Jakarta, Fusilatnews.– Gelombang penyebaran kasus Covid-19 di China dilaporkan semakin meningkat. AFP, sebuah outlet berita yang dioperasikan oleh Partai Komunis di kota Qingdao pada hari Jumat (23/12) melaporkan bahwa kepala departemen kesehatan menjelaskan kasus terpapar covid19 baru sekitar 490 ribu hingga 530 ribu kasus. Hal ini baru yang tercatat di kota tersebut dalam sehari.
Sementara itu, Kompas.com memberitakan, Singapura membatasi penjualan Panadol setelah lonjakan permintaan yang tidak terduga sejak 16 Desember 2022. Didapati dua apotek terbesar “Negeri Singa” di distrik Tiong Bahru menerapkan kontrol pembelian Panadol. Di apotek Watson, apoteker menyampaikan keterangan, pembelian Panadol harus dilakukan melalui kasir. Padahal, Panadol biasanya dapat langsung diambil dengan mudah di rak apotek.
Apoteker tersebut melanjutkan, pembatasan ini dilakukan untuk mengontrol pasokan Panadol. Sementara itu, apotek Guardian memasang pengumuman pembatasan maksimal enam kotak. Walau telah dibatasi, etalase Panadol terlihat hampir kosong melompong diborong pembeli. Bahkan gerai supermarket terbesar Singapura FairPrice juga mengikuti langkah apotek dengan membatasi pembelian Panadol sebanyak empat kotak.
Dalam keterangannya, FairPrice meminta pembeli hanya membeli Panadol untuk keperluan pribadi. Supermarket ini juga menambahkan, selain Panadol masih banyak alternatif obat lain yang dapat dipakai untuk mengobati demam dan flu. Juru bicara manufaktur Panadol, Haleon, menyebutkan bahwa perusahaannya bekerja keras terus memproduksi Panadol karena terus meningkatnya permintaan obat itu di Singapura.
Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) ikut angkat bicara, memperingatkan lonjakan drastis permintaan Panadol akan memperpanjang siklus rantai pasokan untuk memastikan ketersediaan obat itu di “Negeri Merlion”. Melonjaknya permintaan Panadol di Singapura terjadi seiring meledaknya kasus Covid-19 di China. Banyak warga China di Singapura yang buru-buru mengirimkan pasokan Panadol ke keluarga dan teman di “Negeri Panda”.
Dilaporkan antrean panjang warga China di Singapura untuk mengirim obat flu terlihat di sejumlah perusahaan yang berspesialisasi dalam layanan kurir ke China, terutama di gedung People’s Park Complex di distrik Chinatown. Seorang karyawan mengatakan, sejak Selasa (20/12/2022) perusahaan kurirnya harus membatasi jumlah pelanggan yang mengirim pasokan medis ke China menjadi 50 per hari. Sementara itu, Pejabat senior Bo Tao mengatakan kota pesisir berpenduduk sekitar 10 juta orang itu berada dalam periode penularan cepat. Ia juga menambahkan bahwa tingkat infeksi virus akan meningkat 10 persen di akhir pekan. Komisi Kesehatan Nasional China menyatakan sebanyak 4.103 kasus infeksi baru pada rumah tangga tercatat secara nasional pada hari sebelumnya. Akan tetapi, tanpa ada kasus kematian baru. Laporan dari Shandong, provinsi tempat kota Qingdao berada, mencatat 31 kasus domestik baru.
Sebelumnya, pemerintah China telah menjaga ketat media negara tersebut dengan legiun sensor online untuk menghapus konten yang dianggap sensitif secara politik.























