• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Pemilu

Merasa Terpojok Saat Adu Argumentasi, Prabowo Ungkit Jasa Politik Kepada Anies Dalam Pilgub DKI

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
December 13, 2023
in Pemilu
0
Anies Baswedan: BUMN Tidak Boleh Mematikan Swasta…

Calon presiden (Capres) Anies Baswedan mengatakan, bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seharusnya tidak mematikan usaha dari pelaku bisnis swasta. (Anies Baswedan/Foto: Andhika Prasetia)

Share on FacebookShare on Twitter

Tanggapan Prabowo tersebut kemudian disanggah oleh Anies. Dengan gamblang, Anies menuding bahwa Prabowo berbicara tidak berlandaskan data. “Inilah bedanya yang berbicara pakai data dan yang berbicara pakai fiksi. Saya pakai data,” kata Anies.

Jakarta – Fusilatnews – Dalam forum debat capres perdana yang diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/12) malam WIB. Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto rupanya ingin menunjukkan kecewanya kepada rivalnya, yaitu Anies Rasyid Baswedan

Hal ini nampak terlihat dengan sikap Prabowo yang terkesan meremehkan cara berpikir Anies dalam pembahasan berbagai permasalahan. .

Menurut Prabowo dalam menyelesaikan persoalan bangsa tidak dapat dilakukan dengan hanya berteori dan retorika.

Pertama adalah ketika Anies menilai persoalan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua, disebabkan oleh ketidakadilan di Bumi Cendrawasih. Karena munculnya ketidakadilan itulah, menurut Anies, merembet ke masalah kriminalitas sampai adanya gerakan separatis di Papua.

“Benar sekali ini soal keadilan. Tapi tidak sesederhana itu Pak Anies. Ada faktor lain Pak Anies,” kata menteri pertahanan (menhan) tersebut. Prabowo menjelaskan persoalan Papua cukup kompleks.

Prabowo menyebut faktor faktor geopolitik, masalah ideologi . “Ini masalahnya tidak gampang,” ujar Prabowo dengan suara lantang.

Nada serupa kembali diperlihatkan Prabowo ketika keduanya membahas masalah demokrasi Indonesia. Anies merasa demokrasi Indonesia berjalan mundur. Di mana oposisi saat ini sudah tidak ada. Lalu pemerintah kerap melakukan intimidasi dan pengerahan aparat terhadap suara-suara kritis dari bawah.

Anies menegaskan pemerintah, seringkali menggunakan pasal karet dari Undang Undang ITE untuk menjerumuskan lawan politik atau pengkritik pemerintah ke penjara.

“Ketika kita bicara demokrasi minimal ada tiga, satu adalah adanya kebebasan berbicara. Kedua adanya oposisi yang bebas untuk mengkritik pemerintah dan menjadi penyeimbang pemerintah,” ucap Anies.

“Ketiga adanya proses pemilu, pilpres yang netral, yang transparan, jujur dan adil. Dan kalau kita saksikan akhir-akhir ini dua ini mengalami problem, kita menyaksikan bagaimana kebebasan berbicara menurun, termasuk mengkritik partai politik. Dan angka demokrasi kita menurun ,” kata Anies menegaskan.

Pernyataan Anies dibantah oleh Prabowo dengan menyebutkan demokrasi Indonesia baik-baik saja selama pemerintahan Presiden Jokowi. Prabowo menanggapi kegalauan Anies terhadap demokrasi dengan mengungkit Anies maju di Pilgub DKI 2017 lalu karena dirinya bersikap demokratis memberikan tiket kepada Anies yang bukan kader Partai Gerindra.

“Mas Anies, Mas Anies. Saya rasa pendapat Mas Anies itu berlebihan. Mas Anies mengeluh tentang demokrasi. Mas Anies itu dipilih jadi Gubernur DKI menghadapi pemerintah berkuasa. Saya yang usung bapak. Saya saat itu oposisi,” kata ketua umum DPP Partai Gerindra tersebut.

“Kalau demokrasi tak berjalan tak mungkin Anda menjadi Gubernur. Kalau Jokowi diktator Anda tak mungkin jadi Gubernur. saya waktu itu oposisi Mas Anies, Anda oposisi Anda terpilih,” ucap Prabowo lagi.

Saat Anies maju di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, ia diusung oleh Partai Gerindra dan PKS yang berposisi di luar pemerintahan Jokowi. Prabowo mengingatkan, saat itu Anies menghadapi kekuasaan yang lebih menjagokan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang didukung partai pemerintah termasuk PDIP dan Nasdem.

