• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

NU: Nunut Urip? Habis Tambang Terbitlah MBG!

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
June 25, 2025
in Aya Aya Wae, Feature
0
“Pertambangan Batu Bara, Umpan yang Lezat bagi Ormas Kakap Nunut Umara”
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024

Jakarta – Keberadaan NU kembali digugat usai kisruh pengelolaan tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menuai banyak masalah. NU singkatan dari Nunut Urip (numpang hidup) ataukah Nahdatul Ulama?

Diketahui, menjelang lengser dari jabatan Presiden RI, Joko Widodo bagi-bagi izin usaha pertambangan kepada ormas keagamaan. NU dan Muhammadiyah mau menerimanya. Sebaliknya, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (PGI) dan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) menolaknya.

Bagi-bagi tambang kepada ormas keagamaan oleh Jokowi itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP No 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, yang terbit tanggal 30 Mei 2024.

Namun, jauh sebelum itu Jokowi sudah mengobral janji. Misalnya pada Muktamar NU di Lampung pada Desember 2021, dan diulangi lagi pada pengukuhan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) pada Januari 2022.

Sebab itu, tak heran jika pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 secara faktual para pengurus PBNU lebih cenderung mendukung calon presiden-wakil presiden yang didukung Jokowi, yakni Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Akhirnya PBNU benar-benar mendapat konsesi izin tambang seluas 26 ribu hektare di Kalimantan Timur melalui PT Berkah Usaha Muamalah Nusantara (BUMN).

Lantas, apa alasan PBNU mau menerima konsesi tambang?

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf berdalih, PBNU membutuhkan sumber pendapatan untuk membiayai organisasi dan melihat pengelolaan tambang sebagai peluang, tetapi dengan syarat tidak merugikan masyarakat dan lingkungan.

Kini, ketika masyarakat menolak izin tambang yang telah merusak lingkungan sekitar kawasan wisata Raja Ampat, NU diam saja. Bahkan cenderung membela pengusaha tambang.

Mereka yang menolak tambang, kata Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla, adalah “wahabi lingkungan”.

Setelah menuai kecaman, Ulil kemudian menjelaskan bahwa istilah “wahabi lingkungan” tidak spesifik dutujukan kepada para penolak tambang Raja Ampat, tapi secara umum di mana mereka yang menolak tambang secara ekstrem itulah yang ia sebut sebagai “wahabi lingkungan”.

Wahabi adalah aliran ekstrem dalam Islam.
Wahabi, juga dikenal sebagai Wahabisme, adalah gerakan keagamaan dalam Islam Sunni yang bertujuan untuk memurnikan ajaran Islam dan kembali ke pemahaman yang murni dari Al Quran dan Sunnah (Al Hadits), yakni ajaran dan praktik Nabi Muhammad SAW. Gerakan ini didasarkan pada ajaran Muhammad bin Abdul Wahab, seorang ulama Arab Saudi dari abad ke-18.

Makan Bergizi Gratis

Kemarin, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Negara, Jakarta. Menurut Gus Yahya, panggilan akrab Ketua Umum PBNU itu, dirinya menghadap Prabowo untuk membicarakan masalah kontrak kerja sama PBNU dengan pemerintah. Antara lain program Makan Bergizi Gratis (MBG) di mana PBNU mendapat kontrak di 1.000 titik.

Padahal, MBG banyak menimbulkan persoalan. Salah satunya adalah banyaknya kasus keracunan.

Berikutnya, akibat adanya MBG ini maka anggaran negara tersedot ke program yang dijanjikan Prabowo semasa kampanye ini. Konsekuensinya, pemerintah melakukan efisiensi anggaran. Dampaknya, terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di mana-mana. Banyak pula hotel dan usaha kuliner bangkrut.

Kini, ketika NU sudah “nunut urip” ke pemerintah, maka eksistensi dan perannya sebagai penjaga moral bangsa pun rancu. Ambigu. Lalu menyublim.

“Siapa yang mendatangi pintu penguasa, ia akan terfitnah.”

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Seekor Lebah dan Keabadian yang Gagal: Sebuah Catatan tentang Kematian dan Kita yang Masih Bernapas

Next Post

Indonesia: Negara Khilafah yang Tak Mau Diakui, Tapi Dinikmati Semua

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Indonesia: Negara Khilafah yang Tak Mau Diakui, Tapi Dinikmati Semua

Indonesia: Negara Khilafah yang Tak Mau Diakui, Tapi Dinikmati Semua

Kudeta Konstitusi: Negara “Semua untuk Semua” Telah Dirampas, Kita Dijajah Lagi

Kudeta Konstitusi: Negara “Semua untuk Semua” Telah Dirampas, Kita Dijajah Lagi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...