FusilatNews- Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya marah dengan isu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ditawari posisi menteri dalam pemerintahan Joko Widodo untuk menjegal pembentukan koalisi antara PKS-NasDem-Demokrat (Koalisi Perubahan) sangat picik.
“PKS itu sudah men-declare dirinya oposisi dan ibarat mau berbuka, ini sudah azan asar, sebentar lagi sudah azan magrib [deklarasi koalisi]. Terus mereka ditawari seperti itu? Dan mereka sudah statement ini [tetap jadi oposisi]. Ini narasi yang benar-benar picik,” ujar Willy kepada awak media di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, dikutip bisnis.com Jakarta, Selasa (1/11/2022).
Willy curiga, isu tersebut merupakan bagian daripada upaya untuk menjegal Anies Baswedan maju sebagai salah satu kandidat pada Pilpres 2024 mendatang.
“Benar-benar pragmatisme, benar-benar transaksional, dan benar-benar apa yang selama ini berkembang untuk menjegal Anies terjadi,” sambung Willy.
Sementara itu Juru Bicara PKS Muhammad Kholid telah menjawab terkait isu penawaran posisi menteri. Kholid menegaskan pihaknya akan tetap jadi oposisi hingga masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berakhir. “Hasil keputusan Musyawarah Majelis Syuro menegaskan, bahwa PKS tetap di luar pemerintahan atau oposisi. Keputusan tersebut mengikat kepada seluruh anggota, pengurus, dan pimpinan,” jelas Kholid lewat pesan singkat, Jumat (28/10/2022).
Dia pun menggarisbawahi bahwa isu yang beredar tak benar, sebab keputusan Majelis Syuro sudah tak bisa diganggu gugat. “Sepengetahuan dari kami tidak ada. Presiden PKS Ahmad Syaikhu tidak pernah mendapatkan tawaran itu,” ujar Kholid.
Diketahui, sebelumnya sempat viral di media sosial PKS ditawari dua posisi menteri agar menarik dukungan mereka terhadap Anies.
Penarikan tersebut itu sekaligus untuk menggagalkan Koalisi Perubahan yang sedang digagas Nasdem-Demokrat-PKS, di mana mereka setuju mengusung Anies Baswedan sebagai Calon Presiden (Capres) 2024.
