Selanjutnya Anies menangggapi balik klaim Prabowo yang menyebutkan demokrasi di Indonesia baik-baik saja. Menurut Anies antara pemerintah dan oposisi itu adalah posisi terhormat. Tapi Anies menyayangkan Prabowo yang gagal bertahan menjadi oposisi sehingga begitu kalah dari Jokowi di Pilpres 2019, justru setelah itu berkoalisi dan menyeberang ke pemerintahan.

“Sayangnya Pak Prabowo tidak tahan menjadi oposisi. Karena berpikir beroposisi tidak baik untuk bisnis. Kekusaan lebih dari sekedar bisnis. Kekuasaan lebih dari sekedar uang. Kekuasaan adalah sebuah kehormatan untuk menjalankan kedaulatan rakyat,” ucap Anies.

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan menilai capres nomor urut 2, Prabowo Subianto fiksi saat membahas tentang polusi dalam acara debat capres yang diadakan di halaman kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Selasa malam WIB. Mulanya, dalam sesi tanya jawab, Prabowo mengajukan pertanyaan tentang masalah polusi di Jakarta.

Persoalan itu tidak teratasi pada era Anies. Bahkan indeks polusi tertinggi di dunia menempatkan Jakarta, meski memiliki APBD besar di angka Rp 80 triliun. Saat menjawab, Anies mengungkapkan bahwa pertanyaan Prabowo kurang akurat.

Menurut Anies, berdasarkan data dari alat polusi udara, kondisi polusi di Jakarta tidak konsisten buruk sepanjang waktu, melainkan berbeda setiap harinya. Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu kemudian menyebut, faktor angin lah yang memengaruhi kondisi polusi.

Prabowo lantas memberikan tanggapan atas jawaban Anies tersebut. “Susah menyalahkan angin, saya bertanya dengan anggaran begitu besar langkah untuk dengan riil 5 tahun mengurangi polusi banyak begitu banyak sakit pernapasan gampang menyalahkan angin hujan tidak perlu ada pemerintahan kalau gitu,” ujar Prabowo.

Tanggapan Prabowo tersebut kemudian disanggah oleh Anies. Dengan gamblang, Anies menuding bahwa Prabowo berbicara tidak berlandaskan data. “Inilah bedanya yang berbicara pakai data dan yang berbicara pakai fiksi. Saya pakai data,” kata Anies.

“Ketika ditunjukkan ya memang ada sumber polutan dalam kota, tapi kalau itu semua bersumber dari dalam, maka angka polusinya sama. Tapi di sini ada sisi sangat polusi dan di lain sisi bersih. Kita mengambil kebijakan pakai data, sains, kalau tidak pakai itu, tidak ada langkah yang benar. Jika saya terpilih presiden, yang diluar Jakarta, saya kendalikan,” terang Anies.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Anies Janjikan Bikin Hotline Paris. Kata Hotman Mau Bersaing Dengan Hotman 911?

Next Post

Menlu Retno : Negara-negara Pendikte Kita Pelanggar HAM, justru Biarkan Israel Melanggar HAM

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Siapa Pendamping Prabowo 29? Ternyata Bukan Gibran
Feature

Siapa Pendamping Prabowo 29? Ternyata Bukan Gibran

February 8, 2026
Presiden dan Pejabat Negara Dibolehkan Berkampanye Asal Tunduk Pada UU Pemlu
News

Putusan MK Pisahkan Pemilu Nasional dan Daerah Picu Polemik: Masa Jabatan DPRD Bisa Diperpanjang?

July 2, 2025
Polisi Didesak Bebaskan Mahasiswi ITB Pembuat Meme Prabowo – Jokowi
News

ITB Diminta Ajukan Penundaan Penahanan Mahasiswi Pembuat Meme Jokowi-Prabowo

May 11, 2025
Next Post
Menlu Retno, Garis Depan Indonesia dan Dunia Untuk Mendukung Perjuangan Palestina di Forum HAM PBB

Menlu Retno : Negara-negara Pendikte Kita Pelanggar HAM, justru Biarkan Israel Melanggar HAM

Setelah Aksi Pasang Baliho Berbunyi “Jokowi Alumnus UGM Paling Memalukan” BEM UGM Diintimidasi

Setelah Aksi Pasang Baliho Berbunyi "Jokowi Alumnus UGM Paling Memalukan" BEM UGM Diintimidasi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist