• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

MENGUBUR REPUTASI

fusilat by fusilat
January 6, 2025
in Feature, Politik
0
Pecah Koalisi Jelang Akhir Periode dan Upaya Bertahan Hidup Parpol
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Abieb Syah
Dosen, penulis buku, Peneliti, Kritikus sosial politik dan penggiat demokrasi

Belakangan ini kita dikejutkan oleh hasil rilis dari sebuah lembaga riset berbasis jurnalisme investigasi, yakni Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), yang bermarkas di Belanda. Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) memasukkan nama Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, dalam daftar nominasi finalis tokoh kejahatan terorganisasi dan terkorup 2024.

Menurut OCCRP, alasan Joko Widodo bersama sejumlah nama pemimpin negara lainnya terpilih sebagai finalis tokoh terkorup berasal dari nominasi publik yang mendapatkan dukungan daring terbanyak secara global. Oleh karena itu, nama-nama tersebut dianggap memiliki alasan untuk diikutsertakan.

OCCRP, dalam keterangannya, menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki kendali atas siapa yang dinominasikan, karena saran datang dari orang-orang di seluruh dunia. Salah satunya, nama Joko Widodo dimasukkan sebagai tokoh terkorup karena banyaknya surat elektronik (surel) yang diterima oleh OCCRP. Namun, OCCRP mengakui bahwa tidak semua nominasi didukung oleh bukti yang cukup untuk membuktikan adanya tindakan korupsi besar atau pola penyalahgunaan kekuasaan secara konsisten. “Seharusnya ini menjadi peringatan bagi mereka yang dinominasikan bahwa masyarakat sedang mengawasi dan mereka peduli,” jelas OCCRP.

Di era pemerintahan Jokowi, ada semacam pameo yang berkembang di kalangan tertentu tentang Jokowi dan para pendukungnya. Kira-kira bunyinya seperti ini: Ada tiga kelompok yang tak bisa atau sangat sulit untuk dinasihati. Pertama adalah orang yang sedang marah. Kedua adalah orang yang sedang jatuh cinta. Dan ketiga adalah pendukung Jokowi (meminjam tulisan Jannus TH Siahaan).

Boleh jadi banyak pendukung Jokowi yang akhirnya berbalik arah hanya dalam beberapa tahun pemerintahannya berjalan, termasuk tiga orang yang, di akhir tahun lalu, menjadi narasumber utama dalam film dokumenter bertajuk “Dirty Vote.” Dengan kata lain, tidak semua pendukung Jokowi keras kepala. Namun, esensi dari pameo tersebut adalah bahwa siapa pun yang mencoba mengkritik Jokowi akan berhadapan dengan beberapa tembok.

Itulah awal mula pameo tersebut. Tembok pertama adalah tembok yang seolah-olah merepresentasikan suara rakyat kebanyakan. Hal itu bisa terjadi karena selama ini Jokowi memang diidentifikasi sebagai perwakilan non-elite yang “climb the ladder” dengan latar belakang “bukan dari lingkaran oligarki politik yang telah menguasai perpolitikan Indonesia sejak era Orde Baru dan Reformasi.” Jokowi diidentikkan dengan “tetangga kita,” alias orang biasa yang diasosiasikan sebagai bagian dari masyarakat umum. Karena itu, tagline-nya adalah “Jokowi adalah kita.”

Padahal, identifikasi ini secara politik cukup berbahaya. Pasalnya, untuk menjadi seorang pemimpin idealnya dibutuhkan kualifikasi yang tidak mudah, dengan rentang perjalanan dan pengalaman yang juga tidak pendek. Tidak cukup hanya dengan status sosok yang setara dengan tetangga saya atau tetangga Anda. Jika hal ini disepelekan, dikhawatirkan nantinya malah sangat “underqualified,” karena siapa saja bisa menjadi tetangga saya dan Anda, lalu ujung-ujungnya malah merusak negara di akhir kekuasaan pemerintahannya.

Tembok kedua adalah buzzer. Entah Jokowi secara personal atau sebagai seorang presiden (saat itu), diakui atau tidak, memiliki buzzer dalam jumlah yang sangat banyak. Sampai hari ini, belum terlalu terungkap siapa dalang di balik ‘peternakan’ buzzer sejak 2014 lalu, sehingga sepanjang 10 tahun pemerintahan Jokowi, jumlahnya sudah masuk kategori memusingkan kepala di satu sisi, dan mendelegitimasi banyak pandangan rasional serta ilmiah dari para pakar di sisi lain. Dengan kata lain, pendapat profesor dan pakar pun bisa mentah di hadapan para buzzer, terutama jika pendapat tersebut bertentangan dengan Jokowi, pemerintahannya, atau kepentingan gerbong-gerbong yang ada di belakangnya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Abaikan Laporan Bos Rental Mobil, Propam Pastikan Anggota Polsek Cinangka Bersalah

Next Post

Pemerintah Naikkan Gaji Pensiunan PNS pada 2025, Taspen Siap Cairkan Dana

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026
Feature

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?
Feature

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Next Post
Modus Kasus Korupsi Taspen Mirip dengan Kasus Asabri dan Jiwasraya

Pemerintah Naikkan Gaji Pensiunan PNS pada 2025, Taspen Siap Cairkan Dana

PDI-P Ungkap Alasan Bisa Gagalkan Pencapresan Anies

Hasto Kristiyanto dan Babak Baru KPK: Keberanian di Tengah Tekanan Politik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist