• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Dari Soeharto ke Prabowo: Benang Merah Ketidakpercayaan

Rupiah Semakin Terpuruk

Ali Syarief by Ali Syarief
April 8, 2025
in Economy, Feature
0
Dari Soeharto ke Prabowo: Benang Merah Ketidakpercayaan
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menembus Rp 16.702 hari ini. Angka ini bukan hanya sekadar fluktuasi pasar atau dampak tekanan global. Ia adalah simbol paling telanjang dari ketidakpercayaan—baik dari pasar, investor, maupun publik—terhadap masa depan negeri ini di bawah kepemimpinan yang baru saja terpilih, namun sudah limbung.

Sejarah mencatat: pada 1998, rakyat menjatuhkan Presiden Soeharto setelah rupiah runtuh hingga menyentuh Rp 15.000 per dolar AS. Kini, dua dekade kemudian, kita melewati batas itu tanpa gejolak politik berarti. Tidak ada demonstrasi besar-besaran. Tidak ada gelombang oposisi yang menggerakkan massa. Yang ada hanyalah sunyi yang menyesakkan, disertai PHK diam-diam, daya beli yang kian menyusut, dan pesimisme yang tumbuh seperti jamur dalam gelap.

Ekonomi Tidak Lagi Tumbuh untuk Rakyat

Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 hanya akan menyentuh angka 5,0 persen—cukup untuk membayar bunga utang dan menambal subsidi, tapi tak cukup untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi jutaan angkatan kerja yang mengantre masuk pasar tiap tahunnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran terbuka pada Februari 2024 mencapai 5,45 persen, atau sekitar 7,8 juta orang.

Namun itu hanya permukaannya. Gelombang PHK di sektor padat karya seperti garmen, manufaktur, dan teknologi digital belum seluruhnya tercatat. Sinyal krisis tenaga kerja makin kentara, dan pemerintah justru sibuk mengamankan kursi kekuasaan—dari Senayan hingga Ibu Kota baru.

Antara Korupsi yang Menganga dan Demokrasi yang Memburuk

Kondisi makroekonomi yang rapuh diperburuk oleh tata kelola yang makin tidak akuntabel. Laporan Transparency International 2024 menunjukkan skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia anjlok ke 33, menempatkan negeri ini di peringkat 117 dari 180 negara. Angka ini adalah yang terburuk dalam satu dekade terakhir.

Pada saat yang sama, Freedom House menurunkan status kebebasan sipil Indonesia menjadi “Partly Free”, seiring dengan pembatasan kebebasan pers, pembungkaman kritik, dan pembusukan lembaga-lembaga demokrasi. Mahkamah Konstitusi, yang seharusnya menjaga marwah konstitusi, justru terseret dalam drama nepotisme kekuasaan yang merusak kepercayaan publik.

Ketika korupsi tak lagi ditakuti dan lembaga pengawas dilemahkan, biaya pembangunan melonjak tanpa kendali. Proyek Ibu Kota Nusantara, yang belum memiliki urgensi ekonomi jelas, menyerap anggaran besar. Hanya untuk perayaan 17 Agustus 2024, pemerintah menggelontorkan Rp 87 miliar, naik drastis dari Rp 53 miliar saat masih di Jakarta. Rakyat antre minyak goreng, elite sibuk menyewa helikopter dan seragam upacara.

Demokrasi Tanpa Arah, Ekonomi Tanpa Harapan

Presiden terpilih Prabowo Subianto belum dilantik, namun arah pemerintahannya sudah mulai terbaca. Alih-alih menyusun program pemulihan ekonomi yang konkret, Prabowo lebih sibuk memadukan akomodasi politik dengan lobi-lobi elite. Tidak ada sinyal reformasi birokrasi. Tidak ada gebrakan serius dalam menekan korupsi. Yang terlihat hanya kelanjutan dari pola kekuasaan yang makin menjauh dari rakyat.

Dalam laporan terbaru, IMF mengingatkan bahwa ketidakpastian politik dan lemahnya institusi menjadi penghambat utama investasi dan stabilitas di negara berkembang. Rupiah yang terus melemah adalah bukti nyata bahwa kita sedang kehilangan kredibilitas—bukan karena cadangan devisa menipis, tapi karena kepercayaan tak lagi ada.

Rakyat Belum Bergerak—Tapi Bukan Berarti Diam

Pemerintahan yang mengabaikan suara publik hanya bisa bertahan sejauh retorika dan aparatus kekuasaan mampu menutup kegagalan mereka. Tapi sejarah Indonesia mengajarkan satu hal: krisis kepercayaan tidak bisa disensor.

Saat mandat rakyat dianggap selesai setelah pencoblosan, dan tidak dijaga dengan akuntabilitas serta keberpihakan yang nyata, kekuasaan hanya menunggu waktu untuk runtuh—dari dalam.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hari Ini Presiden Dijadwalkan Umumkan sikap Indonesia Terkait Tarif Trump

Next Post

Negara Gagal Menjawab: Di Mana Ijazah Jokowi – Sang Raja, dan Kebohongan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
Seni Mencari Ijazah Jokowi Yang Asli

Negara Gagal Menjawab: Di Mana Ijazah Jokowi - Sang Raja, dan Kebohongan

Trump Ancam China Dengan Tarif Baru (50) Persen

Trump Ancam China Dengan Tarif Baru (50) Persen

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist