• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

KPK: Seperti Lady Boy

Ali Syarief by Ali Syarief
October 21, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
Kritik Cawapres Mahfud Atas Kegagalan Food Estate Memperoleh Penjelasan dari TPN
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ada pepatah lama di kalangan tukang sulap: semakin ramai tepuk tangan penonton, semakin besar ilusi yang sedang dipertunjukkan. Mungkin inilah yang kini terjadi pada Komisi Pemberantasan Korupsi. Dari luar, KPK tampak seperti lembaga penegak hukum yang gagah, tegas, dan menakutkan. Tapi ketika kasus besar seperti dugaan mark up proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung muncul ke permukaan, yang terlihat justru kecanggungan yang menggelikan: lembaga itu meminta Mahfud MD untuk melapor.

Sungguh ironis. Lembaga yang dibentuk untuk memburu koruptor kini justru bertanya dengan nada malu-malu: “Bapak bisa bantu kami bikin laporan, ya?” Seolah KPK kehilangan ingatan bahwa mereka punya kewenangan penyelidikan sendiri. Padahal, kalau mengacu pada logika hukum yang paling dasar, aparat penegak hukum tidak menunggu laporan ketika bau busuk sudah menyengat di depan hidung. Mereka bergerak. Tapi KPK memilih berdandan dulu di depan cermin.

Inilah KPK hari ini: cantik di tampilan, tapi kehilangan substansi. Persis seperti lady boy di jalanan Bangkok — memesona di luar, tapi begitu disapa, Anda sadar sesuatu tidak sesuai di dalam. Bukan karena bentuknya, tapi karena perannya yang keliru. Ia ingin tampak menegakkan keadilan, tapi tak berani menyentuh sumber kekuasaan yang sebenarnya.

Dulu KPK pernah menjadi simbol harapan. Ia menakuti pejabat yang gemar menyuap dan pengusaha yang lihai menyelipkan amplop di bawah meja. Kini, harapan itu tinggal kenangan. Ia berubah menjadi panggung kosmetik hukum — tampil rapi di depan kamera, tapi rapuh di dalam ruang sidang.

Permintaan agar Mahfud MD “melapor” tentang dugaan mark up proyek Whoosh menunjukkan betapa dalamnya kemerosotan itu. Alih-alih menelusuri informasi publik yang jelas-jelas terbuka di media, KPK memilih menunggu formulir laporan resmi, seolah birokrasi lebih penting dari kebenaran. Ini bukan soal hukum lagi, tapi soal kehilangan nyali.

Yang membuatnya semakin lucu, Mahfud MD bukan orang sembarangan. Mantan Menko Polhukam, profesor hukum pidana, dan mantan calon wakil presiden. Tapi bahkan kepada tokoh sekelas itu, KPK justru meminta “laporan tertulis.” Seolah lembaga ini tidak lagi tahu bedanya antara sumber informasi dan saksi.

Kita tidak sedang menyaksikan KPK bekerja, tapi KPK berpose. Ia meniru gaya tegasnya yang dulu, tapi tanpa semangat di baliknya. Seperti boneka yang masih memakai seragam perangnya, padahal jiwanya sudah diserahkan ke penguasa.

Maka tepatlah jika Mahfud menyebutnya “aneh.” Sebab apa yang dulu jadi alat pemberantasan kini berubah menjadi alat penundaan. Ia masih punya wajah penegak hukum, tapi tubuhnya sudah kehilangan tulang keberanian.

Dan seperti lady boy yang hidup dari sorotan turis, KPK pun hidup dari sorotan publik — butuh perhatian, butuh pengakuan, tapi tak lagi punya keberanian menjadi diri sejatinya.

Indonesia tampaknya memang pandai menciptakan keindahan palsu: proyek kereta cepat yang lambat dan lembaga antikorupsi yang takut korupsi. Dua-duanya megah di brosur, tapi pincang di realitas.

KPK mungkin masih berdiri tegak di gedung kaca itu, tapi cahaya yang dulu memantulkan keberanian kini hanya memantulkan bayangan dirinya sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

UU Pers VS Laporan Pencemaran Nama Baik Bahlil

Next Post

Kesehatan Mental Lansia: Lakukan Gerakan Ringan agar Tubuh Tidak Kaku

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Kesehatan Mental Lansia: Lakukan Gerakan Ringan agar Tubuh Tidak Kaku

Kesehatan Mental Lansia: Lakukan Gerakan Ringan agar Tubuh Tidak Kaku

Benang Merah: Kontroversi Lirboyo, Habib Yaman, dan Manuver Politik NU di Tengah Badai 2025

Benang Merah: Kontroversi Lirboyo, Habib Yaman, dan Manuver Politik NU di Tengah Badai 2025

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist