• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Krisis Reputasi dan Citra Organisasi di Pusaran Kasus Mario Dandy

fusilat by fusilat
March 13, 2023
in Feature
0
PPATK Temukan Safe Deposit Box Milik RAT, Isinya Rp 37 Miliar Dalam USD

Mantan Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah DJP Jakarta Selatan II Rafael Alun Trisambodo menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (1/3/2023). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Johannes Sutanto (Gendhotwukir)

KASUS penganiayaan Cristalino David Ozora Latumahina oleh pelaku utama Mario Dandy Satriyo bersama rekannya Shane Lukas Rotua Pangondian yang melibatkan AG di Perumahan Green Permata Residences, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada 20 Februari 2023, terus bergulir menjadi badai salju yang memberikan efek kejut pada sejumlah instansi dan institusi publik. Efek kejut bola salju yang paling terasa tentu saja dirasakan oleh instansi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), khususnya Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Apalagi, persoalan yang sejauh ini terkuak ke publik di dua direktorat ini ditengarai baru lapisan terapung dari sebuah gunung es yang besar.

Dua direktorat di bawah Kemenkeu tersebut kini jadi sorotan dan bidikan perhatian warga. Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di ambang krisis kepercayaan. Reputasi dan citra dua instansi ini turut menggerogoti Kemenkeu yang notabene menjadi payung besar bagi dua direktorat tersebut. Reputasi dan citra Kemenkeu pun turut dipertaruhkan. Meskipun reputasi dan citra itu sejatinya berkaitan erat, namun ada perbedaan paling mendasar antarkeduanya. Reputasi dalam konteks ini mengacu pada opini atau persepsi yang dimiliki oleh orang-orang terhadap organisasi berdasarkan pengalaman dan penilaian mereka terhadap layanan atau perilaku.

Sementara citra merujuk pada gambaran atau kesan yang ditampilkan oleh organisasi kepada khalayak. Singkatnya, reputasi adalah bagaimana orang-orang melihat organisasi, sementara citra adalah bagaimana organisasi dilihat oleh orang-orang. Menariknya, di dua direktorat di bawah Kemenkeu ini, dua hal ini benar-benar sedang dalam pertaruhan. Ujian ini memang tidak ringan. Sebagai bentuk ujian yang sudah di depan mata, maka mau tidak mau tentu harus dihadapi. Soal, bisa lulus ujian atau tidaknya, tentu bergantung pada komitmen kuat yang dibangun dan diimplementasikan. Kunci sukses menghadapi krisis reputasi dan citra tentu saja ketegasan pucuk pimpinan dalam hal ini Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani dan jajarannya dalam penanganan dan penindakan kasus ini. Kasus ini menjadi momen penting dalam upaya bersih-bersih instansi dari oknum-oknum yang memperkaya diri dengan cara-cara-cara minus etika. Tak hanya ketegasan semata, transparansi dan komunikasi etis adalah kunci dalam membangun kembali kepercayaan publik.

Dalam terang James E. Grunig dan timnya yang mengembangkan model “Grunig’s Situational Theory of Publics” dan “Excellence Theory” yang mengarusutamakan pentingnya hubungan antara organisasi dengan berbagai pihak yang terkait dalam membangun reputasi dan citra positif, sejatinya krisis kepercayaan pada kasus dua direktorat ini mendapatkan pemaknaannya. Dalam “Grunig’s Situational Theory of Publics”, Grunig menekankan pentingnya memahami situasi dan kebutuhan publik yang berbeda dalam membangun hubungan baik antara perusahaan (instansi) dengan publik terkait. Sementara dalam “Excellence Theory”, Grunig menekankan pentingnya membangun hubungan yang berkelanjutan dengan publik terkait, dan memperlihatkan bahwa organisasi yang komunikasinya baik dan etis memiliki kinerja lebih baik daripada organisasi yang tidak melakukan komunikasi yang baik dan etis.

Alhasil, sejatinya reputasi dapat dibangun kembali dengan pesan-pesan komunikasi etis yang jujur, jelas, transparan. Selanjutnya citra positif organsisasi akan terbentuk melalui pesan-pesan komunikasi tersebut, dengan syarat utamanya, yakni citra yang dibangun konsisten dengan kenyataan dan mememuhi harapan publik. Namun harus diakui, semua ini butuh waktu yang tidak singkat mengingat kasus kali ini benar-benar menyakiti kepercayaan publik dan potensi isu lain masih bisa bergulir dan menyandera. Tak hanya instansi pemerintahan, kasus penganiayaan David seperti kita tahu juga menyeret sejumlah institusi pendidikan. Institusi pendidikan yang dimaksud adalah Universitas Prasetiya Mulya, SMA Taruna Nusantara (TN) Magelang, SMA Pangudi Luhur (PL) Jakarta, SMA Tarakanita 1 Jakarta, SMAK Tirtamarta-BPK Penabur Pondok Indah dan SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.

Berbeda dalam kadar pertaruhan pengembalian reputasi dan citra yang tergerus, krisis kepercayaan yang dialami institusi pendidikan yang terseret kasus penganiayaan David ini relatif lebih ringan karena masih sebatas kena getahnya. Kredibilitas, reputasi dan citra institusi pendidikan boleh dikata relatif tetap terjaga, kendati ada guncangan sesaat. Kualitas, integritas, dan kepercayaan organisasi tetap terjaga. Penggiringan isu oleh netizen yang berupaya menyasar dan meruntuhkan kepercayaan publik pada institusi pendidikan kurang membuahkan hasil berkat kegesitan komunikasi pihak universitas dan sekolah memberikan klarifikasi cerdasnya dalam upaya menghentikan isu bola liar yang mencoba merongrong reputasi dan citra institusi.

Dalam konteks ini institusi pendidikan bisa mempertahankan reputasi dan citra positifnya, terlepas dari tangkas dan gesit atau tidaknya dalam memitigasi dan memanajemen isu yang diwujudnyatakan dalam strategi komunikasi yang efektif. Kredibilitas tetap terwujud dan tak tergoyahkan karena integritas dan etika yang benar-benar dihidupi oleh institusi pendidikan. Publik lantas tidak serta merta bisa menuding dan menyalahkan institusi pendidikan gagal dalam mendidik. Hal yang sebaliknya terkait realitas integritas dan etika, justru dikangkangi oknum-oknum di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Johannes Sutanto (Gendhotwukir) Penikmat sastra dari Rumah Baca Komunitas Merapi (RBKM). Penulis pernah mengenyam pendidikan di Philosophisch-Theologische Hochschule Sankt Augustin, Jerman dan saat ini tercatat sebagai mahasiswa pascasarjana Universitas Paramadina Jakarta.

Dikutip Kompas.com, Minggu 12 Maret 2023

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tragedi Plumpang: Dosa dan Berkah Bersama

Next Post

KAI Buka Pesanan Tiket KA Tambahan Bisa Pesan Senin Ini

fusilat

fusilat

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
KAI Buka Pesanan Tiket KA Tambahan Bisa Pesan Senin Ini

KAI Buka Pesanan Tiket KA Tambahan Bisa Pesan Senin Ini

Memaknai Normalisasi Hubungan Diplomatik Arab Saudi dan Iran

Memaknai Normalisasi Hubungan Diplomatik Arab Saudi dan Iran

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist