• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Mantan Polisi Ancam Saka Tatal, Wilson Lalengke: Ini Bentuk Kebobrokan Mental Polri

fusilat by fusilat
June 6, 2024
in Crime, News
0
Mantan Polisi Ancam Saka Tatal, Wilson Lalengke: Ini Bentuk Kebobrokan Mental Polri
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Fusilatnews.– Dalam sebuah wawancara di televisi swasta, oknum mantan Kabareskrim Polri, Ito Sumardi, diminta memberi komentar atas pernyataan dan keterangan yang diberikan warga Cirebon, Saka Tatal, terkait wajah DPO yang ditunjukkan polisi kepadanya dengan seorang kuli bangunan yang ditangkap polisi. Merespon permintaan dari pembawa acara televisi tersebut, Ito lebih banyak memberikan pernyataan yang cenderung membela korps-nya, bahwa para penyidik kasus pembunuhan Vina dan Eky yang menjadi pangkal kasus ini sudah bekerja dengan benar.

Selain membela kinerja lembaganya yang dianggap sudah perfect, Ito juga melayangkan keraguan atas apa yang disampaikan Saka Tatal tentang perbedaan wajah DPO yang ditunjukkan polisi kepadanya dengan wajah kuli bangunan bernama Pegi Setiawan yang saat ini sedang diproses oleh Polda Jabar. Bahkan, dalam keterangannya, Ito Sumardi dengan lantang mengatakan bahwa para pihak yang memberikan keterangan terkait kinerja polisi yang dianggap sembrono dapat diancam pidana dengan delik memberikan keterangan palsu serta pelanggaran UU ITE.

Menanggapi pernyataan oknum polisi yang sempat digadang-gadang jadi Kapolri di masa lalu itu, Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, Wilson Lalengke, mengatakan bahwa dirinya amat menyayangkan sikap, pola pikir, dan mentalitas para pimpinan Polri yang dinilainya bobrok selama ini. Semestinya, kata wartawan nasional yang getol membela warga terzolimi itu, Ito Sumardi menjelaskan pola kerja yang sudah dilakukan oleh aparatnya saat menangani perkara Vina dan Eky serta para terduga pelaku pembunuhan tersebut.

“Publik tidak bodoh-bodoh amatlah, mereka juga sudah sangat mahfum jika Polri selama belasan tahun terakhir tidak lagi dapat diandalkan, apalagi dipercaya, sebagai penegak hukum yang benar dan berkeadilan. Rekayasa kasus massif terjadi bertebaran dimana-mana, kriminalisasi warga sudah tidak terhitung banyaknya, yang diawali dari kinerja aparat kepolisian yang buruk dan sewenang-wenang. Semestinya seorang polisi berpangkat jenderal menjaga integritasnya sebagai panutan penegak hukum yang benar dan adil, bukan justru main ancam-ancam warga dengan berbagai pasal-pasal pidana yang dapat direkayasa oleh mereka,” sebut Wilson Lalengke dalam keterangan persnya kepada media ini, Rabu, 05 Juni 2024.

Dalam wawancara yang sama, Ito Sumardi juga menyarankan bahwa semua pihak dipersilahkan membuktikan kebenaran keterangan dan fakta hukum di persidangan. Dan jika pengadilan justru membenarkan kerja-kerja polisi, maka para pihak dan atau saksi yang memberikan keterangan dapat dipersangkakan dengan pasal menghambat penegakan hukum, obstruction of justice, memberikan keterangan palsu, dan lain sebagainya.

“Pak Ito Sumardi seperti tidak tahu saja kinerja pengadilan Indonesia selama ini. Semua bisa diatur boss! Meminjam pernyataan Prof Mahfud MD, yang mengatakan polisi, jaksa, hakim, semua bermain. Tambah diperparah oleh sejumlah pengacara yang bekerja dengan prinsip maju tak gentar membela yang bayar. Mahkamah Agung yang diharapkan jadi benteng keadilan, ternyata tidak lebih dari sebuah pasar gelap jual-beli perkara. Kebenaran apa yang bisa diharapkan dari ruang pengadilan pada kondisi seperti ini?” tambah Wilson Lalengke dengan nada tanya.

Wartawan nasional yang pernah jadi korban kriminalisasi Polri itu menambahkan bahwa keruwetan hukum di negeri ini dimulai dari institusi Polri, karena pintu masuk sebuah kasus pelanggaran pidana adalah SPKT Polri. “Saat laporan pengaduan suatu kasus masuk ke SPKT, mulailah proses akal-akalan hukum berjalan. Uang dan kekuasan backing-membacking diawali dari unit SPKT itu. Berlanjut ke penyidik yang menangani kasus. Mereka melakukan rekayasa demi rekayasa, pemalsuan keterangan saksi, pemalsuan dokumen dan alat bukti dihalalkan. Proses manipulasi itu amat sering melibatkan oknum-oknum pengacara, baik yang disiapkan polisi maupun pengacara terlapor dan pelapor. Obstruction of justice sesungguhnya merupakan keahlian polisi, bukan orang kampung seperti Saka Tatal itu,” jelas lulusan pasca sarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University, The United Kingdom, ini.

Wilson Lalengke juga mengatakan bahwa semestinya Ito Sumardi meminta agar petugas SPKT dan penyidik yang menangani kasus Vina dan Eky 8 tahun lalu itu membuka kembali proses penanganan yang mereka lakukan pada saat itu. Selanjutnya ke proses P-21 di Kejaksaan dan pengadilan.

“Hampir pasti banyak kejanggalan dalam proses yang dilakukan aparat pada saat itu, yang bermuara ke ruang pengadilan dengan hakim yang bisa diatur-atur siapa menjadi hakim untuk siapa, bahkan besaran vonispun bisa dipesan,” sebut tokoh pers yang sering jadi target operasi oknum-oknum polisi dan para mafia hitam yang menjadi sasaran kritiknya.

Terhadap ancaman pidana yang disampaikan oknum mantan polisi Ito Sumardi itu, Wilson Lalengke menyerukan agar warga masyarakat jangan takut, jangan gentar untuk terus bersuara lantang, meyampaikan apa yang mereka dengar, mereka lihat, mereka rasakan, dan mereka inginkan. “Ini negara demokrasi, tidak boleh ada orang yang mentang-mentang diberi kewenangan menjalankan hukum, boleh seenaknya mengancam rakyat yang notabene sudah membiayai hidup mereka, dengan pasal-pasal hukum,” tegasnya sambil menambahkan bahwa akibat pelaksanaan hukum yang buruk oleh Polri selama ini, dia memastikan maksimal hanya 20 persen saja para penghuni penjara yang benar-benar layak dipidana, selebihnya adalah warga baik-baik yang menjadi korban kriminalisasi dan rekayasa kasus yang dimulai dari pintu masuk pelaporan kasus pelanggaran hukum di SPKT Polri. (TIM/Red)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

ETOS : Publik Jawa Barat Apresiasi 84,7% Kinerja Polda Jawa Barat

Next Post

Ada Wanita di Banyak Kasus Rasuah, Kok Bisa?

fusilat

fusilat

Related Posts

Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Birokrasi

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng
daerah

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Next Post
Ada Wanita di Banyak Kasus Rasuah, Kok Bisa?

Ada Wanita di Banyak Kasus Rasuah, Kok Bisa?

Ayah Pegi Setiawan Terancam Sangkaan Obstruction of Justice

Keanehan Proses Penegakan Hukum Pembunuhan Vina Tercermin Dari Pertanyaan Oknum Intel Sampai Dugaan Kekerasan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...