Jakarta-Fusilatnews— Ikatan Keluarga Masyarakat (IKM) Pare menggelar acara buka puasa bersama (bukber) dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H di Cafe Puakale, Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini bertepatan dengan puasa hari ke-7 dan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan serta kekeluargaan.
Acara bukber tersebut diikuti oleh putra-putri Pare yang merantau di Tanah Betawi bersama keluarga dan kerabat dari berbagai daerah. Momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai ajang mempererat tali persaudaraan sesama umat Islam, khususnya warga Pare Pare, Sulawesi Selatan, yang berdomisili di Jakarta.
Sejumlah tokoh turut memberikan semangat dan dukungan dalam kegiatan ini, di antaranya Ketua IKM Pare Jenderal AU Hasan Landong, Jenderal Polisi Mas Guntur Laupe, serta tokoh masyarakat H. Usman Nganro yang mewakili anggota IKM Pare yang berhalangan hadir. Mereka menyampaikan harapan agar silaturahmi antarwarga rantau Pare di Jakarta terus terjaga dan semakin kuat.
Meski disajikan secara sederhana, hidangan buka puasa bersama dinilai memberikan kebahagiaan tersendiri bagi para hadirin. Rasa syukur kepada Allah SWT menjadi landasan utama terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar dan khidmat.
Panitia berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada hari-hari berikutnya di lokasi lain, termasuk di kediaman para ketua wilayah IKM Pare, sebagai bentuk kesinambungan program silaturahmi Ramadhan.
Program buka bersama ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan antarwarga rantau dan keluarga besar Pare yang bermukim di wilayah Jakarta. Acara ini juga dihadiri oleh warga IKM Pare dari lima wilayah Jakarta—Utara, Selatan, Barat, dan wilayah lainnya—yang bersama-sama merayakan kebersamaan Ramadhan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Hasan Landong, Mas Guntur Laupe, A. Chairul Mangga Barani beserta istri dan keluarga, serta keluarga warga rantau Pare Pare Sulawesi Selatan yang berdomisili di Jakarta.
Acara berlangsung penuh kehangatan dan ditutup dengan harapan agar semangat persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah terus terjaga di bulan suci Ramadhan.
Murhan, R.






















