• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Negara Gagal Menjawab: Di Mana Ijazah Jokowi – Sang Raja, dan Kebohongan

Ali Syarief by Ali Syarief
April 8, 2025
in Crime, Feature
0
Seni Mencari Ijazah Jokowi Yang Asli
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Tahun 2019, sebuah permohonan informasi publik diajukan ke Universitas Gadjah Mada oleh seseorang yang ingin tahu satu hal sederhana: Benarkah Joko Widodo pernah menjadi mahasiswa di kampus itu? Permintaan itu ditujukan lewat saluran resmi Komisi Informasi Daerah, lalu disusul gugatan ke Komisi Informasi Pusat. Tapi, seperti banyak kisah di negeri ini, transparansi malah dijawab dengan keheningan dan tembok birokrasi.

UGM menolak. Alasannya: privasi. Padahal, dalam Pasal 17 huruf a angka 3 UU KIP jelas disebut bahwa pengecualian informasi pribadi tidak berlaku jika menyangkut “jabatan publik dan/atau calon pejabat publik.” Dengan kata lain, ijazah seorang presiden adalah dokumen publik.

“Ini bukan soal pribadi. Ini menyangkut kredibilitas pejabat negara yang dipilih oleh rakyat,” ujar Alvon Kurnia Palma, pengacara publik dari YLBHI, dalam sebuah diskusi hukum terbuka tahun lalu.

Gaya Tutup Pintu

KPU yang seharusnya memverifikasi ijazah calon presiden pun menyodorkan dokumen salinan, bukan dokumen asli. Salinan itu diunggah ke situs KPU, namun ketika sejumlah ahli forensik mencoba menelaah, ditemukan kejanggalan pada tanda tangan, format, dan tinta cetaknya. Salah satunya adalah Dr. Zakir Rasyidin, pakar hukum pidana dan forensik dokumen, yang mengatakan bahwa “Ijazah itu terlalu sempurna untuk ukuran tahun 1985.” Ia merujuk pada jenis cetakan digital dan kualitas kertas yang belum lazim di era itu.

Ketika isu ini makin panas, Presiden Jokowi menjawab dengan santai. “Silakan dicek saja ke UGM,” katanya. Tapi UGM sendiri—lembaga yang disebut-sebut sebagai sumber kebenaran itu—justru berlindung di balik dalih kerahasiaan dan menyerahkan sepenuhnya kepada negara.

Anehnya, saat ijazah Sandiaga Uno dipertanyakan, lembaga pendidikannya—George Washington University—segera mengonfirmasi status alumninya secara terbuka. Publik bisa mengakses informasi itu langsung dari situs kampus. Bahkan ijazah palsu yang digunakan oleh beberapa kepala daerah lain seperti Bupati Sabu Raijua dan anggota DPR dari NTT dibongkar habis-habisan dan dijatuhi sanksi hukum.

Mengapa standar itu tidak berlaku untuk Presiden?

Gigih menuntut Hak Akan Transparasi Informasi

Celah Hukum atau Kejahatan Konstitusi?

Dalam salah satu putusan menarik tahun 2020, Majelis Komisioner Komisi Informasi Pusat menyatakan bahwa ijazah kepala daerah adalah “bagian dari dokumen publik dan tidak bisa dikategorikan sebagai informasi yang dikecualikan.” Putusan itu seharusnya bisa menjadi yurisprudensi, apalagi dalam kasus presiden.

Namun di Mahkamah Agung, gugatan-gugatan terkait ini kandas. Tak pernah sampai pada titik pemeriksaan isi. Sebagian ditolak karena alasan formal, sebagian lain hanya disapu bersih dengan kalimat singkat: “tidak memenuhi syarat.”

Keterbatasan akses informasi, ditambah sikap elitis lembaga negara, membuat rakyat berada di lorong gelap. Mereka hanya bisa bertanya-tanya, dan setiap kali bertanya, jawaban yang datang adalah intimidasi, bukan penjelasan.

Ketika Akademisi Bicara

Di media sosial, video lawas Prof. Eddy Haryono, mantan Dekan Fakultas Hukum UGM, kembali viral. Dalam video itu, ia mengatakan tidak pernah mengenal Jokowi sebagai mahasiswa UGM. Padahal Jokowi mengklaim lulus dari Fakultas Kehutanan pada tahun 1985. “Saya hafal betul nama-nama mahasiswa waktu itu. Tapi nama itu (Joko Widodo) tidak pernah saya temui,” katanya.

Lalu muncul lagi rekaman video dari mahasiswa angkatan 1980-an yang mengaku tidak pernah satu kelas dengan sosok yang kini menjabat presiden dua periode itu. Seorang dosen lain mengatakan bahwa skripsi Jokowi tidak ditemukan di perpustakaan. Ada yang bilang sempat hilang, ada juga yang menyebut belum pernah dicetak.

Semakin dicari, semakin hilang.

Kebenaran yang Dibelokkan

Setiap kritik terhadap keabsahan ijazah Jokowi dibalas bukan dengan fakta, melainkan dengan delegitimasi. Para pengkritik dicap penyebar hoaks, dijerat UU ITE, bahkan diproses hukum dengan pasal-pasal karet. Diskusi dibubarkan, akun diblokir, berita dihapus.

Padahal, UU KIP adalah benteng hukum rakyat untuk tahu. Ia diciptakan justru agar informasi tak menjadi milik segelintir elit kekuasaan. Negara, dalam hal ini istana dan lembaga pendukungnya, sedang mempertontonkan ketakutan akan kebenaran. Dan ketakutan semacam itu biasanya muncul bukan karena fitnah, tetapi karena rahasia.

Dalam demokrasi, tak ada ruang bagi rahasia yang menyangkut syarat dasar seorang pemimpin. Jika ijazah itu benar, maka bukalah. Jika tidak, maka ini adalah penipuan publik terbesar sejak reformasi.


Penutup: Ujian Terakhir Sebuah Rezim

Presiden Joko Widodo mungkin akan mengakhiri masa jabatannya dalam hitungan bulan. Namun teka-teki soal ijazahnya bisa menjadi warisan pahit bagi demokrasi Indonesia. Sebab bila negara terus diam, maka rezim ini akan dikenang bukan karena pembangunan atau infrastruktur, melainkan karena satu dosa besar yang tak pernah dituntaskan: pemalsuan integritas.

Dan sejarah, seperti yang selalu kita pelajari di sekolah-sekolah, tidak menoleransi pembohongan publik.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dari Soeharto ke Prabowo: Benang Merah Ketidakpercayaan

Next Post

Trump Ancam China Dengan Tarif Baru (50) Persen

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tak Berhenti Korupsi, Kepala Daerah Naik Gaji
Birokrasi

Tak Berhenti Korupsi, Kepala Daerah Naik Gaji

July 5, 2026
Di MOTAH 65, Sampah Dibakar. Lalu, Di Mana Negara Berdiri?
Feature

Di MOTAH 65, Sampah Dibakar. Lalu, Di Mana Negara Berdiri?

July 5, 2026
PSI Tak Mencalonkan Kaesang dalam Pilkada Serentak 2024, Mengapa?
Crime

Amplop Raja

July 5, 2026
Next Post
Trump Ancam China Dengan Tarif Baru (50) Persen

Trump Ancam China Dengan Tarif Baru (50) Persen

Terminal Kalideres Masih Siaga Hingga 13 April 2025

Terminal Kalideres Masih Siaga Hingga 13 April 2025

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online
Birokrasi

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

by Karyudi Sutajah Putra
July 2, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Peringatan Hari Bhayangkara atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polri saat ini ditandai dengan hadiah manis bagi...

Read more
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tak Berhenti Korupsi, Kepala Daerah Naik Gaji

Tak Berhenti Korupsi, Kepala Daerah Naik Gaji

July 5, 2026
Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan TNI dan Komando Teritorial adalah Ancaman Bagi Demokrasi dan Supremasi Sipil

Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan TNI dan Komando Teritorial adalah Ancaman Bagi Demokrasi dan Supremasi Sipil

July 5, 2026
Menakar Keadilan di Bumi Lancang Kuning: Surat Audiensi Evi Friska dan Kritik Keras Wilson Lalengke Terhadap Polri

Menakar Keadilan di Bumi Lancang Kuning: Surat Audiensi Evi Friska dan Kritik Keras Wilson Lalengke Terhadap Polri

July 5, 2026
Di MOTAH 65, Sampah Dibakar. Lalu, Di Mana Negara Berdiri?

Di MOTAH 65, Sampah Dibakar. Lalu, Di Mana Negara Berdiri?

July 5, 2026
Aziz Yanuar Dukung 1000 Persen Prabowo Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Pertahanan

Aziz Yanuar Dukung 1000 Persen Prabowo Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Pertahanan

July 5, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Prabowo Pidato 5 Jam: Meredakan Gejolak Politik dari Mimbar Akademik

July 5, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tak Berhenti Korupsi, Kepala Daerah Naik Gaji

Tak Berhenti Korupsi, Kepala Daerah Naik Gaji

July 5, 2026
Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan TNI dan Komando Teritorial adalah Ancaman Bagi Demokrasi dan Supremasi Sipil

Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan TNI dan Komando Teritorial adalah Ancaman Bagi Demokrasi dan Supremasi Sipil

July 5, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...