• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Nihilnya Sedekah Perjuangan Melawan Sistem Rezim Jokowi Mengakibatkan Stagnasi: Apa Selanjutnya?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
October 12, 2024
in Feature, Politik
0
Nihilnya Sedekah Perjuangan Melawan Sistem Rezim Jokowi Mengakibatkan Stagnasi: Apa Selanjutnya?
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis-Pemerhati Aktivis Anti Kebijakan Jokowi

Kelompok kritikus yang selalu mengamati kebijakan politik, ekonomi, dan hukum rezim Jokowi dikenal vokal dan memiliki naluri reaksi cepat untuk menolak setiap pelanggaran yang dilakukan oleh penguasa. Dalam perjuangan mereka, kelompok ini tergabung dalam berbagai organisasi seperti Tim Pembela Ulama & Aktivis (TPUA), Aliansi Anak Bangsa (AAB), dan Koordinator Pelaporan Bela Islam (KORLABI). Mereka mengandalkan data empiris sebagai dasar argumen, dan menyajikan berita terbaru serta informasi aktual.

Di antara para kritikus ini terdapat sosok-sosok terkemuka seperti Rizal Fadilah, Azam Khan, Muslim Arbi, Taufik Bahauddin, serta senior aktivis lainnya seperti Eggi Sujana dan Ustad Noval. Tidak bisa diabaikan juga dukungan dari individu-individu yang berperan penting di balik layar, seperti Arvid Saktyo, Kurnia, Hasibuan Johnson, Firly, Fitroh, Ratih, dan Nasution Rizky.

Gerakan mereka sangat mudah dikenali berkat aktivitas yang menonjol di tengah ruang yang lebih besar. Mereka sejatinya adalah pejuang peradaban yang berupaya memperbaiki mentalitas masyarakat melalui revolusi akhlak.

Para kritikus ini, yang juga dikenal sebagai oposisi terhadap rezim Jokowi, memiliki tingkat nasionalisme yang tinggi dan perjuangan yang gigih. Oleh karena itu, penting untuk ada pihak-pihak yang menampung mereka dalam sebuah wadah, serta memfasilitasi kebutuhan mereka untuk mengadakan seminar, diskusi, dan aktivitas lainnya. Hal ini penting demi mendukung semangat perjuangan, terutama bagi mereka yang membutuhkan bantuan.

Selama satu dekade rezim Jokowi berkuasa, anggaran perjuangan mereka banyak bergantung pada urunan di antara anggota. Modal utama mereka adalah keberanian dan pengetahuan untuk mengkritisi fenomena realitas yang dihadapi, terutama terkait moral hazard dan kepemimpinan yang buruk. Fasilitas yang mendukung mereka antara lain beberapa YouTuber pejuang seperti Bang Edy Mulyadi Channel, Mimbar Tube, dan Arief (ES. Channel).

Aktivis-aktivis ini mampu menulis artikel, berbicara di depan umum, dan mengupdate berita dengan baik. Mereka bukan hanya beretorika, tetapi juga terjun langsung untuk menggugat penguasa, baik melalui artikel maupun acara dialogis di media. Mereka tidak ragu melaporkan tindakan penguasa ke pihak berwenang atau membawa kasus tersebut ke pengadilan.

Ketiadaan dukungan dana selama satu dekade menyebabkan keanggotaan kelompok AAB, TPUA, dan KORLABI stagnan. Keberadaan dana operasional yang minim membuat mereka sulit menjangkau masyarakat yang lebih luas, padahal banyak orang yang peduli dan ingin berjuang untuk mengubah nasib bangsa yang sangat memprihatinkan. Kekurangan dana ini lebih berpengaruh pada terbatasnya gerak juang, bukan karena minimnya dukungan donasi.

Sementara itu, kelompok-kelompok lain yang tidak memiliki keberanian dan ilmu justru mendapat dukungan yang lebih besar, menyebabkan perjuangan yang tulus menjadi terhambat oleh kurangnya kesadaran akan gotong royong. Para aktivis tulus ini juga memiliki kebutuhan primer dan tanggung jawab keluarga di luar aktivitas perjuangan.

Apakah kondisi ini akan terulang setelah 20 Oktober 2024? Semoga pemimpin pengganti benar-benar membawa perubahan, bukan sekadar melanjutkan yang ada. Namun, sejarah menunjukkan bahwa bangsa mayoritas Muslim ini sering terjebak dalam memilih pemimpin yang tidak layak, yang hanya akan memberikan penghormatan tanpa tindakan nyata.


Teks di atas lebih terstruktur dan jelas, menjaga makna aslinya sambil memberikan penekanan pada ide-ide utama. Apakah ada yang ingin Anda tambahkan atau ubah?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pertama Kalinya dalam 50 Tahun, Danau Kering Gurun Sahara Kembali Terisi Air

Next Post

Gibran Serahkan Putusan ke Prabowo Soal Kader PDIP Masuk Kabinet

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Sultan Hamengku Buwono Beri Penjelasan Kepada Awak Media Usai Bertemu Prabowo-Gibran,

Gibran Serahkan Putusan ke Prabowo Soal Kader PDIP Masuk Kabinet

Lebih dari 100 Tenaga Medis dan Pekerja Darurat Tewas dalam Konflik Lebanon

Lebih dari 100 Tenaga Medis dan Pekerja Darurat Tewas dalam Konflik Lebanon

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...