Jakarta, Fusilatnews – Masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berakhir dalam dua bulan mendatang. Dalam sebuah acara peresmian Pabrik Bahan Anoda Baterai Litium di Kendal, Jawa Tengah, Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan mengucapkan selamat jalan kepada Jokowi.
Luhut mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Jokowi atas kebijakan-kebijakan yang telah diterapkan selama sepuluh tahun masa pemerintahannya, termasuk hilirisasi industri. Menurut Luhut, kebijakan tersebut akan menjadi warisan yang dikenang.
“Saya percaya dengan kepemimpinan Bapak, meskipun Bapak akan segera meninggalkan pemerintahan, tetapi Bapak telah meninggalkan warisan yang tidak mudah untuk diikuti orang lain. Saya yakin, Bapak Presiden, sepanjang waktu orang akan mengenang bahwa Bapak telah meletakkan dasar bagi negara ini untuk menjadi negara industrialisasi, bukan hanya pengekspor material,” ujar Luhut.
Dalam kesempatan tersebut, Luhut juga mengungkapkan rasa sentimentilnya. Ia merasa terharu bisa menyampaikan ucapan selamat jalan langsung di depan Jokowi.
“Jika boleh saya merasa sentimental, selamat jalan, Pak. Bapak akan selalu menjadi kenangan, meskipun masih ada 2-3 bulan tersisa, tapi acara seperti ini sangat menyentuh bagi saya secara pribadi,” kata Luhut.
Luhut mengingat keberanian Jokowi dalam menghentikan ekspor nikel, yang pada saat itu merupakan sebuah tantangan besar. Menurutnya, hasil dari kebijakan tersebut kini mulai terlihat dengan Indonesia yang semakin disegani.
“Saya ingat di belakang pintu masuk istana, Bapak memutuskan untuk melarang ekspor nikel, dan itu merupakan tantangan besar karena kita kehilangan 1,5 miliar dolar AS. Namun, sekarang hasilnya terlihat, kita dihormati dan teknologi kita semakin berkembang, serta ekspor kita meningkat,” jelas Luhut.
Luhut menilai bahwa Indonesia kini memiliki karakter yang kuat. Ia mengajak seluruh menteri untuk menjaga dan meneruskan kebijakan yang telah dibangun Jokowi.
“Tak ada lagi yang meremehkan Indonesia. Indonesia sekarang adalah negara besar dengan karakter. Kita harus menjaga kredibilitas presiden yang telah dibangun selama sepuluh tahun. Oleh karena itu, kita semua harus benar-benar mengawal semua peraturan dengan baik,” pungkas Luhut.

























