• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Like Father Like Son – Sayang Anak – Warisan Politik Kekuasaan

Ali Syarief by Ali Syarief
February 24, 2025
in Feature, Politik
0
Tegas, AHY Minta Pasal Penghinaan Presiden Jangan untuk Gebuk Lawan Politik
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Nepotisme politik kembali menjadi sorotan di Indonesia. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ditetapkan sebagai calon tunggal Ketua Umum Partai Demokrat untuk periode 2025-2030. Keputusan ini semakin mengukuhkan posisi keluarga Yudhoyono dalam kepemimpinan partai. Deputi Balitbang Partai Demokrat, Syahrial Nasution, mengklaim bahwa seluruh pemilik hak suara dari tingkat DPC dan DPD menginginkan AHY untuk kembali memimpin partai. Selain itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga diminta untuk kembali menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat. Pertanyaannya, apakah ini kaderisasi yang wajar atau sekadar kelanjutan dari politik dinasti?

Fenomena ini bukanlah hal baru dalam dunia politik Indonesia. SBY bukanlah satu-satunya mantan presiden yang memiliki anak yang berkarier di dunia politik. Megawati Soekarnoputri memastikan Puan Maharani menempati posisi strategis di PDI-P dan pemerintahan, sementara Jokowi memperjuangkan karier politik Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep di panggung nasional. Seolah menjadi pola, para mantan presiden tak hanya mewariskan kekuasaan secara struktural, tetapi juga menciptakan ekosistem yang memungkinkan regenerasi politik dalam lingkup keluarga.

Apakah kaderisasi yang melibatkan keluarga ini sah? Secara formal, tak ada regulasi yang melarang anak atau kerabat seorang pemimpin untuk meneruskan jejak politik orang tuanya. Namun, secara etika politik, kaderisasi yang menutup pintu bagi kompetisi sehat dari tokoh-tokoh lain di partai bisa mengarah pada praktik nepotisme. Ketika AHY menjadi calon tunggal dalam Kongres Partai Demokrat, hal ini menimbulkan pertanyaan: apakah memang tidak ada kader lain yang mampu memimpin partai? Ataukah partai memang didesain untuk dikuasai oleh keluarga Yudhoyono?

Jokowi, SBY, dan Megawati memiliki pendekatan berbeda dalam membangun politik dinasti. Megawati secara terbuka menempatkan Puan Maharani dalam struktur politik utama, termasuk di legislatif dan eksekutif. SBY membangun narasi kepemimpinan berbasis regenerasi dengan AHY sebagai penerus. Sementara itu, Jokowi memilih jalur cepat dengan mengorbitkan Gibran dan Kaesang melalui jalur pragmatis yang melibatkan kekuatan politik dan oligarki.

Tiga mantan presiden ini menunjukkan bahwa politik dinasti bukanlah hal yang asing dalam lanskap politik Indonesia. Namun, perbedaannya terletak pada cara masing-masing mengelola transisi kekuasaan dalam keluarga mereka. Apakah ini murni kaderisasi atau nepotisme? Jawabannya bergantung pada sejauh mana regenerasi ini membuka ruang bagi kompetisi yang adil. Jika kepemimpinan hanya didesain untuk diwariskan kepada keluarga, maka politik dinasti akan menjadi momok bagi demokrasi yang sehat.

AHY kembali menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, Puan semakin mengokohkan posisinya di PDI-P, dan Gibran telah berhasil menembus posisi Wakil Presiden. Sejarah politik Indonesia menunjukkan bahwa politik dinasti bukanlah sesuatu yang baru. Yang perlu dipertanyakan adalah apakah politik dinasti ini didasarkan pada kualitas kepemimpinan atau sekadar mempertahankan kekuasaan dalam lingkaran keluarga? Apakah regenerasi kepemimpinan ini benar-benar untuk kepentingan rakyat, atau hanya demi menjaga dinasti politik tetap hidup?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dengan Total Asset Sebesar 900 Miliar Dollar, Prabowo Yakin Danantara Menjadi SWF Terbesar di Dunia

Next Post

MK : Pasal Pencemaran Nama Baik – Sudah Tidak Ada

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN
Feature

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

June 11, 2026
Feature

Adaptasi Pararaton, Paternalistik, dan Sifat Hipokrit Bangsa dalam Komunikasi Politik Kekinian

June 11, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Next Post
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Majelis Hakim Bebaskan Haris Azhar Dan Fatia

MK : Pasal Pencemaran Nama Baik - Sudah Tidak Ada

Pramono Siap Rangkul Semua Pihak

18 Kader PDI-P Akhirnya Ikut Retreat di Magelang, Abaikan Instruksi Megawati?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

June 11, 2026

Adaptasi Pararaton, Paternalistik, dan Sifat Hipokrit Bangsa dalam Komunikasi Politik Kekinian

June 11, 2026
GILIRAN IKHSANUDIN NOORSY CERAHKAN EMAK-EMAK ASPIRASI INDONESIA: PERADABAN BANGSA DIMULAI DARI KELUARGA

GILIRAN IKHSANUDIN NOORSY CERAHKAN EMAK-EMAK ASPIRASI INDONESIA: PERADABAN BANGSA DIMULAI DARI KELUARGA

June 11, 2026
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

Putusan MK Dianggap Angin Lalu: Menggugat UU Polri dan UU ASN

June 11, 2026

Adaptasi Pararaton, Paternalistik, dan Sifat Hipokrit Bangsa dalam Komunikasi Politik Kekinian

June 11, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist