• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menjadi Budak di Negeri Sendiri atau Bangkit Menegakkan Kedaulatan Pancasila

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
February 8, 2026
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Okeh Prihandoyo Kuswanto
Ketua Pusat Studi Kajian Rumah Panca Sila

Indonesia hari ini menghadapi persoalan mendasar dalam kehidupan bernegara: penyimpangan serius dari nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Ketimpangan ekonomi yang ekstrem bukan lagi sekadar isu statistik, melainkan tanda kegagalan sistemik. Data yang beredar luas menunjukkan bahwa sekitar 0,1 persen penduduk menguasai lebih dari 80 persen kekayaan nasional, sementara 0,01 persen menguasai mayoritas lahan produktif. Kondisi ini jelas bertolak belakang dengan cita-cita keadilan sosial.

Lebih mengkhawatirkan lagi, kekayaan alam Indonesia kian terkonsentrasi pada segelintir elite ekonomi, sementara mayoritas rakyat hidup dalam ketidakpastian. Fenomena ini bukan terjadi secara alamiah, melainkan merupakan konsekuensi dari kebijakan negara yang menjauh dari mandat konstitusi.

Salah satu contoh yang sering disorot publik adalah pengelolaan kawasan industri Morowali. Di sana, penguasaan sumber daya alam oleh perusahaan asing—khususnya perusahaan asal China—menimbulkan pertanyaan mendasar tentang kedaulatan negara. Ketika bumi, air, dan kekayaan alam dikelola sedemikian rupa sehingga manfaat terbesarnya justru dinikmati oleh korporasi asing, maka yang patut dipertanyakan bukan hanya kebijakan ekonomi, tetapi juga komitmen negara terhadap konstitusi.

Padahal, Pasal 33 UUD 1945 telah memberikan arahan yang sangat jelas. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Pertanyaan kuncinya kemudian: negara seperti apa yang dimaksud oleh konstitusi mampu menguasai hajat hidup orang banyak itu?

Jawabannya tidak dapat dilepaskan dari Pasal 29 ayat (1) UUD 1945, yang menegaskan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Prinsip ini tidak boleh dimaknai secara sempit sebagai simbol keagamaan, melainkan sebagai landasan etik dan moral dalam penyelenggaraan kekuasaan negara.

Negara yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa adalah negara yang menghadirkan keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial dalam setiap kebijakan publiknya. Negara wajib melindungi seluruh rakyat, menjamin kesejahteraan umum, membuka lapangan kerja, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dan keadilan sosial—baik di dalam maupun di luar negeri.

Semua prinsip itu ditegaskan kembali dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat, yang menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, menjadi paradoks ketika negara yang dirancang untuk menegakkan keadilan sosial justru dijalankan dengan logika liberal yang menempatkan pasar dan modal sebagai penentu utama kebijakan.

Demokrasi liberal yang menekankan mekanisme one man one vote tanpa koreksi etika dan keadilan sosial telah berkembang menjadi demokrasi transaksional. Dalam praktiknya, kekuasaan politik mudah dibeli oleh pemilik modal besar. Akibatnya, demokrasi kehilangan ruh kerakyatannya dan berubah menjadi alat legitimasi oligarki.

Dampak dari sistem ini nyata di kehidupan sehari-hari: kemiskinan yang bersifat struktural, akses pendidikan yang timpang, serta hilangnya nilai gotong royong dan solidaritas sosial. Tragedi kemanusiaan—mulai dari keluarga yang tak mampu memenuhi kebutuhan pangan hingga anak-anak yang terhambat pendidikannya—bukan semata kegagalan individu, melainkan kegagalan negara dalam menjalankan amanat konstitusi.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, Indonesia berisiko menjadi bangsa yang merdeka secara formal, tetapi terjajah secara ekonomi dan sistemik. Rakyat menjadi penonton di negeri sendiri, sementara kekayaan nasional dikelola untuk kepentingan segelintir orang.

Karena itu, pilihan bangsa ini sesungguhnya sederhana namun menentukan: kembali secara sungguh-sungguh kepada Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar bernegara, atau menerima kenyataan menjadi budak di negeri sendiri. Kedaulatan sejati hanya dapat terwujud jika negara berani menempatkan konstitusi di atas kepentingan modal dan kekuasaan.

Sejarah akan mencatat, apakah kita memilih untuk bangkit atau terus diam.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Haram Mengonsumsi Saham Gorengan di Ramadhan?

Next Post

Kenapa Berita “Jaksa Agung Periksa LBP” Beredar? – Membaca Harapan Publik atas Akuntabilitas Kekuasaan

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat
Economy

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

February 27, 2026
Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran
Economy

Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran

February 27, 2026
Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia
Feature

Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia

February 27, 2026
Next Post
Kenapa Berita “Jaksa Agung Periksa LBP” Beredar? – Membaca Harapan Publik atas Akuntabilitas Kekuasaan

Kenapa Berita “Jaksa Agung Periksa LBP” Beredar? - Membaca Harapan Publik atas Akuntabilitas Kekuasaan

Agama, Politik, dan Jalan Damai: Belajar dari Seruan Prabowo di PBB

Prabowo Agar Lebih Banyak Mendengar Supaya Lebih Pintar

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian
Feature

Tiyo Tantang Prabowo: Timun vs Durian

by Karyudi Sutajah Putra
February 25, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Aku tak bisa membayangkan bila ini benar-benar...

Read more
Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

February 24, 2026
Badut-badut Politik

Badut-badut Politik

February 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

February 27, 2026
10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

February 27, 2026
Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran

Jokowi & Prabowo, Keniscayaan yang “Mempercepat” Kehancuran

February 27, 2026
Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia

Gaza, Board of Peace, dan Standar Ganda Diplomasi “Transaksional” Indonesia

February 27, 2026
AOTS: Online Seminar (Subsidized Program)

“AOTS E-Newsletter” is published by the Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS)

February 27, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Prabowo Mulai Tinggalkan Gibran? Ibarat Orang Buta yang Tiba-tiba Matanya Awas Lagi

February 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

PARADOKS PRABOWO: Kekuasaan Di Atas Rakyat

February 27, 2026
10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

10 Jenazah Korban Longsor Cisarua Dimakamkan Massal Tanpa Identitas

February 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...