegah Anies Baswedan maju dalam Pilgub Jakarta 2024.

Jokowi, yang sempat berjanji untuk tidak terlibat dalam Pilkada 2024, kini bersama Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mendukung Prabowo Subianto, melakukan manuver politik demi menjadikan Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jakarta periode 2024-2029. Salah satu langkah awal mereka adalah dengan ‘membajak’ tiga partai politik yang sebelumnya bersiap mengusung Anies, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Nasdem, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Selain menawarkan kompensasi politik dan ekonomi, kelompok ini dikabarkan juga menekan petinggi partai dengan menggunakan kasus hukum. Tujuannya jelas: Ridwan Kamil harus menang dengan mudah, baik melawan kotak kosong atau kandidat boneka.

Ambisi Jokowi untuk memenangkan Ridwan Kamil juga berkaitan dengan keinginannya agar anak bungsunya, Kaesang Pangarep, menjadi calon wakil gubernur. Anies Baswedan dianggap sebagai batu sandungan karena dalam beberapa survei, ia selalu unggul dibandingkan Ridwan. Menghadang Anies dengan mempersiapkan kotak kosong atau kandidat palsu dari jalur independen adalah strategi licik untuk memastikan kemenangan Ridwan Kamil.

Hasrat Jokowi untuk mencarikan pekerjaan bagi anak-anaknya juga sejalan dengan kepentingan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Kehadiran Ridwan Kamil dalam Pilkada Jakarta akan memuluskan jalan Dedi Mulyadi, kader Partai Gerindra, menuju kursi Gubernur Jawa Barat, mengingat Ridwan saat ini adalah kandidat terkuat di provinsi tersebut.

Manfaat lain dari menjegal Anies adalah mengurangi jumlah kandidat potensial yang bisa menjadi pesaing Prabowo dalam Pemilihan Presiden 2029. Dua kepentingan ini memungkinkan Jokowi dan kartel politiknya bermanuver dengan leluasa, memotong satu per satu partai politik yang mendukung Anies.

Jokowi tampaknya menggunakan strategi yang sama dengan Pilpres sebelumnya: menggertak lawan politik dengan kriminalisasi hukum dan merayu mereka dengan iming-iming uang. PKS, yang memiliki jumlah kursi terbesar di Dewan Perwakilan Daerah Jakarta, dijanjikan kompensasi dan kursi wakil gubernur jika Kaesang batal menjadi calon pendamping Ridwan Kamil. Adapun Partai Nasdem diancam akan diseret dalam kasus hukum yang melibatkan wakil ketua umum partainya. PKB juga dikunci, mengingat ketua umumnya, Muhaimin Iskandar, tengah berseteru dengan pimpinan Nahdlatul Ulama. Kursi ketua umum bisa terancam jika PKB tidak bergabung dengan KIM Plus, koalisi yang akan mengusung Ridwan Kamil.

Dengan demikian, Anies hampir pasti ditinggalkan oleh ketiga partai tersebut. Sementara itu, PDI Perjuangan, meskipun ingin mengusung Anies, tidak memiliki cukup kursi di DPRD Jakarta untuk bergerak sendirian.

Modus memborong partai dengan tujuan melahirkan calon tunggal untuk melawan kotak kosong terus meningkat dari Pilkada ke Pilkada. Pada tahun 2020, sebanyak 25 pasangan kotak kosong berhasil memenangkan Pilkada. Tahun ini, jumlahnya meningkat. Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) memprediksi bahwa jika kesepakatan politik yang telah diumumkan tidak berubah, ada 34 Pilkada yang hanya diikuti satu pasangan calon.

Strategi merampas hak rakyat lewat pemilihan kotak kosong ini harus dilawan. Pilkada abal-abal akan menghilangkan esensi Pemilu sebagai cara demokratis untuk memilih pemimpin. Menang kotak kosong akan membuat kepala daerah terpilih menjadi jongos partai tanpa merasa berhutang budi kepada konstituen.

Untuk melawan taktik ini, rakyat harus memilih kotak kosong di bilik suara. Jika kotak kosong menang, Pilkada harus diulang. Proses politik memang jadi lebih panjang, tapi itu adalah cara melawan yang terbaik dan terhormat.

Sumber Tempo

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hasto Kristiyanto: Paslon Gubernur Jakarta dari Jalur Independen Paslon Boneka

Next Post

Muhaimin: Koalisi PKB-Gerindra untuk Perbaiki Arah Ekonomi

fusilat

fusilat

Related Posts

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh
Feature

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026
Feature

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Next Post
PKB Merasa Dikhianati Prabowo, PAN Tak Khawatir PKB Cabut dari Koalisi Indonesia Maju

Muhaimin: Koalisi PKB-Gerindra untuk Perbaiki Arah Ekonomi

Golkar Buka Pendaftaran Caketum, Munas Segera Tentukan Pemimpin Baru

Golkar Buka Pendaftaran Caketum, Munas Segera Tentukan Pemimpin Baru

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist