Bisakah Timnas Belanda mmelindas Turkey dan melaju ke semifinal Euro 2024 dengan komposisi dan strategi Koeman saat ini?
Tim nasional Turkey yang akan dihadapi Belanda esok dinihari WIB di Olimpia stadium Berlin, bukanlah tim yang mudah dikalahkan
Bagi Belanda timnas Turki merupakan tim nasional yang tidak mudah dikalahkan.
Apalagi persentase kebobolan Turki menurun dibanding era kepelatihan Stefan Kuntz dan Senol Gunes. Bersama Kuntz misalnya, Turki kebobolan 26 kali dari 20 laga.
Dengan Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Montella membuat Turki lebih hati-hati dalam bertahan. Okay Yokuslu dan Salih Ozcan yang dijadikan gelandang dominan menunjukkan kekuatan tusukan
Dalam situasi ini, Turki mengandalkan trio Arda Guler, Hakan Calhanoglu, dan Kenan Yildiz memperkuat daya tusuk dan membuka peluang bagi Baris Alper Yilmaz membobol gawang lawan.
Utamanya Guler yang dikenal tusukannya yang tajam di kotak pinalti berpotensi membuyarkan ambisi Belanda untuk melangkah fi bsbak berikutnya
Pemain Real Madrid berusia 19 ini punya umpan, tembakan, dan eksekusi jarak jauh yang mematikan.
Sekali lagi Turkiey bakal membuktikan mereka adalah Kuda Hitam yang bisa kapan saja membuat kejutan. Saat diremehkan, siap-siap saja performa gila
Timnas Turki bukan tim lemah di mata Belanda. Sejarah mencatat, Belanda tumbang empat kali dari Turki di pentas internasional, dengan empat kali imbang dan enam kali menang dari 14 pertemuan.
Kedua tim terakhir kali bertemu pada 2021 dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022. Hasilnya 13 gol tercipta, dengan Turki menang 4-2 di leg pertama dan Belanda berbalik unggul 6-1 di leg kedua.
Timnas Belanda tak punya keraguan bakal menghancurkan Turki di babak delapan besar Euro 2024. Tapi, sayap-sayap Turki bisa memberi ancaman serius.
Pertandingan Belanda vs Turki akan berlangsung di Stadion Olimpia, Berlin, Sabtu (6/7) waktu Jerman atau Ahad (7/7) dini hari WIB.
Faktanya, penampilan Virgil van Dijk dan kawan-kawan makin meyakinkan. Kemenangan 3-0 atas Rumania memperlihatkan daya rusak Tim Oranje yang begitu tinggi.
Cody Gakpo, yang mulai mencuri perhatian saat tampil di Piala Dunia 2022, unjuk gigi. Tampil bersama Liverpool membuat mentalitas pemain 25 tahun ini kian matang.
Sebagai seorang winger, Gakpo membuat sisi sayap Belanda yang kehilangan sosok setelah Arjen Robben pensiun, bertaji lagi. Tiga gol dalam empat laga kiranya sudah cukup jadi bukti.
Kekalahan 2-3 dari Austria pada babak grup seperti memberi pelajaran berarti pada Koeman dan anak asuhnya. Pemain Belanda tak lagi pakai kacamata kuda.
Saat Belanda bermain disiplin, yang salah satu indikatornya Van Dijk tak sembrono naik-turun ikut-ikutan menyerang, organisasi bertahan jadi solid dan tak mudah ditembus
Masalah Belanda, yang sejatinya bukan masalah terlalu besar, lini depan belum moncer. Wout Weghorst, Memphis Depay, dan juga Steven Bergwijn belum menemukan sentuhan apik yang ditunggu pendukungnya.
Sedangkan Donyell Malen yang kurang begitu diperhitungkan justru menajam. Dua gol ke gawang Rumania membuat Koeman jadi pilihan alternatif saat lini depan tumpul.
Boleh jadi Koeman menugaskan Van Dijk untuk mematikan tusukan Guler bersama sang kapten, Calhanoglu. ?
Atau Tijjani Reijnders yang ditugaskan jadi palang pintu untuk menghadang Guler
Bisakah Timnas Belanda mmelindas Turkey dan melaju ke semifinal Euro 2024 dengan komposisi dan strategi Koeman saat ini?
























