• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Masuk Dewan Gaza Bentukan Trump, Habib Umar Alhamid: Prabowo Lakukan Blunder Diplomatik dan Menyimpang dari Amanat Konstitusi

fusilat by fusilat
February 7, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Masuk Dewan Gaza Bentukan Trump, Habib Umar Alhamid: Prabowo Lakukan Blunder Diplomatik dan Menyimpang dari Amanat Konstitusi
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh : Achsin El-Qudsy

Ketua Umum Generasi Cinta Negeri (Gentari), Habib Umar Alhamid, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai blunder diplomatik serius yang berpotensi mengkhianati konsep two-state solution Palestina–Israel.

Menurut Habib Umar, keputusan tersebut telah memicu polemik luas di dalam negeri dan menuai kritik tajam dari berbagai kalangan, mulai dari pengamat hubungan internasional, organisasi masyarakat sipil, hingga lembaga bantuan hukum.

“Ini bukan sekadar persoalan diplomasi teknis, tetapi menyangkut arah politik luar negeri Indonesia yang selama ini konsisten membela kemerdekaan Palestina,” ujar Habib Umar kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).

Kritik utama, kata Habib Umar, tertuju pada inkonsistensi kebijakan tersebut dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif sebagaimana diamanatkan konstitusi. Sejumlah pihak menilai Dewan Perdamaian Gaza lebih mencerminkan kepentingan geopolitik Amerika Serikat dan Israel ketimbang upaya mendorong kemerdekaan penuh Palestina.

Selain itu, muncul pula persoalan keabsahan prosedural, khususnya terkait komitmen pendanaan Indonesia yang disebut mencapai sekitar Rp16 triliun namun diduga belum memperoleh persetujuan DPR.

“Jika benar belum mendapat persetujuan parlemen, maka ini berpotensi melanggar prinsip hukum dan tata kelola keuangan negara,” tegasnya.

Sikap kritis juga datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan keraguan terhadap Dewan Perdamaian Gaza. MUI menilai pembentukan dewan tersebut berlangsung di tengah agresi militer Israel yang masih berlanjut, tanpa adanya pengakuan jelas terhadap kedaulatan Palestina.

Di sisi lain, Presiden Prabowo dan pemerintah membela kebijakan tersebut sebagai langkah pragmatis berbasis kemanusiaan dan diplomasi global. Pemerintah beralasan, keterlibatan Indonesia justru membuka peluang untuk mengawal langsung distribusi bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan diplomasi internasional.

Pemerintah juga memandang kehadiran Indonesia di forum tersebut sebagai pengakuan dunia atas peran strategis Indonesia dalam mendorong stabilitas dan resolusi konflik global.

Menanggapi kritik yang berkembang, Presiden Prabowo telah mengundang sejumlah organisasi Islam, seperti PBNU, Muhammadiyah, dan MUI, ke Istana untuk memberikan penjelasan langsung. Presiden menegaskan bahwa Indonesia siap menarik diri atau mengambil posisi abstain apabila Dewan Perdamaian Gaza terbukti tidak sejalan dengan perjuangan kemerdekaan Palestina atau bertentangan dengan konstitusi.

Keterlibatan Indonesia, menurut Presiden, bersifat situasional dan akan terus dievaluasi secara berkala berdasarkan dampaknya terhadap kondisi kemanusiaan dan stabilitas di Gaza.

Namun demikian, Habib Umar menilai langkah tersebut tetap merupakan perjudian diplomatik berisiko tinggi. Kepercayaan publik terhadap kebijakan luar negeri Indonesia, katanya, akan sangat bergantung pada apakah keterlibatan itu benar-benar mampu menghentikan konflik dan mendekatkan Palestina pada kemerdekaan sejati.

“Perjuangan kemerdekaan Palestina tidak boleh dikompromikan oleh kepentingan geopolitik siapa pun. Indonesia harus tetap berdiri tegak di garis konstitusi dan amanat sejarahnya,” pungkas Habib Umar Alhamid.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Apakah dr. Tifa yang Menawarkan Pengobatan dan Menyatakan Diri “Mampu” kepada Bukan Pasiennya Tidak Melanggar Etika?

Next Post

Di Balik Pertemuan Prabowo dengan “Oposisi”: Dialog Sejati atau Tameng Politik?

fusilat

fusilat

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Di Balik Pertemuan Prabowo dengan “Oposisi”: Dialog Sejati atau Tameng Politik?

Di Balik Pertemuan Prabowo dengan "Oposisi": Dialog Sejati atau Tameng Politik?

Peringati HUT ke-16, Medialink Global Mandiri Perkuat Silaturahmi dengan Yayasan Pembinaan Tunanetra

Peringati HUT ke-16, Medialink Global Mandiri Perkuat Silaturahmi dengan Yayasan Pembinaan Tunanetra

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist