• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Multi Kejahatan Jokowi Melalui Whoosh – Alat Kampanye, Lahan Korupsi, dan Beban Bangsa

Ali Syarief by Ali Syarief
October 27, 2025
in Crime, Feature
0
Masalah  Penjaminan APBN Terhadap Utang proyek KCJB) Presiden Jokowi Minta Ditanyakan ke Menkeu
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilat News -Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB), yang pada awalnya bernama KCIC (Kereta Cepat Indonesia–China), adalah monumen sempurna dari bagaimana kekuasaan digunakan bukan untuk kepentingan rakyat, melainkan demi ambisi pribadi dan kepentingan politik sempit. Di tangan Jokowi, proyek yang digadang-gadang sebagai simbol kemajuan teknologi dan modernitas bangsa itu berubah menjadi alat propaganda, ladang korupsi terselubung, sekaligus beban ekonomi jangka panjang yang harus ditanggung generasi berikutnya.

Sejak awal, proyek ini sarat kejanggalan. Jokowi menolak tawaran Jepang yang lebih transparan dan berbasis studi kelayakan matang, lalu beralih ke Tiongkok dengan dalih pembiayaan tanpa jaminan APBN. Namun pada kenyataannya, Indonesia tetap menanggung risiko utang besar melalui PT KAI dan BUMN lainnya. Inilah titik awal dari manipulasi narasi publik: pemerintah menjual mimpi “tanpa beban negara”, padahal secara struktur finansial, rakyat tetap menjadi penanggung utang akhir.

KCJB bukan hanya proyek infrastruktur—ia adalah instrumen politik. Target awalnya selesai sebelum Pilpres 2019 agar Jokowi dapat menjual citra “pemimpin pembangunan” di hadapan rakyat. Namun ketika proyek tersendat, ia terus dijadikan bahan kampanye dan pembenaran atas klaim keberhasilan dua periode kekuasaan. Dari spanduk hingga pidato kenegaraan, Whoosh menjadi ikon propaganda yang memoles citra Jokowi seolah-olah ia membawa Indonesia menuju masa depan, padahal masa depan itu sedang dijual dengan harga yang mahal.

Tak berhenti di situ, proyek ini juga membuka ruang korupsi dan kolusi yang lebar. Biaya yang melonjak dari sekitar USD 6 miliar menjadi lebih dari USD 8 miliar menggambarkan kegagalan perencanaan sekaligus indikasi adanya rente politik yang mengalir di antara para pemain proyek. Dari pengadaan lahan hingga konsorsium BUMN, semuanya sarat kepentingan elit yang bersembunyi di balik jargon “kerjasama strategis”. Publik hanya melihat rel dan kereta melaju cepat, tapi tak tahu bagaimana uang rakyat menguap di baliknya.

Kini Whoosh menjadi simbol beban ekonomi nasional. Tiketnya tak terjangkau bagi rakyat kebanyakan, sementara subsidi dan utang proyeknya harus dibayar dari kas negara. Infrastruktur yang seharusnya menjadi pendorong ekonomi justru menjerat anggaran dalam beban pembayaran utang, dan menambah deretan proyek mercusuar tanpa arah.

Jokowi mungkin ingin dikenang sebagai “Bapak Infrastruktur”, tapi sejarah akan mencatatnya berbeda: sebagai presiden yang menjadikan pembangunan sebagai alat kekuasaan, proyek publik sebagai panggung pencitraan, dan utang negara sebagai bahan bakar politik pribadi. Whoosh bukan simbol kemajuan, melainkan simbol betapa berbahayanya jika kekuasaan dijalankan tanpa nurani, tanpa perhitungan, dan tanpa tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

Whoosh melaju kencang, tapi arah bangsa justru tersesat di rel utang dan kebohongan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jenderal di Persimpangan Sejarah

Next Post

Jangan Sampai Prabowo Dijuluki “Bapak Omon-Omon”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan
Crime

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Next Post
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Jangan Sampai Prabowo Dijuluki “Bapak Omon-Omon”

Pahlawan daripada Soeharto

Pahlawan daripada Soeharto

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist