• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Legenda Aji Saka di Balik Perseteruan Cak Imin vs Gus Yahya

fusilat by fusilat
August 3, 2024
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Legenda Aji Saka di Balik Perseteruan Cak Imin vs Gus Yahya
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI).

Karyudi Sutajah Putra

Jakarta – Masih ingatkah kita akan legenda Aji Saka? Jika tidak, maka cermatilah perseteruan antara Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin versus Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya. Dari perseteruan kedua “santri” KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itulah maka kita akan menjadi ingat akan legenda Aji Saka.

Legenda tentang terbentuknya aksara Jawa itu menceritakan, Aji Saka yang kelak menjadi Raja Madang Kamulan setelah berhasil mengalahkan Dewatacengkar punya dua abdi setia dan sakti: Dora dan Sembada.

Suatu ketika Aji Saka pergi mengembara dikawal Dora, sementara Sembada ditugasi menjaga pusaka Aji Saka di padepokannya. Pesan Aji Saka kepada Sembada: jangan serahkan kepada siapa pun pusaka itu kecuali kepada dirinya.

Ternyata, di tengah perjalanan Aji Saka membutuhkan pusaka itu. Lalu diutuslah Dora untuk mengambilnya dari Sembada.

Demi melaksanakan amanah tuannya yang melarang Sembada menyerahkan pusaka itu kepada siapa pun kecuali Aji Saka, maka ia pertahankan mati-matian, termasuk ketika pusaka itu diminta Dora atas perintah Aji Saka.

Dora pun demikian. Demi melaksanakan perintah tuannya, maka sekuat tenaga ia berusaha merebut pusaka itu dari tangan Sembada.

Akhirnya terjadilah perkelahian hebat. Karena Dora dan Sembada sama-sama sakti maka keduanya sama-sama mati dalam perkelahian itu alias “sampyuh”.

Aji Saka pun berduka mendapati kedua abdi setianya itu mati sampyuh. Untuk mengenang Dora dan Sembada maka Aji Saka kemudian menciptakan aksara Jawa yang terdiri atas 20 huruf, yakni “ha na ca ra ka da ta sa wa la pa da ja ya nya ma ga ba tha nga” yang menceritakan proses kematian kedua abdinya itu.

Mati Sampyuh

Kini, Dora dan Sembada menjelma dalam diri Cak Imin dan Gus Yahya. Kedua “santri’ (murid) Gus Dur itu berseteru bahkan menjadi musuh bebuyutan.

Selaku Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Tim Pengawas Haji, Cak Imin menginisiasi pembentukan Panitia Khusus Hak Angket Haji untuk menyelidiki dugaan penyimpangan penyelenggaraan haji tahun 2024 yang dilaksanakan Kementerian Agama. Pansus Haji kemudian disahkan dalam Rapat Paripurna DPR yang dipimpin Cak Imin, Selasa (9/7/2024).

Isu yang paling menonjol sebagai latar pembentukan Pansus Haji adalah soal pergeseran atau pembagian kuota haji 2024 sebanyak 241.000 orang (setelah ada tambahan kuota 20.000) untuk haji reguler dan khusus.

Sebelumnya, Rapat Panitia Kerja (Panja) dengan Kemenag terkait penetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1445 H/2024 M pada 27 November 2023 menyepakati kuota haji reguler sebanyak 221.720 orang dan jemaah haji khusus 19.280 orang. Namun dalam realisasinya hanya 213.320 jemaah haji reguler, dan sisanya 27.680 untuk jemaah haji khusus.

Pergeseran ini menurut Pengawas Haji DPR tidak memperhatikan undang-undang dan aturan yang berlaku, yakni UU No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh (PHU) serta Keputusan Presiden (Keppres) No 6 Tahun 2024 tentang BPIH 1445 H/2024 M. Akhirnya dibentuklah Pansus Haji itu.

Meski demikian, Gus Yahya menuding Pansus Haji itu bertendensi pribadi Cak Imin untuk menyerang dirinya melalui sang adik, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut yang kebetulan menjadi Menteri Agama.

Tak mau diam, Gus Yahya pun menginisiasi pembentukan Tim Lima PBNU, yang kemudian dikenal sebagai Pansus PKB untuk menyelidiki dan mengevaluasi hubungan PKB dengan PBNU. Tim Lima pernah dibentuk PBNU yang saat itu diketuai Gus Dur untuk melahirkan PKB pada 1998 lalu.

Pansus PKB sudah memanggil mantan Sekretaris Jenderal PKB Lukman Edy untuk diperiksa. Berikutnya, Pansus PKB memanggil Sekjen PKB saat ini Hasanuddin untuk diperiksa, Senin (5/7/2024) depan.

Sekjen PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, Jumat (26/7/2024), mengklaim PKB saat ini sudah melenceng dari PBNU yang merupakan organisasi pembentuknya. Akhirnya dibentuklah Pansus PKB itu.

Memang, sejak Gus Yahya menduduki kursi Ketua Umum PBNU pada 24 Desember 2021, sejak itulah selalu terjadi perselisihan antara PBNU dan PKB. Hal ini tak terlepas dari residu konflik di masa lalu.

Gus Yahya adalah orang dekat Gus Dur bahkan bisa dikatakan sebagai santrinya. Semasa menjabat Presiden, Gus Dur mengangkat Gus Yahya sebagai salah seorang juru bicaranya.

Gus Yahya adalah keponakan KH Mustofa Bisri alias Gus Mus, sahabat dekat Gus Dur sekaligus kiai besar dan berpengaruh di NU. Gus Yahya adalah anak dari KH Cholil Bisri, kakak kandung Gus Mus.

Adapun Cak Imin adalah keponakan jauh Gus Dur karena merupakan cicit dari KH Bisri Syansuri yang menjadi besan kakek Gus Dur, yakni KH Hasyim Asy’ari. Kiai Bisri Syansuri dan Hasyim Asy’ari adalah pendiri NU.

Dalam perjalanannya, Cak Imin kemudian melawan Gus Dur yang merupakan pamannya sendiri. Sebagai Ketua Umum PKB, Cak Imin mendepak Gus Dur dari jabatan Ketua Dewan Syura PKB. Lalu terjadilah dualisme kepengurusan PKB antara yang dipimpin Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid, putri Gus Dur, dan yang dipimpin Cak Imin. Pengadilan kemudian memenangkan kubu Cak Imin.

Nah, saat terjadi dualisme PKB itulah Gus Yahya bersama Gus Ipul berada di kubu Yenny Wahid melawan Cak Imin.

Maka begitu terpilih menjadi Ketua Umum PBNU, Gus Yahya langsung intens menyerang PKB dan Cak Imin. Menjelang Pemilu 2024 lalu, misalnya, Gus Yahya menyatakan PKB bukan representasi NU meskipun lahir dari rahim PBNU.

Cak Imin yang maju bersama Anies Baswedan sebagai calon wakil presiden dan calon presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akhirnya kalah dari Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Namun, perolehan suara PKB di Pemilu 2024 justru naik.

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid kemudian menuduh Gus Yahya kerap menggembosi PKB.

Konflik personal antara Cak Imin dan Gus Yahya kemudian menjelma menjadi konflik institusional antara PKB dan PBNU. Sampai kapan konflik ini akan berakhir? Hanya keduanya yang tahu.

Yang jelas, antara Cak Imin dan Gus Yahya berasal dari “nasab” yang sama, yakni Gus Dur, NU dan PKB. Gus Yahya pun pernah menjadi pengurus pusat PKB sebelum terjadi dualisme.

Dengan Gus Yaqut pun Cak Imin masih satu nasab, yakni Gus Dur, NU dan PKB. Duduknya Gus Yaqut di kursi Menag juga representasi dari PKB. Apalagi Gus Yaqut juga pernah menjadi Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor.

Akan tetapi, konflik satu nasab atau perang saudara biasanya lebih dahsyat dan tragis.

Akankah nasib Cak Imin dan Gus Yahya akan seperti Dora dan Sembada yang sampyuh atau mati bersama?

Kita tunggu saja “ending”-nya, apakah akan “sad ending” (berakhir sedih) bagi satu pihak dan “happy ending” (berakhir bahagia) bagi pihak lain, ataukah keduanya akan sama-sama “sad ending” atau justru sama-sama “happy ending”?

Kita tunggu saja. Yang jelas, Gus Yahya dan PBNU sudah mendapat sekerat “daging” berupa konsesi tambang batu bara di Kalimantan Timur sana berkat dukungannya kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo dan dukungan diam-diamnya kepada Prabowo-Gibran.

Lalu Cak Imin dapat apa? Dapat banyak dari Gus Dur pamannya. Cak Imin adalah pencetak rekor sebagai wakil ketua DPR termuda pada 1999-2004. Cak Imin kemudian juga jadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Kini, Cak Imin menjadi wakil ketua DPR lagi. Jangan lupa, Cak Imin juga menjadi Ketua Umum PKB lebih dari 20 tahun lamanya. Semua itu bermula dari tangan dingin Gus Dur yang mengorbitkannya.

Cak Imin juga sudah mendapat sekerat “daging” dari Jokowi, yakni kursi Menteri Desa yang diduduki kakak kandungnya, Halim Iskandar.

Jadi, perseteruan antara Cak Imin dan Gus Yahya bukan ibarat “rebut balung tanpa isi”, melainkan “rebut balung isi” (berebut tulang yang berisi). Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

IKN: Muncul Masalah Baru – Soal Hunian ASN

Next Post

Permintaan Maaf Jokowi Justru Menambah Dosa-Dosa Kebohongannya

fusilat

fusilat

Related Posts

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang
Feature

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026
Feature

KERUNTUHAN DEMOKRASI?

April 26, 2026
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Next Post
Ada T di Judi Online, Jokowi Tak Berani Tangkap

Permintaan Maaf Jokowi Justru Menambah Dosa-Dosa Kebohongannya

Terkait Pertemuan Tokoh Muda NU Dengan Presiden Israel, Yahya Staquf Tuding Organisasi Rahim Catut PB NU

Gus Yahya: Hubungan NU-PKB Bagai Pabrik Mobil Tarik Produk Rusak

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026

KERUNTUHAN DEMOKRASI?

April 26, 2026
𝐒𝐀𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐊𝐀𝐍: 𝟏𝟒𝟑 (𝐈 𝐍𝐄𝐄𝐃 𝐘𝐎𝐔) 𝐏𝐎𝐋𝐈𝐒𝐈

𝐒𝐀𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐊𝐀𝐍: 𝟏𝟒𝟑 (𝐈 𝐍𝐄𝐄𝐃 𝐘𝐎𝐔) 𝐏𝐎𝐋𝐈𝐒𝐈

April 26, 2026
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026

KERUNTUHAN DEMOKRASI?

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...